Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kunci Falah, Iman Harus Membimbing Seluruh Aktivitas

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Ustaz Adi Hidayat Ungkap Kunci Falah, Iman Harus Membimbing Seluruh Aktivitas
KonseUstaz Adi Hidayat menyampaikan taudiyah di Masjid Al-Falah Darmo Surabaya.
BANNER RSI AISYIYAH MALANG

Kesuksesan dalam Islam tidak hanya diukur dari keberhasilan meraih kekayaan, jabatan, atau prestasi. Lebih dari itu, kesuksesan harus berjalan bersama kebahagiaan, ketenangan hidup, dan kedekatan kepada Allah SWT.

Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Adi Hidayat, Lc, MA menjelaskan bahwa konsep tersebut terangkum dalam istilah falah, yakni keberhasilan yang menyatukan kesuksesan dan kebahagiaan.

Pesan itu dia sampaikan dalam kajian di Masjid Al-Falah dengan menguraikan petunjuk Al-Quran tentang jalan meraih kehidupan yang berkemajuan dan diberkahi.

Menurut Ustaz Adi Hidayat (UAH), Islam tidak sekadar mengajak umat mencapai keberhasilan, tetapi juga mengingatkan mereka lima kali sehari melalui seruan azan.

“Hayya alal falah. Mari kita sukses, mari kita bahagia,” tuturnya seperti dilansir di kanal Youtube suaramuslimtv.

UAH menjelaskan, kata fauz menggambarkan keberhasilan, sedangkan kebahagiaan dapat diungkapkan melalui istilah farah. Namun, keberhasilan dan kebahagiaan tidak selalu hadir bersamaan.

Seseorang bisa sukses dalam pekerjaan, tetapi belum tentu bahagia dalam kehidupan keluarga. Sebaliknya, seseorang dapat merasa bahagia meskipun belum mencapai keberhasilan yang diharapkan.

Karena itu, Islam menawarkan konsep falah yang menggabungkan keduanya.

“Ketika kedua makna itu digabungkan, kata yang mewakilinya dalam bahasa Arab disebut falah,” jelasnya.

Konsep ini, lanjutnya, berlaku dalam seluruh bidang kehidupan. Seorang ayah diharapkan menjadi pribadi yang sukses sekaligus membahagiakan keluarganya.

Seorang ibu diharapkan membawa kebahagiaan dalam rumah tangga. Begitu pula pengusaha, dosen, dan mahasiswa yang menjalankan aktivitasnya dengan orientasi keberhasilan dan kebahagiaan.

Menurut UAH, azan menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas manusia perlu diarahkan pada tujuan tersebut.

Al-Quran Mengubah Kehidupan dan Peradaban

UAH  kemudian menjelaskan bagaimana Al-Quran menjadi pedoman perubahan kehidupan manusia.

Dia mengingatkan, Al-Quran turun di tengah masyarakat Arab yang saat itu menghadapi berbagai persoalan sosial.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Masyarakat yang sebelumnya mengalami keterbelakangan kemudian mengalami perubahan melalui bimbingan Al-Quran dan penjelasan Rasulullah saw.

Perubahan itu, menurutnya, tidak berhenti pada kehidupan individual. Ketika ajaran Al-Quran dibawa oleh para sahabat ke berbagai wilayah, nilai-nilai Islam turut membentuk perkembangan masyarakat.

Dia mencontohkan perkembangan wilayah Irak, Mesir, Afrika Utara, hingga Andalusia yang menjadi bagian dari sejarah peradaban Islam.

“Allah ingin menunjukkan betapa kuatnya Al-Quran jika dipelajari dengan benar,” ujarnya.

UAH mengaitkan pesan tersebut dengan Surah Ali Imran ayat 110 yang menyebut umat Islam sebagai khaira ummah, umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia.

Menurutnya, predikat umat terbaik bukan sekadar identitas, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan kebaikan melalui kehidupan yang berpedoman pada Al-Quran.

Dalam kajian tersebut, UAH juga menjelaskan makna nama masjid yang menggunakan istilah sifat, seperti Al-Falah, At-Taqwa, dan Al-Ikhlas.

Menurutnya, penamaan masjid dengan sifat-sifat tersebut mengandung harapan agar jamaah mewujudkan nilai yang menjadi nama tempat ibadahnya.

Masjid At-Taqwa, misalnya, diharapkan melahirkan jamaah yang semakin bertakwa. Masjid Al-Ikhlas diharapkan membentuk pribadi yang semakin tulus.

Begitu pula Masjid Al-Falah. Jamaah yang datang tidak cukup hanya melaksanakan ibadah, tetapi diharapkan membawa semangat keberhasilan dan kebahagiaan dalam kehidupan setelah meninggalkan masjid.

“Di Masjid Al-Falah, diharapkan setelah meninggalkan masjid ini, kita membawa semangat falah ke dalam hidup kita,” tuturnya.

Dia menegaskan, tujuan tersebut tidak cukup dicapai dengan mengucapkan amin. Nilai-nilai yang dipelajari di masjid harus diwujudkan dalam perilaku dan aktivitas sehari-hari.

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 08/11/2026 17:09
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu