Kelompok Bermain (KB) Cahaya ‘Aisyiyah PPS sukses menggelar kegiatan penyuluhan parenting bagi para wali murid. RS Grha Husada Petrokimia Gresik bekerja sama dengan KB Cahaya Aisyiyah menggelar kegiatan ini dengan mengusung tema menarik dan penting bagi tumbuh kembang anak, yakni ”Stop Saying No All The Time”.
Kegiatan ini diselenggarakan di TPQ At-Taqwa PPS, yang mana dihadiri oleh Kepala Sekolah, serta wali murid dengan antusiasme tinggi untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru untuk tumbuh kembang anak (5/11/2026).
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah KB Cahaya ‘Aisyiyah, Bunda Suci Andan Arum, S.Pd., yang menyampaikan pentingnya sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi masa emas pertumbuhan dan perkembangan anak.
Memasuki acara inti, mama Aluna selaku MC mempersilakan pemateri utama yakni dr. Aldhito Zafi Priyangga untuk memaparkan materi utama yakni terkait berbagai aspek penting tumbuh kembang anak, yang mana meliputi aspek kecerdasan, motorik kasar dan motorik halus, perilaku wicara, hingga pentingnya skrining tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, dr. Aldhito menekankan agar orang tua lebih bijak dalam membatasi penggunaan kata “tidak” atau “jangan” kepada anak.
“Ucapkan kata ‘no’ atau ‘tidak’ hanya pada tiga hal utama yang tentu tergantung pada kesepakatan orang tua di rumah, seperti contoh dalam aspek agama, sopan santun serta tata krama, hingga dalam aspek akademis,” ujar dr. Aldhito Zafi di hadapan para wali murid.
Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman orang tua dalam memberikan reward (penghargaan) dan punishment (hukuman) yang tepat, serta bagaimana membangun bounding (ikatan emosional) yang kuat melalui kegiatan storytelling (bercerita).
Selain itu, dr. Aldhito menegaskan ancaman gadget yang dapat berdampak buruk jika sudah mulai mengambil alih kehidupan sehari-hari anak.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Para wali murid memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung mengenai berbagai tantangan pengasuhan sehari-hari serta tumbuh kembang anak.
Salah satu wali murid, Mama Amanda, menyampaikan kegelisahannya terkait perbedaan perilaku komunikasi anaknya di rumah dan di lingkungan sekolah.
“Dok anak saya itu kalau di rumah mau bicara, tapi kalau di lingkungan sekolah dan ketemu banyak orang, kok jadi kurang interaksinya ya dok? Kira-kira itu kenapa ya?,” tanya Mama Amanda.
Menanggapi hal tersebut, dr. Aldhito menjelaskan bahwa setiap anak memiliki proses adaptasi yang berbeda-beda hingga dewasa nantinya, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Menurutnya, hal tersebut tidak selalu berbahaya selama tidak mengganggu perkembangan mental dan akademis anak.
Pertanyaan lain juga datang dari Mama Yonna dan Mama Sarah yang berkonsultasi seputar stimulasi wicara.
“Anak saya aktif, ketika bicara juga lancar tapi sampai sekarang belum bisa ngomong R, kira-kira ada stimulasi dirumah yang bisa membantu anak agar segera bisa ngomong R kah dok?,” tanya Mama Yonna dalam sesi tanya jawab.
Menanggapi hal tersebut, dr. Aldhito menjelaskan bahwa jika terdapat kendala dalam kemampuan pelafalan huruf R, hal itu bisa dioptimalkan melalui kemampuan motorik kasar maupun halus. Namun, jika membutuhkan stimulasi khusus, orang tua dapat membawanya ke terapis wicara setelah melakukan skrining terlebih dahulu.
Tak kalah antusias, Mama Sarah juga turut berkonsultasi mengenai kondisi bicara anaknya.
“Anak saya kadang terbata-bata ketika berbicara tapi kadang tidak selalu begitu, dari mana kita tau motorik anak sudah oke atau belum, apakah perlu dilakukan terapi wicara?,” tanya Mama Sarah dengan rasa antusiasnya.
Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Aldhito menegaskan bahwa tidak semua kondisi bisa langsung dianggap sebagai masalah. Orang tua dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar memerlukan penanganan khusus atau tidak.
Menanggapi hal tersebut, dr. Aldhito menyarankan agar orang tua mengoptimalkan stimulasi motorik terlebih dahulu, melakukan skrining, serta tidak langsung menganggap setiap dinamika tumbuh kembang sebagai sebuah masalah serius tanpa pengecekan profesional.
Menjelang pukul 10.00 WIB, rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan para orang tua di KB Cahaya ‘Aisyiyah PPS semakin teredukasi dalam mengoptimalkan empat kecerdasan anak sebelum usia 7 tahun, sekaligus membimbing moral anak dengan penuh kelembutan.(*)






0 Tanggapan
Empty Comments