Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidoarjo menggenjot digitalisasi administrasi organisasi melalui percepatan migrasi Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) konvensional ke bentuk elektronik atau e-KTAM. Sebanyak 40 peserta yang mewakili 20 Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Sidoarjo mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi SatuMu, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor PCM Sidoarjo mulai pukul 16.00 WIB ini bertujuan membekali agen dan verifikator tingkat ranting agar mampu membantu warga Muhammadiyah melakukan migrasi data keanggotaan.
Ketua PCM Sidoarjo, Noerwachid Soeprijanto, S.Ak., yang akrab disapa Wachid, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa aplikasi SatuMu dikembangkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengintegrasikan data organisasi dalam satu platform.
“Aplikasi ini dibuat oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tujuan memusatkan data menjadi satu di sebuah platform,” ujarnya.
Menurut Wachid, sistem tersebut akan memudahkan pengelolaan dan akses informasi administrasi organisasi.
Sesi pertama dipandu Abdurrahman Sholeh, Agen SatuMu tingkat cabang sekaligus Bendahara PCM Sidoarjo. Ia memberikan pendampingan aktivasi e-KTAM bagi agen dan verifikator. Sholeh menyebut sebagian besar peserta belum melakukan migrasi sehingga praktik langsung menjadi fokus utama.
“Saya melihat sebagian besar belum migrasi dari KTAM menjadi e-KTAM. Maka dari itu, sore ini saya memandu semua peserta yang hadir hari ini untuk migrasi data,” jelasnya.
Setelah jeda salat Magrib dan makan malam, kegiatan berlanjut dengan materi dari Imam Ahmadi, Ketua Tim Operator SatuMu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo. Ia memaparkan perbedaan tugas agen dan verifikator serta meminta peserta aktif mendampingi warga di wilayah masing-masing.
“Panjenengan semua yang hadir di sini nanti bertugas untuk membantu warganya agar bisa segera migrasi data ke e-KTAM melalui aplikasi MASA,” tuturnya.
Aplikasi SatuMu
Materi berikutnya disampaikan Moch. Fauzan, S.Kom., M.Kom., anggota Majelis Pustaka, Informatika dan Digitalisasi PDM Sidoarjo sekaligus dosen Informatika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Ia memperkenalkan fitur aplikasi SatuMu dan menyampaikan bahwa aktivasi e-KTAM di Kabupaten Sidoarjo belum berjalan masif.
“Masih sekitar 1.100 warga Muhammadiyah di Sidoarjo yang sudah mengaktifkan e-KTAM,” ungkapnya.
Fauzan juga membuka ruang komunikasi bagi agen dan verifikator yang menghadapi kendala teknis. Permasalahan tersebut dapat disampaikan kepadanya untuk dikoordinasikan dengan tim tingkat wilayah maupun pusat.
Dalam sesi tanya jawab, Mahmudi dari PRM Blurukidul mempertanyakan cara meyakinkan warga agar bersedia melakukan migrasi data sekaligus membayar iuran e-KTAM. Menanggapi hal itu, Imam Ahmadi menegaskan bahwa partisipasi warga harus dilandasi kesadaran dan keikhlasan, bukan paksaan.
“Selama ini Muhammadiyah tidak pernah memaksa siapa pun untuk ber-Muhammadiyah. Jadikan iuran itu berupa ladang amal jariyah kita. Jika memang tidak mampu, maka jangan memengaruhi warga lainnya yang ingin beramal jariyah,” jawabnya.
Menjelang penutupan, Wachid menargetkan seluruh migrasi KTAM ke e-KTAM di wilayah Kecamatan Sidoarjo dapat diselesaikan selama November 2026. Ia meminta kesanggupan para agen dan verifikator untuk mengajak warga melakukan migrasi pada bulan tersebut. Seluruh peserta pun menjawab serentak, “InsyaAllah.”
Kegiatan ditutup dengan foto bersama. PCM Sidoarjo berharap para agen dan verifikator di setiap ranting dapat menjadi penggerak percepatan aktivasi e-KTAM sekaligus mewujudkan administrasi organisasi yang lebih terintegrasi melalui aplikasi SatuMu. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments