Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di SD Muhammadiyah Manyar berlangsung berbeda dari biasanya. Berkolaborasi dengan Gresik Pet’s Society (GPS), Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah Manyar menghadirkan edukasi satwa sebagai media pembelajaran karakter bagi siswa, Jumat (31/7/2026).
Mengusung tema nasional “Sayang Anak, Peduli dan Bangun Masa Depan”, kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–10.00 WIB ini mengajak ratusan siswa mengenal, menyayangi, dan bertanggung jawab terhadap satwa sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak dini.
Melalui pengalaman belajar secara langsung, siswa diajak menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan kasih sayang terhadap seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Janji Pelajar serta doa yang dipandu Koordinator Kesiswaan SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Niswatul Mujtahidah.
Selanjutnya, seluruh siswa mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat dengan penuh semangat.
Suasana kemudian berlangsung khidmat ketika Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd., membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.
Dalam amanat tersebut ditekankan pentingnya menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta terlindungi hak-haknya.
Peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” sebagai pengingat pentingnya persahabatan, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara damai sejak usia dini.
Puncak kegiatan menghadirkan edukasi interaktif dari Gresik Pet’s Society.
Berbagai jenis satwa diperkenalkan kepada siswa, di antaranya ular piton, iguana, kura-kura Aldabra, kura-kura Sulcata, hamster, serta beberapa satwa lainnya.
Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai karakteristik hewan, tetapi juga cara berinteraksi secara aman serta tanggung jawab dalam memeliharanya.
Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diberi kesempatan mengamati bahkan berinteraksi langsung dengan satwa yang dibawa komunitas tersebut.
Ketua Ikwam SD Muhammadiyah Manyar, Ibu Damas, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar menjadi acara seremonial, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna.
“Ikwam ingin menghadirkan peringatan Hari Anak Nasional yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif. Melalui kolaborasi dengan Gresik Pet’s Society, anak-anak dapat belajar mengenal hewan, menumbuhkan rasa sayang terhadap makhluk hidup, serta memahami pentingnya sikap peduli, empati, dan tanggung jawab sejak dini,” ujarnya.
Menurutnya, tema Hari Anak Nasional mengandung pesan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
“Kami meyakini bahwa setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, penuh kasih sayang, dan mendapatkan kesempatan untuk berkembang secara optimal. Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, kami ingin mengajak seluruh elemen, baik keluarga maupun sekolah, untuk bersama-sama memberikan perlindungan, perhatian, serta pendidikan yang baik kepada anak-anak. Dengan kasih sayang dan kepedulian yang kita berikan hari ini, kita sedang membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan menjadi harapan masa depan bangsa,” tutur Ibu Damas.
Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter akan lebih efektif apabila diberikan melalui pengalaman nyata yang melibatkan peserta didik secara langsung.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Manyar, Ustazah Athiq Amiliyah, S.Pd., mengapresiasi sinergi antara sekolah, Ikwam, dan Gresik Pet’s Society dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan anak.
“Kami meyakini bahwa pendidikan karakter akan lebih bermakna ketika anak mengalami sendiri proses belajarnya. Mengenalkan cara menyayangi satwa bukan sekadar mengenalkan hewan, tetapi juga menanamkan nilai rahmah, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, sekaligus bermakna.
Selaras dengan semangat pendidikan Muhammadiyah, kegiatan bertajuk “Peduli Satwa, Peduli Sesama” diharapkan mampu melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlak mulia, peduli terhadap sesama dan lingkungan, serta menjadi rahmat bagi seluruh alam.





0 Tanggapan
Empty Comments