Dering telepon pada waktu tertentu menjadi pengingat bagi siswa SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz), Sidoarjo, untuk menunaikan salat tepat waktu. Melalui program Kring Halo Salat, sekolah berupaya membangun kebiasaan beribadah siswa melalui panggilan telepon maupun pesan suara dari wali kelas.
Program yang diinisiasi Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) SD Mumtaz ini mulai dilaksanakan pada Sabtu–Ahad (7–8/11/2026). Selanjutnya, kegiatan tersebut dijadwalkan rutin setiap akhir pekan sebagai bagian dari pembiasaan ibadah peserta didik di rumah.
Pelaksanaannya dibagi menjadi dua kelompok. Siswa kelas I–III mendapat pengingat salat Isya setiap Sabtu pukul 18.30 WIB. Sementara itu, siswa kelas IV–VI menerima pengingat salat Subuh setiap Ahad pukul 03.30 WIB.
Melalui pembagian jadwal tersebut, sekolah berharap siswa terbiasa menjalankan ibadah sesuai waktunya sekaligus belajar disiplin dan bertanggung jawab.
Siswa Antusias Menunggu Panggilan
Antusiasme program ini terlihat dari pengalaman Shanum Maysoora, siswa kelas II F SD Mumtaz. Ia mengaku tidak sabar menunggu panggilan dari wali kelasnya. Bahkan, sejak waktu Maghrib, Shanum sudah bersiap untuk menyampaikan bahwa dirinya telah menunaikan salat Maghrib dan akan melanjutkan dengan salat Isya.
Bagi Shanum, panggilan guru bukan sekadar pengingat waktu ibadah, tetapi juga kesempatan untuk berbagi cerita tentang kebiasaan baik yang dilakukannya di rumah.
Semangat serupa ditunjukkan Emir Ibrahim Maulana Wardhana, siswa kelas IV G. Ia merasa lebih bersemangat bangun pagi dan menunaikan salat Subuh setelah mendapat panggilan dari wali kelasnya.
Wali kelas IV, Hilda Azizah Awik, S.Pd., menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, perhatian sederhana melalui panggilan telepon dapat memotivasi siswa untuk bangun lebih awal dan membiasakan salat tepat waktu. Program ini juga menjadi sarana mempererat hubungan guru dan peserta didik di luar kegiatan pembelajaran.
Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Pelaksanaan program dilakukan melalui panggilan telepon atau pesan suara (voice note) di grup kelas. Wali kelas mengawali komunikasi dengan salam dan sapaan, kemudian mengingatkan siswa untuk mempersiapkan diri menunaikan salat. Respons siswa selanjutnya dicatat sebagai bahan pemantauan.
Hasil kegiatan direkap setiap bulan oleh wali kelas dan disampaikan kepada Bidang AIK untuk dievaluasi. Sekolah juga menyiapkan apresiasi bagi siswa yang konsisten mengikuti program.
Keterlibatan orang tua turut menjadi faktor penting. Mereka diharapkan mendampingi dan memberikan teladan agar anak terbiasa beribadah tanpa harus selalu diingatkan.
Melalui Kring Halo Salat, SD Mumtaz ingin menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap ibadah. Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari respons siswa terhadap panggilan, tetapi juga tumbuhnya kesadaran untuk melaksanakan salat atas kemauan sendiri. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments