Jari-jari kecil itu bergerak mengikuti nada. Sesekali mereka kembali memperhatikan arahan tentor sebelum mencoba meniup flute. Suasana latihan berlangsung serius, tetapi tetap menyenangkan.
Itulah yang terlihat dalam kegiatan Talent Flute SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Senin (21/9/2026), pukul 14.30–16.00 WIB. Tiga siswa mengikuti latihan bersama tentor profesional Auriel Fasa Devindra, S.Sn. Mereka adalah Anindita Kesha Azzahra, siswa kelas 5E, Bilqis Laila Nugroho, siswa kelas 5E, dan Arzaya Athaleta Adzkia, siswa kelas 5E.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Talent Learning SD MUMTAZ yang memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakat, termasuk di bidang seni musik.
Persiapan Menuju Royal Plaza
Latihan kali ini sekaligus menjadi persiapan ketiga talent untuk tampil di Royal Plaza Surabaya pada akhir September 2026.
Empat lagu menjadi materi latihan, yaitu Mars Muhammadiyah, Indonesia Raya, Rumah Kita, dan Gemu Famire. Para talent berlatih agar mampu memainkan setiap lagu dengan nada dan tempo yang tepat.
Tidak hanya berlatih memainkan lagu, mereka juga memperkuat teknik dasar flute. Fingering dan teknik meniup menjadi bagian yang terus dilatih dalam setiap pertemuan.
Kak Auriel memberikan arahan secara langsung. Ia membimbing siswa memperhatikan posisi jari, mengatur napas, serta menjaga konsistensi suara ketika memainkan flute.
Menurut Kak Auriel, fokus menjadi bagian penting dalam proses belajar alat musik tersebut. Latihan yang dilakukan secara rutin juga diperlukan agar siswa semakin terbiasa dengan teknik permainan flute.
“Supaya bisa bermain flute, setiap talent harus fokus dan rutin latihan fingering serta meniup,” ujarnya sambil mempraktikkan teknik fingering dan meniup flute di hadapan para talent.
Ia menjelaskan, latihan fingering membantu siswa membiasakan perpindahan posisi jari untuk menghasilkan nada. Sementara latihan meniup melatih pengaturan napas sehingga suara flute dapat terdengar lebih stabil.
Awalnya Memang Sulit
Belajar alat musik baru tentu membutuhkan proses. Hal itu juga dirasakan Anindita Kesha Azzahra, siswa kelas 5E. Ia mengaku pada awalnya mengalami kesulitan ketika belajar flute. Namun, setelah terus mencoba dan berlatih, ia mulai dapat mengikuti teknik yang diajarkan.
“Awalnya susah, tapi setelah dicoba dan latihan akhirnya bisa,” tutur Anindita sambil tertawa tipis.
Pengalaman Anindita menunjukkan bahwa kesulitan dalam belajar merupakan bagian dari proses. Keberanian untuk mencoba kembali dan kemauan untuk berlatih menjadi bekal penting bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan.
Bersama Bilqis dan Arzaya, Anindita terus berlatih mempersiapkan empat lagu yang akan ditampilkan di Royal Plaza Surabaya.
Bukan Sekadar Bermain Musik
Talent Flute tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengajarkan siswa memainkan alat musik. Di balik latihan fingering, meniup, dan mengulang bagian lagu, terdapat proses pembentukan sikap.
Siswa belajar fokus mengikuti arahan, disiplin berlatih, sabar ketika menemui kesulitan, serta berani mencoba kembali ketika belum berhasil.
Empat lagu yang dipersiapkan juga memberikan pengalaman bermusik yang beragam. Mars Muhammadiyah dan Indonesia Raya menuntut ketepatan serta kekompakan. Sementara Rumah Kita dan Gemu Famire menghadirkan karakter lagu yang berbeda sehingga siswa perlu menyesuaikan permainan mereka.
Proses tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para talent. Mereka belajar bahwa kemampuan tidak terbentuk dalam satu kali latihan. Ada nada yang perlu diulang, fingering yang perlu dibiasakan, dan teknik meniup yang harus terus diperbaiki.
Melalui program Talent Learning, SD Mumtaz berupaya memberikan ruang kepada siswa untuk bertumbuh sesuai dengan minat dan potensinya. Bidang seni musik menjadi salah satu pilihan yang dapat menjadi wadah bagi siswa untuk berekspresi sekaligus membangun kepercayaan diri.
Bagi Anindita, Bilqis, dan Arzaya, latihan Senin itu menjadi salah satu tahapan menuju penampilan di Royal Plaza Surabaya. Masih ada waktu bagi mereka untuk terus berlatih, memperkuat teknik, dan mematangkan permainan.
Dari setiap nada yang belum sempurna, mereka belajar untuk kembali mencoba. Dari latihan yang dilakukan berulang, tumbuh ketekunan dan rasa percaya diri.
Sebab, bakat bukan hanya tentang kemampuan yang dimiliki, tetapi juga tentang kemauan untuk terus mengasahnya. Melalui Talent Flute, tiga siswa kelas 5E SD MUMTAZ belajar bahwa setiap nada memiliki proses, dan setiap proses membawa mereka selangkah lebih dekat pada penampilan terbaik. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments