Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pendidikan Komunikasi dan Sains (BEM FPKS) menyelenggarakan kegiatan AKSARA sebagai bagian dari rangkaian penyambutan dan pengenalan lingkungan fakultas bagi mahasiswa baru, Ahad (20/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal fakultas, program studi, serta lingkungan akademik yang akan menjadi tempat mereka menempuh pendidikan.
AKSARA merupakan nama baru yang diperkenalkan oleh BEM FPKS untuk menggantikan nama kegiatan sebelumnya, yaitu MOFKIP.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai agenda tahunan yang bertujuan membantu mahasiswa baru beradaptasi sekaligus mengenal kehidupan akademik dan organisasi di lingkungan Fakultas Pendidikan Komunikasi dan Sains.
Pada hari kedua, kegiatan AKSARA diisi dengan berbagai penampilan dari mahasiswa baru. Suasana kegiatan semakin menarik dengan adanya pemaparan materi mengenai “Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan” yang disampaikan oleh Holy Ichda Wahyuni, S.Pd., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sekaligus Fonder Ekofem Edu.
Materi tersebut diberikan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa baru mengenai kekerasan seksual, bentuk-bentuknya, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Dalam pemaparannya, Holy menjelaskan mengenai pengertian pelecehan seksual, berbagai bentuk kekerasan seksual, faktor yang dapat menjadi pintu masuk terjadinya pelecehan seksual, serta upaya pencegahannya.
Sebelum menyampaikan materi, Holy mengapresiasi panitia AKSARA karena memilih isu pencegahan kekerasan seksual sebagai salah satu materi bagi mahasiswa baru.
Menurutnya, topik tersebut penting untuk diperkenalkan sejak awal karena mahasiswa baru sedang memasuki lingkungan kampus yang baru.
“Saya sangat mengapresiasi panitia AKSARA karena sudah mengambil topik kekerasan seksual sebagai materi untuk teman-teman mahasiswa baru. Materi ini sangat penting agar mereka dapat memahami kekerasan seksual serta lebih melek terhadap isu kekerasan seksual,” ujar Holy.
Ia juga menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai kekerasan seksual agar mahasiswa mampu mengenali berbagai bentuk perilaku yang tidak aman serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi atau menemukan kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.
Melalui materi tersebut, mahasiswa baru Fakultas Pendidikan Komunikasi dan Sains diharapkan tidak hanya mengenai lingkungan fakultas, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai isu kekerasan seksual.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual serta turut menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan saling menghargai.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments