Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sensori-Motorik hingga Karakter Siswa Inklusi, SD Mumtaz Asah Lewat Talent Handicraft

Iklan Landscape Smamda
Sensori-Motorik hingga Karakter Siswa Inklusi, SD Mumtaz Asah Lewat Talent Handicraft
Kegiatan di Kelas Talent Handycraft Inklusi SD Mumtaz (Heni Dwi Utami/PWMU.CO)
pwmu.co -

Suasana kelas SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, tampak riuh nan hangat pada Rabu sore, (16/9/2026). Para siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) berderet rapi, jemari mereka sibuk merangkai bermacam bahan kerajinan tangan.

Setiap pekan, tepatnya hari Rabu pukul 14.30 hingga 16.00 WIB, para siswa inklusi ini berkumpul dalam ekstrakurikuler Talent Handicraft. Program ini menjadi bukti nyata komitmen SD Mumtaz dalam mengusung semangat world class education yang ramah dan inklusif. Pendidikan berstandar global ini menempatkan setiap anak—tanpa terkecuali—memiliki hak serta ruang yang sama untuk berkembang sesuai potensinya.

Di bawah komando tentor utama Qotrunada Nawarroh S.Pd., anak-anak diajak mengolah imajinasi menjadi karya visual. Aktivitas menggunting, menempel, meraba beragam tekstur bahan, hingga menyusun pola sengaja dirancang untuk menstimulasi saraf sensori serta kemampuan motorik halus siswa.

Namun, mengondisikan kelas inklusi tentu menyimpan tantangan tersendiri. Karena itu, kehadiran Guru Pendamping Khusus (GPK) menjadi pilar penting yang ikut mendampingi siswa secara intensif di samping instruktur utama.

Cicilia, salah seorang GPK yang mendampingi siswa, menuturkan dinamika di lapangan. Menurutnya, respons para siswa sangat beragam dan kerap tak terduga.

“Anak-anak di kelas talent ini memang kadang suka tantrum atau mendadak tidak mau berkegiatan. Namun, dengan sentuhan lembut dan pendekatan humanis, para siswa secara perlahan akan dapat terkondisikan kembali,” ungkap Cicilia di sela pendampingan.

SMPM 5 Pucang SBY

Pendekatan hati ke hati itulah yang menjadi kunci. Ketika emosi siswa mulai terurai, mereka kembali fokus menuntaskan karya kerajinan tangannya.

Di sinilah letak pendidikan karakter yang sesungguhnya. Kegiatan handicraft tak sekadar mengejar hasil karya yang indah secara estetis, melainkan menggembleng mentalitas siswa. Karakter kesabaran, ketekunan, kemandirian, dan pantang menyerah ditempa di sepanjang proses pembuatan.

Setiap helai kain flanel, potongan kertas warna-warni, hingga manik-manik yang berhasil terpasang menjadi bukti kemenangan kecil bagi para siswa ABK. Mereka belajar mengendalikan diri sekaligus bangga atas buah karya sendiri.

Melalui perpaduan stimulasi fisik, penguatan karakter, dan pelayanan berstandar dunia, SD Mumtaz menegaskan komitmennya: tidak ada anak yang tertinggal. Di kelas Talent Handicraft, anak-anak inklusi diajak berdiri tegak, percaya diri, dan siap mengukir prestasi dengan warna keunikannya masing-masing. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 22/09/2026 15:27
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu