Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN UMG Bantu Desa Ngabar Susun Peta Wilayah

Iklan Landscape Smamda
KKN UMG Bantu Desa Ngabar Susun Peta Wilayah
Proses pelaksanaan program kerja Pembuatan Peta Desa Ngabar oleh mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik bersama Pemerintah Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, sebagai upaya menyediakan media informasi wilayah dan mendukung kebutuhan administrasi serta perencanaan pembangunan desa (Syaifudin Al-Muhajir/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) membantu Pemerintah Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, menyusun peta wilayah desa sebagai media informasi mengenai kondisi dan fasilitas wilayah.

Program pembuatan peta desa tersebut dikerjakan oleh mahasiswa KKN UMG, Ariel dan Farisin Syahmi Thufail Al Khamidi. Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja KKN yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan administrasi dan pengelolaan informasi wilayah Desa Ngabar.

Peta yang disusun memuat sejumlah informasi mengenai wilayah desa, di antaranya batas wilayah, jaringan jalan, fasilitas umum, sarana dan prasarana, serta lokasi penting lainnya. Informasi tersebut disajikan dalam bentuk visual agar lebih mudah digunakan untuk mengenali kondisi wilayah Desa Ngabar.

Diawali Koordinasi dengan Pemerintah Desa

Proses pembuatan peta diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Ngabar. Mahasiswa berdiskusi dengan perangkat desa untuk mengidentifikasi informasi yang diperlukan serta mengetahui kondisi wilayah yang perlu dicantumkan dalam peta.

Koordinasi tersebut mencakup pembahasan mengenai batas administratif, fasilitas umum, jaringan jalan, lingkungan permukiman, dan sejumlah lokasi yang dianggap penting. Informasi dari perangkat desa kemudian menjadi salah satu bahan dalam proses penyusunan peta.

Setelah koordinasi, mahasiswa melakukan pengumpulan data dan informasi wilayah. Proses tersebut dilanjutkan dengan pengamatan langsung terhadap sejumlah lokasi untuk mencocokkan informasi yang diperoleh dengan kondisi di lapangan.

Tahap survei dilakukan dengan meninjau beberapa titik dan fasilitas yang akan dimasukkan ke dalam peta. Langkah tersebut diperlukan agar informasi yang disajikan dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah Desa Ngabar.

Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan disusun secara sistematis. Mahasiswa memperhatikan penempatan objek, nama lokasi, batas wilayah, jaringan jalan, serta unsur pendukung lainnya agar informasi dalam peta dapat dibaca dengan jelas.

Diharapkan Berkelanjutan

Farisin Syahmi Thufail Al Khamidi mengatakan, pembuatan peta desa dilakukan untuk membantu menyusun informasi mengenai wilayah Desa Ngabar secara lebih jelas.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami berharap melalui program kerja pembuatan peta desa ini, informasi mengenai wilayah Desa Ngabar dapat tersusun dengan lebih jelas dan mudah dipahami. Peta ini diharapkan dapat membantu pemerintah desa maupun masyarakat dalam mengenali wilayah serta menjadi salah satu media pendukung dalam perencanaan dan pembangunan desa.”

Selain menjadi media informasi, peta desa dapat membantu pemerintah desa maupun masyarakat mengenali berbagai lokasi yang terdapat di wilayah Desa Ngabar. Informasi mengenai fasilitas umum, sarana pendidikan, tempat ibadah, jalan, dan kawasan permukiman dapat disajikan dalam satu media visual.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa juga melakukan validasi terhadap informasi yang telah dikumpulkan. Pengecekan dilakukan bersama pihak pemerintah desa untuk memastikan data yang dicantumkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

Masukan dari perangkat desa menjadi bahan perbaikan sebelum peta memasuki tahap finalisasi. Proses tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam melakukan pengumpulan data, survei lapangan, pengolahan informasi, serta koordinasi dengan pihak terkait.

Peta Desa Ngabar diharapkan dapat terus diperbarui apabila terdapat perubahan informasi wilayah, seperti pembangunan fasilitas baru, perubahan nama jalan, atau perkembangan lain di desa. Dengan demikian, informasi yang tersedia dapat tetap menyesuaikan kondisi wilayah.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMG dalam membantu kebutuhan informasi dan administrasi desa. Kolaborasi dengan Pemerintah Desa Ngabar juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 03/09/2026 22:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu