Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Foskam Gresik Sambut Sekolah Muhammadiyah Baru, Hadirkan Guru Besar Unesa

Iklan Landscape Smamda
Foskam Gresik Sambut Sekolah Muhammadiyah Baru, Hadirkan Guru Besar Unesa
Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd. bersama Kepala Sekolah SMP/MTS Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik (Filio Shofi/PWMU.CO)
pwmu.co -

Forum Silaturahmi Kepala Sekolah dan Madrasah (Foskam) SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Gresik terus mendorong penguatan dan pengembangan sekolah Muhammadiyah melalui kolaborasi dan berbagi praktik baik.

Hal itu diwujudkan dalam pertemuan Foskam yang digelar di SMP Muhammadiyah 15 Gresik, Rabu (23/9/2026). Dalam momentum tersebut, Foskam menghadirkan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd., untuk memberikan motivasi dan arahan kepada kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

Ketua Foskam SMP/MTs Muhammadiyah Kabupaten Gresik, Yugo Triawanto, menjelaskan bahwa FOSKAM menjadi ruang silaturahmi sekaligus tempat bertukar gagasan bagi para kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah.

“Foskam adalah forum silaturahmi kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Fungsinya, setiap kali ada pertemuan, ada insight baru untuk sekolah-sekolah Muhammadiyah Kabupaten Gresik agar terus berkembang dan maju bersama,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Foskam menjadi penting untuk membangun semangat kebersamaan antarsekolah Muhammadiyah, terlebih dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.

Dalam arahannya, Prof. Dr. Syamsul Sodiq menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah bukan sekadar persoalan mengelola administrasi, tetapi merupakan amanah untuk membangun generasi masa depan.

“Pesan saya kepada seluruh kepala sekolah SMP/MTs Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik adalah mari kita memaknai amanah kepemimpinan ini sebagai ibadah dan tanggung jawab besar untuk membangun generasi masa depan,” tuturnya.

Ia mendorong kepala sekolah untuk menjalankan peran sebagai pemimpin pembelajaran, penggerak perubahan, sekaligus teladan bagi guru, karyawan, dan peserta didik.

Prof. Syamsul juga mengingatkan agar sekolah Muhammadiyah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, perubahan dalam dunia pendidikan menuntut setiap sekolah untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan berani melakukan inovasi.

“Pendidikan selalu bergerak, dan sekolah Muhammadiyah harus mampu bergerak dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan,” katanya.

Prof. Syamsul menyebut perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), perubahan karakter peserta didik, tuntutan orang tua, hingga persaingan antar-lembaga pendidikan menjadi tantangan yang perlu direspons sekolah Muhammadiyah.

Menurutnya, sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya mengandalkan nama besar dan sejarah panjang Muhammadiyah. Kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui mutu layanan pendidikan, kualitas guru, prestasi peserta didik, pembinaan akhlak, dan pengelolaan sekolah yang profesional.

“Tantangan lainnya adalah bagaimana mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan pendidikan karakter. Anak-anak kita harus cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki adab, tanggung jawab, kemampuan berpikir kritis, kepedulian sosial, dan landasan keimanan yang kuat,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong sekolah Muhammadiyah untuk menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri.

SMPM 5 Pucang SBY

Enam Langkah Strategis

Untuk menjaga keberlanjutan dan daya saing sekolah, Prof. Syamsul menyampaikan enam langkah strategis yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, memperkuat kualitas sumber daya manusia. Kedua, membangun keunggulan dan kekhasan sekolah. Ketiga, meningkatkan kualitas pembelajaran.

Keempat, melakukan digitalisasi pengelolaan dan layanan pendidikan. Kelima, memperkuat hubungan dengan masyarakat. Keenam, membangun budaya evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.

“Daya saing bukan semata-mata tentang mengalahkan sekolah lain, tetapi tentang kemampuan memberikan pendidikan yang bermutu, relevan, berkarakter, dan dipercaya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Prof. Syamsul berharap Foskam tidak berhenti sebagai forum silaturahmi dan koordinasi. Ia mendorong FOSKAM menjadi wadah strategis untuk membangun kemajuan pendidikan Muhammadiyah secara bersama-sama.

Melalui Foskam, sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat berbagi pengalaman, praktik baik, inovasi pembelajaran, strategi pengelolaan sekolah, hingga solusi atas berbagai persoalan pendidikan.

Ia juga mendorong lahirnya program kolaboratif seperti peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum dan program unggulan, pelatihan bersama, kegiatan peserta didik lintas sekolah, serta penguatan sistem penerimaan peserta didik baru.

“Sekolah yang memiliki keunggulan tertentu hendaknya tidak berjalan sendiri, tetapi dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi sekolah Muhammadiyah lainnya,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya membangun budaya saling menguatkan dan berbagi antar sekolah Muhammadiyah.

“Kita harus membangun semangat saling menguatkan, bukan saling melemahkan; saling berbagi, bukan berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Prof. Syamsul berharap sinergi yang dibangun melalui Foskam dapat melahirkan ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang semakin kuat.

“Jika seluruh sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik mampu bersinergi dengan baik, insyaallah kita dapat membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, berkarakter Islami, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 23/09/2026 21:57
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu