Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ponorogo Kota, Drs. H. Bambang Dri Atmojo, M.Pd., menekankan empat prinsip yang perlu menjadi pegangan dalam perjuangan Muhammadiyah, yakni kaderisasi, penguatan ilmu, kebersamaan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam pemaparan Best Practice: CRM Award PP Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, Bambang mengajak peserta melihat pengembangan masjid bukan semata-mata sebagai upaya meraih penghargaan, melainkan bagian dari perjuangan Persyarikatan yang harus memberikan manfaat nyata.
Ia menyampaikan, capaian yang diraih PCM Ponorogo Kota bersama Masjid Baitul Mukhlisin merupakan hasil perjalanan panjang. Proses tersebut dilalui melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari tingkat daerah hingga nasional.
Bambang mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diperoleh menjadi salah satu hasil dari ikhtiar bersama dalam mengembangkan amal usaha Muhammadiyah.
Namun, ia mengingatkan bahwa perjuangan tidak boleh berhenti pada pencapaian prestasi. Ada sejumlah prinsip yang harus terus dijaga agar gerakan Muhammadiyah dapat berkembang dan berkelanjutan.
Empat prinsip perjuangan
Prinsip pertama adalah kaderisasi. Menurut Bambang, keberlanjutan perjuangan membutuhkan proses pengaderan yang terus dilakukan agar estafet kepemimpinan dan pengabdian dalam Persyarikatan dapat berjalan.
Kedua, penguatan ilmu. Kader dan pengelola amal usaha perlu terus belajar serta meningkatkan pengetahuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi. Ilmu menjadi bekal dalam menentukan langkah dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ketiga, kebersamaan. Bambang menegaskan bahwa perjuangan tidak dapat dilakukan seorang diri.
“Kita tidak bisa berjuang sendiri-sendiri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perjuangan secara kolektif dengan melibatkan berbagai pihak. Kebersamaan diperlukan agar program yang dijalankan tidak hanya bertumpu pada individu, tetapi menjadi gerakan bersama yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Prinsip keempat adalah kemanfaatan. Setiap ikhtiar yang dilakukan Muhammadiyah diharapkan memberikan dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Bambang mengaitkan prinsip tersebut dengan perkembangan amal usaha dan kegiatan masjid. Menurutnya, keberhasilan perjuangan dapat dilihat dari semakin berkembangnya pelayanan dan manfaat yang diberikan kepada jamaah maupun masyarakat sekitar.
Prestasi sebagai bagian dari perjuangan
Bagi PCM Ponorogo Kota, capaian dalam ajang penghargaan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam mengembangkan masjid. Penghargaan bukan tujuan akhir, melainkan salah satu hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja sama dan pengabdian.
Prinsip kaderisasi, ilmu, kebersamaan, dan kemanfaatan tersebut dapat menjadi pijakan bagi pengelola masjid dalam menjalankan program. Dengan demikian, kegiatan masjid tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan organisasi dan kebutuhan masyarakat.
Bambang berharap perjuangan Muhammadiyah terus menghadirkan manfaat melalui amal usaha dan berbagai kegiatan yang dijalankan.
Ia menutup pemaparannya dengan menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan dan perjuangan tersebut. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments