Kobaran api perlahan membesar di tengah halaman SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix), Sabtu (7/11/2026) malam. Cahaya hangat menerangi wajah para siswa yang berdiri melingkar mengikuti upacara api unggun Perkemahan Sabtu Ahad (Persada) Hizbul Wathan Qobilah SD Musix.
Dipimpin oleh Farid Hakim, S.Pd., momen api unggun menjadi simbol kobaran semangat, kebersamaan, dan persaudaraan antarpandu Athfal.
Persada berlangsung selama dua hari, Sabtu–Ahad (7–8/11/2026), diikuti siswa kelas 3 dan 4. Didampingi enam guru kelas serta puluhan pembina, kegiatan bertema “Peduli, Mandiri, dan Berprestasi” ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar nyata di luar kelas.
Belajar Mandiri Melalui Praktik Langsung
Sejak Sabtu siang, para peserta mengikuti serangkaian agenda padat, mulai dari registrasi, upacara pembukaan, penandatanganan kontrak perkemahan, hingga materi Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan struktur kepanduan Hizbul Wathan.
Usai salat Asar, peserta mengikuti tadabur alam serta kreasi membuat rujak buah secara berkelompok guna melatih kerja sama tim dan kemandirian.
Malam harinya, suasana semakin meriah dengan upacara api unggun dan panggung inagurasi kreativitas tiap kelas. Kegiatan berlanjut hingga Ahad dini hari melalui salat tahajud dan Subuh berjamaah, senam pagi, sarapan bersama, serta outbound. Rangkaian acara diakhiri dengan pengukuhan Tanda Kecakapan Tingkat (TKT) dan upacara penutupan.
Membentuk Karakter Pandu Athfal
Kaur Kesiswaan SD Musix, Ninik Nurfarida, S.Pd., menyampaikan bahwa Persad bukan sekadar kegiatan menginap di sekolah, melainkan sarana efektif pembentukan karakter anak.
“Selama dua hari, anak-anak mengikuti perkemahan dengan penuh semangat dan keceriaan. Kegiatan ini diharapkan membentuk pribadi yang lebih mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki jiwa kepemimpinan tangguh, serta berakhlak mulia,” tutur Ninik.
Melalui kebersamaan ini, para siswa diajak belajar saling membantu, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan tantangan secara bergotong royong. Pengalaman selama Persada diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments