Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Persada UAD Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Persada UAD Salurkan Donasi Rp10 Juta untuk Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Gunungkidul
Penyaluran bantuan air bersih senilai Rp10 juta oleh Persada UAD bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (17/10/2026). Foto: Diyan Faturahman.
pwmu.co -

Kepedulian terhadap warga terdampak kekeringan diwujudkan Pesantren Mahasiswa KH Ahmad Dahlan (Persada) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Di antaranya melalui penyaluran bantuan air bersih senilai Rp10 juta bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Lazismu Wilayah DIY dan didistribusikan secara simbolis pada Sabtu (17/10/2026) di Padukuhan Mojosari, Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, serta Padukuhan Batur, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk.

Dana bantuan berasal dari donasi para santri, wali santri, pengurus Persada, dan para muhsinin yang tergerak untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

Penyaluran bantuan dikoordinasikan bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dan Lazismu Daerah agar distribusinya dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Agenda penyaluran bantuan turut dihadiri Wakil Ketua PDM Gunungkidul H Budiharjo SH MH, Ketua Lazismu Gunungkidul, Ketua Kantor Layanan (KL) Lazismu Nglipar dan Patuk.

Kemudian hadir pula perangkat Kalurahan Patuk, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Khoir, unsur Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), ketua RT dan RW; serta warga setempat.

Persada UAD mengirimkan 15 personel yang terdiri atas perwakilan kepala asrama, musyrif dan musyrifah, santri Fakultas Kedokteran, BPM, serta santri reguler.

Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga bertemu langsung dengan masyarakat penerima manfaat dan memahami kondisi yang dihadapi warga di wilayah terdampak kekeringan.

Sumur Mengering, Warga Bergantung pada Distribusi Air

Di sela kegiatan, rombongan Persada memperoleh penjelasan mengenai kondisi kekeringan dan upaya penanganannya dari jajaran PDM Gunungkidul.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi warga adalah mengeringnya sumber air, baik sumur bor milik kampung maupun sumur galian milik masyarakat.

Koordinator lapangan sekaligus Ketua KL Lazismu Nglipar, Kang Nyoto, menjelaskan bahwa distribusi air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.

Selama sumber air mengering, warga mengandalkan bantuan air yang dikirim menggunakan mobil tangki dan ditampung di bak penampungan bersama.

“Air ini sangat kami butuhkan. Sumur bor milik kampung maupun sumur galian milik warga airnya mengering. Mereka mengandalkan dropping air dan ditampung di bak penampungan. Namun, sering kali ada sebagian warga yang tidak kebagian” ungkap Nyoto.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurutnya, salah satu kendala dalam penanganan kekeringan adalah keterbatasan armada tangki pengangkut air.

Kondisi tersebut membuat pendistribusian air memerlukan koordinasi dan pengaturan yang cermat agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata.

Ia menjelaskan, penghimpunan dan penyaluran bantuan melalui Lazismu membantu proses distribusi menjadi lebih terkoordinasi.

Penyaluran air bersih dilakukan secara berkala, hampir setiap pekan, di berbagai titik yang membutuhkan berdasarkan data yang disusun oleh Satuan Tugas LRB PDM Gunungkidul.

Menumbuhkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Bagi rombongan Persada, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memperkuat kepekaan sosial para santri.

Mereka tidak hanya menyaksikan dampak kekeringan, tetapi juga memperoleh pengalaman mengenai pentingnya kolaborasi dalam penanganan persoalan kemanusiaan.

Sinergi antara Persada, Lazismu, PDM Gunungkidul, LRB, dan berbagai unsur masyarakat menunjukkan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Penghimpunan donasi, pendataan kebutuhan, dan distribusi bantuan yang terkoordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran.

Melalui gerakan donasi peduli air bersih ini, Persada UAD berharap semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama terus tumbuh, khususnya di kalangan mahasiswa.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menguatkan solidaritas sosial dalam menghadapi dampak kekeringan.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan pesantren mahasiswa tidak hanya berorientasi pada penguatan ilmu dan karakter.

Tetapi juga pada pembentukan pribadi yang memiliki kepedulian, kepekaan, dan kesediaan untuk hadir di tengah masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 20/10/2026 02:00
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu