Lima siswi SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (Mudri) Gresik berhasil mencuri perhatian melalui penampilan tari tradisional dalam ajang SebumiFest 2026. Membawakan Tari Rupo Kembyang dari Banyuwangi, grup Sekar Aruna berhasil lolos ke babak final lomba tari tradisional yang diselenggarakan SMP Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik (Spemia).
Kegiatan yang dikemas dalam Pekan Seni Budaya, Bahasa, Media Digital, dan Inovasi ini berlangsung di aula lantai 1 Spemia, Tenaru, Driyorejo, Gresik, Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 10.30 WIB.
SebumiFest 2026 mengusung tema Harmony of Culture, Language, Creativity and Entrepreneurship. Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua cabang perlombaan, yakni baca puisi dan tari tradisional. Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap seni dan budaya Nusantara.
Grup Sekar Aruna terdiri dari lima siswi kelas V Germany, yaitu Wafa Alisha, Anindya Jamilah S, Anisa Widya S, Skye Jeshanum R, dan Clarisa Julietta Y. Dengan mengenakan kostum tari tradisional, kelima siswi tampil membawakan Tari Rupo Kembyang dari Banyuwangi. Gerakan yang kompak, ekspresi, serta keselarasan penampilan membuat mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan dewan juri dan peserta lainnya.
Debbie Chintya Rose, S.Pd selaku kepala SD Mudri turut hadir mendampingi anak didiknya sejak pagi hari.
“Anak – anak sudah berlatih dan berusaha sampai di titik ini. Menyisihkan banyak sekali peserta hingga akhirnya bisa masuk ke babak final ini,” tutur nya.
Dyah Fitri Hastutik, S.Pd selaku guru pendamping sekaligus guru tari SD Mudri juga hadir bersama grup bimbingannya.
Penampilan para peserta dinilai oleh tiga juri, yaitu Lutvi Wulansari, S.Pd., Ainin Nurul Hayati, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Welly Suryandoko, S.Pd., M.Pd., dosen Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Welly, sapaan akrabnya, mengaku senang ketika dihubungi Humas Spemia untuk menjadi salah satu juri dalam kegiatan tersebut.
“Saya bangga melihat anak – anak yang membacakan puisi karya sendiri dan anak-anak yang membawakan tari pada lomba tari ini dibawakan apik sekali setingkat jenjang SD/MI,” ungkapnya.
Menurutnya, SebumiFest 2026 merupakan kegiatan positif yang mampu menstimulasi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan sikap menghargai budaya bangsa.
Keberhasilan Sekar Aruna melaju ke babak final menjadi pengalaman membanggakan bagi kelima siswi. Lebih dari sekadar kompetisi, kesempatan ini menjadi sarana belajar tentang keberanian, kerja sama, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap warisan budaya Indonesia.
Melalui SebumiFest 2026, Spemia turut memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjaga keberagaman budaya bangsa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments