Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Keseruan Perayaan Topik Binatang di TK Aisyiyah 36 PPI: Dari Anabul Lucu Hingga Mengenal Ular Gendhis

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -

Suasana TK Aisyiyah Bustanul Athfal 36 Perumahan Pongangan Indah (PPI) Manyar, Gresik, tampak berbeda dan penuh keceriaan pada Senin (21/9/2026). Para murid diajak mengenal dunia satwa secara lebih dekat melalui kegiatan perayaan topik binatang yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.

Sejak pagi hari, raut wajah antusias dan penasaran sudah terpancar dari para siswa. Mereka diberi kesempatan membawa hewan peliharaan kesayangan dari rumah, mulai dari kucing, hamster, kura-kura, burung, anak ayam, hingga ikan. Dengan bangga, para murid memperkenalkan peliharaan mereka kepada teman-teman dan para ustazah.

Rangkaian acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan sapaan hangat dari Ustazah Nur Lailah, S.Pd. Setelah menyapa anak-anak, pembacaan ikrar bersama, dan doa di kelas masing-masing, kegiatan dilanjutkan dengan menghadirkan tamu spesial.

Hadirkan Hewan Eksotis dari Komunitas Pecinta Satwa

Untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, pihak sekolah mengundang komunitas pecinta dan pemerhati binatang yang dipimpin oleh Fanani Fajar Maulana beserta timnya. Kehadiran komunitas ini membawa berbagai jenis hewan eksotis yang langsung menyita perhatian seluruh warga sekolah. Bebeberapa satwa yang dikenalkan di antaranya kura-kura, gecko, hingga ular sanca kembang (piton) bernama “Gendhis”.

Dalam sesi pengenalan, Kak Fanani menjelaskan perbedaan menarik antar-satwa. Salah satunya adalah perbedaan kura-kura Sulcata asal gurun Afrika yang dibawa komunitas dengan kura-kura Brazil milik Muhammad Israfil Romeo Ar Razaq, murid dari kelompok As-Syams.

“Kura-kura Sulcata memakan sayur dan rumput. Berbeda dengan kura-kura Brazil yang hidup di dua alam (air dan darat) serta mengonsumsi pelet, ikan kecil, serangga, dan sedikit sayur. Perbedaan paling mencolok ada pada kakinya, di mana kura-kura Brazil memiliki selaput khusus untuk berenang,” terang Kak Fanani.

Dengan pendampingan yang sabar dan aman dari tim komunitas, anak-anak diajak berinteraksi langsung—mulai dari mengelus tempurung kura-kura hingga menyentuh kulit ular.

SMPM 5 Pucang SBY

Memicu Rasa Ingin Tahu dan Emosional Anak

Sesi interaktif ini memicu tingginya rasa ingin tahu para murid. Berbagai pertanyaan polos dan kritis bermunculan dari para siswa. Jesna Hafizah Trixie Winona dari kelompok Ad-Dhuha bertanya, “Mengapa ular itu tubuhnya panjang?” Sementara Arsy Medina Azzahra Tirta menanyakan alasan ular bisa berganti kulit.

“Ular memiliki tubuh panjang agar bisa melilit dengan kuat. Ular juga berganti kulit karena tubuhnya terus membesar, sehingga membutuhkan kulit baru yang muat, sebab kulit lamanya tidak bisa melar,” jelas Kak Fanani dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.

Kepala TK Aisyiyah 36 PPI, Iffah Nihayati, S.Psi., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang berkesan (meaningful learning).

“Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman sensori langsung. Ini melatih keberanian, rasa percaya diri, tanggung jawab, serta mengembangkan rasa ingin tahu mereka. Lebih dari itu, anak-anak belajar bahwa binatang adalah makhluk ciptaan Allah yang perlu disayangi, dirawat, dan diperlakukan dengan baik,” ujar Iffah.

Keseruan acara perayaan topik binatang ini ditutup dengan sesi foto bersama tiap kelompok murid, para ustazah, serta tim komunitas pecinta binatang bersama satwa-satwa eksotis yang menjadi “bintang” pada hari itu. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 22/09/2026 15:06
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu