Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PDM Sidoarjo: Ranting dan Masjid, Garda Terdepan Gerakan Dakwah

Iklan Landscape Smamda
PDM Sidoarjo: Ranting dan Masjid, Garda Terdepan Gerakan Dakwah
Tim Visitasi di Masjid Al Ikhlash Delta Sari PCM Waru / PWMU.CO
pwmu.co -

Rangkaian Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Kabupaten Sidoarjo 2026 memasuki hari kedua pelaksanaan visitasi lapangan, Selasa (22/9/2026).

Tim Visitasi Panitia Awarding melakukan verifikasi langsung terhadap tiga peserta, yakni Masjid Al Ikhsan Kemiri PCM Sidoarjo, Masjid Al Dakwah PCM Sepanjang, dan Masjid Al Ikhlash Deltasari PCM Waru.

Visitasi tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Kabupaten Sidoarjo 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Ranting dan Masjid sebagai Pusat Dakwah dan Pemberdayaan Umat.”

Ajang yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo melalui Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) ini bukan sekadar memberikan apresiasi kepada ranting dan masjid yang dinilai berprestasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi instrumen untuk melihat secara langsung kondisi, tata kelola, program, dokumentasi, serta kebermanfaatan ranting dan masjid bagi jamaah dan masyarakat.

Pada visitasi hari kedua, tim melakukan pemeriksaan dan pencocokan antara data yang telah diunggah peserta dengan kondisi faktual di lapangan.

Achmad Haris, Sekretaris Awarding Ranting dan Masjid sekaligus Koordinator Tim Visitasi, menjelaskan bahwa proses visitasi menghasilkan berbagai temuan yang menjadi bahan penting dalam proses verifikasi.

“Saat di lapangan, kami mendapatkan banyak temuan terkait ketidaksesuaian dan kekurangan. Salah satunya adalah ketika melakukan verifikasi data peserta dari ranting dan masjid, yaitu mencocokkan antara data yang di-upload dengan kondisi riil di lapangan,” terang Achmad Haris.

Menurutnya, proses tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk menentukan penilaian dalam ajang penghargaan.

Verifikasi lapangan juga menjadi momentum untuk memperkuat database ranting dan masjid Muhammadiyah di Kabupaten Sidoarjo agar semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Data yang diperoleh melalui visitasi diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan program, pemetaan potensi, serta pembinaan ranting dan masjid Muhammadiyah ke depan.

Misbach, M.Pd., Wakil Ketua PDM Sidoarjo Bidang LPCRPM, menegaskan bahwa ranting dan masjid memiliki posisi strategis dalam gerakan Persyarikatan Muhammadiyah.

Menurutnya, ranting merupakan garda terdepan sekaligus ujung tombak gerakan Persyarikatan Muhammadiyah dalam menjalankan misi dakwah Islam yang mencerahkan di tingkat akar rumput.

“Keberhasilan Muhammadiyah dalam membangun, melayani, dan memberdayakan umat sangat ditentukan oleh seberapa kuat peran ranting serta seberapa hidup fungsi masjidnya,” ungkapnya.

Karena itu, pelaksanaan Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Sidoarjo 2026 tidak hanya diarahkan untuk mencari peserta yang layak mendapatkan penghargaan. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses penguatan organisasi di tingkat akar rumput.

Misbach menambahkan, rangkaian Award 2026 kini telah memasuki salah satu tahapan penting, yaitu visitasi lapangan bagi para finalis dan nominator.

Tahapan ini menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas dan tata kelola yang sebelumnya disampaikan melalui data administrasi peserta.

Ada sejumlah hal penting yang menjadi perhatian dalam proses visitasi tersebut.

Pertama, visitasi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan ruang evaluasi. Ajang penghargaan ini dirancang bukan semata-mata sebagai kegiatan seremonial.

SMPM 5 Pucang SBY

Visitasi menjadi ruang objektif untuk mengevaluasi dan memotret kondisi riil di lapangan, sekaligus menjadi sarana belajar bersama mengenai berbagai praktik baik yang telah dilakukan oleh ranting maupun takmir masjid.

Kedua, transformasi dari gerakan aktif menuju gerakan yang tertata. Menurut Misbach, ranting dan masjid yang kuat bukan hanya yang memiliki banyak aktivitas. Kekuatan tersebut juga harus ditopang kemampuan mengelola aktivitas secara tertib administrasi, terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan.

“Dari data yang tertib, akan lahir program pemberdayaan yang tepat sasaran,” tambahnya.

Karena itu, temuan-temuan selama visitasi diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi masing-masing ranting dan masjid.

Ketiga, visitasi menjadi pemicu perbaikan tata kelola dan kemandirian umat. Kehadiran Tim Visitasi diharapkan mampu mendorong percepatan perbaikan tata kelola organisasi, penguatan administrasi, peningkatan kualitas pelayanan jamaah, optimalisasi kaderisasi, hingga pengembangan kemandirian ekonomi berbasis masjid dan ranting.

Wakil Ketua PDM Sidoarjo menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tim asesor, serta jajaran Pimpinan Cabang, Ranting, dan Takmir Masjid se-Kabupaten Sidoarjo yang telah memberikan dedikasi dalam menyukseskan program tersebut.

Menurutnya, predikat juara dalam Award hanyalah salah satu bentuk apresiasi. Hal yang jauh lebih utama adalah bagaimana proses tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ranting dan masjid.

“Predikat juara hanyalah sebuah bentuk apresiasi, namun hakikat utamanya adalah bagaimana masjid dan ranting kita semakin hidup, makmur, serta memberi kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Semangat tersebut menjadi ruh utama pelaksanaan Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Kabupaten Sidoarjo 2026.

Setiap tahapan diharapkan tidak berhenti pada penilaian, tetapi berlanjut menjadi gerakan perbaikan dan penguatan Persyarikatan di tingkat akar rumput.

Rangkaian visitasi akan terus dilaksanakan terhadap para finalis dan nominator yang telah ditetapkan panitia.

Berdasarkan agenda yang tercantum dalam flyer, seleksi final atau visitasi berlangsung pada September 2026 sebelum memasuki tahap Awarding Ceremony pada 13–16 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Kampus 1).

Seluruh rangkaian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara PDM, PCM, PRM, dan masjid Muhammadiyah dalam membangun pusat-pusat dakwah, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui visitasi hari kedua di Masjid Al Ikhsan Kemiri PCM Sidoarjo, Masjid Al Dakwah PCM Sepanjang, dan Masjid Al Ikhlash Deltasari PCM Waru, panitia kembali mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi ranting dan masjid di lapangan.

Temuan berupa ketidaksesuaian maupun kekurangan bukan semata-mata menjadi catatan penilaian, tetapi diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk berbenah, memperbaiki tata kelola, melengkapi administrasi, memperkuat dokumentasi, dan meningkatkan pelayanan umat.

“Semoga seluruh tahapan Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Kabupaten Sidoarjo 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi Persyarikatan dan masyarakat dan semoga Allah SWT senantiasa meridai, menguatkan, dan meluruskan niat perjuangan seluruh pihak dalam memajukan Muhammadiyah, umat, dan bangsa,” pungkas Wakil Ketua PDM Sidoarjo.

Revisi Oleh:
  • Satria - 23/09/2026 19:25
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu