Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belajar Demokrasi dari Sekolah, Siswa SD Mutu Paiton Pilih Ketua IPM Kids

Iklan Landscape Smamda
Belajar Demokrasi dari Sekolah, Siswa SD Mutu Paiton Pilih Ketua IPM Kids
Belajar Demokrasi dari Sekolah, Siswa SD Mutu Paiton Pilih Ketua IPM Kids. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Belajar demokrasi tidak selalu harus melalui buku dan penjelasan di kelas. Siswa SD Muhammadiyah 1 Paiton mendapat kesempatan untuk mengalaminya secara langsung melalui Pemilihan Ketua IPM Kids, Senin (21/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB di ruang kelas 5 Saudi Arabia B dan Laboratorium Komputer SD Muhammadiyah 1 Paiton tersebut diikuti siswa kelas 4, 5, dan 6. Ustadz dan ustadzah juga turut berpartisipasi memberikan suara.

Seperti pelaksanaan tahun sebelumnya, Pemilu IPM Kids tahun ini menggunakan sistem electronic voting (e-voting). Para pemilih memberikan suara secara digital melalui perangkat komputer yang telah disiapkan panitia.

Penggunaan e-voting membuat proses pemilihan menjadi lebih praktis sekaligus mengenalkan kepada siswa pemanfaatan teknologi dalam kegiatan organisasi dan pengambilan keputusan. Siswa tidak hanya belajar menentukan pilihan, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengikuti proses pemilihan dengan sistem digital.

Lima siswa maju sebagai calon Ketua IPM Kids. Mereka adalah Aqifa Naila Zahira dari kelas 5 Saudi Arabia B, Arzanka Rafif dari kelas 5 Saudi Arabia A, Shanaya Anjeli Mashel dari kelas 4 Inggris A, Niswatul Maalihah dari kelas 4 Inggris A, dan Adam Al Hamizan dari kelas 4 Inggris B.

Sebelum memberikan suara, para pemilih terlebih dahulu mengenal visi dan misi yang dibawa masing-masing calon.

Aqifa Naila Zahira mengusung visi menjadikan sekolah semakin seru, bersih, dan ramah bagi semua murid. Ia membawa misi menjaga kebersihan, mengadakan kegiatan dan lomba antarkelas, membangun pertemanan tanpa pilih-pilih, serta menyampaikan ide murid kepada guru.

Arzanka Rafif membawa visi menjadi pelajar Muhammadiyah yang beriman, berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. Ia juga mengajak teman-temannya untuk aktif, kreatif, berprestasi, dan saling peduli.

Sementara itu, Shanaya Anjeli Mashel mengusung visi menjadikan IPM Kids sebagai organisasi yang aktif, kreatif, disiplin, dan penuh semangat untuk menciptakan Sobat MUTU yang berakhlak mulia, berprestasi, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.

Niswatul Maalihah membawa visi menjadikan IPM Kids sebagai organisasi yang aktif, kreatif, berakhlak, dan berprestasi. Ia menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, kreativitas, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kegiatan positif, Islami, dan menyenangkan.

Adapun Adam Al Hamizan mengusung visi menjadikan IPM Kids sebagai wadah untuk membentuk pelajar yang beriman, berakhlak mulia, percaya diri, dan mampu menjadi teladan. Ia juga ingin meningkatkan semangat beribadah dan belajar agama, membiasakan perilaku sesuai ajaran Islam, serta melatih keberanian dan jiwa kepemimpinan siswa.

Belajar Menentukan Pilihan

Setelah mengenal calon dan gagasan yang mereka bawa, para siswa menentukan pilihannya melalui sistem e-voting. Proses ini menjadi pengalaman bagi siswa untuk belajar mempertimbangkan gagasan sebelum memberikan suara.

Ada yang sudah yakin dengan pilihannya. Ada pula yang masih mempertimbangkan sebelum menentukan pilihan. Perbedaan pilihan pun menjadi bagian dari proses belajar.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa pilihan seseorang tidak harus sama dengan pilihan temannya. Mereka juga belajar menghargai keputusan orang lain.

SMPM 5 Pucang SBY

Pesan “Berbeda pilihan bukan berarti berbeda pertemanan” menjadi salah satu nilai penting dalam kegiatan tersebut. Setelah memberikan suara, para siswa tetap dapat bermain, belajar, dan bekerja sama seperti biasa.

Belajar Demokrasi dari Sekolah, Siswa SD Mutu Paiton Pilih Ketua IPM Kids
Belajar Demokrasi dari Sekolah, Siswa SD Mutu Paiton Pilih Ketua IPM Kids. (Istimewa/PWMU.CO)

113 Suara untuk Lima Calon

Melalui e-voting, tercatat 113 suara yang masuk dalam pemilihan Ketua IPM Kids. Hasil tersebut kemudian menjadi dasar penetapan ketua terpilih.

Calon nomor urut 2, Arzanka Rafif, memperoleh 63 suara atau 55,75 persen.

Calon nomor urut 1, Aqifa Naila Zahira, memperoleh 17 suara (15,04 persen). Jumlah yang sama juga diperoleh calon nomor urut 3, Shanaya Anjeli Mashel, yakni 17 suara (15,04 persen).

Sementara itu, calon nomor urut 4, Niswatul Maalihah, memperoleh 7 suara (6,19 persen) dan calon nomor urut 5, Adam Al Hamizan, memperoleh 9 suara (7,96 persen).

Berdasarkan hasil penghitungan tersebut, Arzanka Rafif ditetapkan sebagai Ketua IPM Kids terpilih. Setelah pengumuman, ia menyampaikan sambutan di hadapan para pemilih.

Belajar Menjadi Pemimpin

Bagi kelima calon, pemilihan ini juga menjadi ruang untuk belajar kepemimpinan. Mereka berlatih menyampaikan visi dan misi, berbicara di hadapan orang lain, serta memperkenalkan gagasan yang ingin diwujudkan.

Pengalaman tersebut mengajarkan bahwa menjadi pemimpin bukan hanya tentang mendapatkan suara. Ada amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan setelah memperoleh kepercayaan.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia di bawah penanggung jawab Juwariyah, S.Si., M.Pd. dan Irhamni Lailatul M., S.P., S.Pd. Kepanitiaan diketuai Samsul Huda, S.Pd., dengan Diana Manzilatul Hasanah, S.Psi. sebagai sekretaris dan Aqidah Alan Nisa’, S.Pd. sebagai bendahara.

Pemilu IPM Kids SD Mutu Paiton menjadi salah satu ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kepemimpinan secara nyata. Mereka belajar mendengarkan gagasan, menentukan pilihan, memanfaatkan teknologi, menghargai perbedaan, dan menerima hasil pemilihan.(*)

Revisi Oleh:
  • Zahrah Khairani Karim - 22/09/2026 14:42
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu