Hari kedua Baitul Arqam Camp Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo diawali dengan suasana penuh semangat. Ahad (20/9/2026), sejak pukul 05.30 WIB, sebanyak 50 peserta mengikuti senam kebugaran dan fun game di TK ABA VI Kota Probolinggo.
Setelah tubuh bugar dan suasana keakraban mulai terbangun, peserta kemudian mengikuti jelajah edukatif yang dikemas dalam lima pos. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kaderisasi yang memadukan pembelajaran, permainan, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama.
Nama Tokoh Menjadi Identitas Kelompok
Sebanyak 50 peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang.
Uniknya, setiap kelompok menggunakan nama tokoh-tokoh Pimpinan Pusat Aisyiyah dari masa ke masa. Nama tersebut bukan sekadar identitas kelompok, tetapi menjadi pintu masuk bagi peserta untuk mengenal perjalanan tokoh perempuan dalam gerakan Aisyiyah.
Dengan cara ini, proses kaderisasi tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi di ruang kelas. Nilai sejarah gerakan juga diperkenalkan melalui aktivitas yang menyenangkan dan melibatkan peserta secara langsung.
Jelajah dimulai dari Pos Awal/Start Pemberangkatan. Sebelum bergerak menuju pos berikutnya, setiap kelompok harus menampilkan yel-yel kelompok. Tantangan awal tersebut dipandu Amalia Nofrianti Budiharjo, S.Pd. Ketua MPK PDA Kota Probolinggo
Lima Pos, Lima Tantangan
Setelah yel-yel, peserta bergerak menuju lima pos yang telah disiapkan panitia.
Pos 1: Pasir Berbisik
Di pos pertama, peserta mendapatkan tugas “Pasir Berbisik”. Permainan ini mengajak peserta mengasah komunikasi, konsentrasi, sekaligus kekompakan dalam menyelesaikan tantangan. Pos ini ditutor oleh Aryzana Maharany, M.Pd. dan Mursida Isnaini, S.Pd.
Pos 2: Risalah Cinta Berkemajuan
Berikutnya peserta menuju Pos 2 dengan tugas “Risalah Cinta Berkemajuan”.
Melalui tantangan ini, peserta diajak memahami nilai cinta yang tidak berhenti pada perasaan, tetapi diwujudkan dalam semangat berkemajuan dan kontribusi nyata. Pos 2 dibimbing oleh Ely Nuryanti, S.Pd. dan Wiji Novi Ali, S.Pd.
Pos 3: Tebak Gambar Tokoh
Pada Pos 3, peserta diuji pengetahuannya melalui permainan “Tebak Gambar Tokoh”.
Nama-nama tokoh mulai dari Pimpinan Pusat – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah menjadi bagian penting dalam permainan. Peserta dituntut mengenali tokoh sekaligus mengingat kiprah mereka dalam perjalanan gerakan. Pos ini dibimbing oleh Dwi Rachmawati, S.Pd. dan Wahyu Puji Lestari.
Pos 4: Senandung Ortom
Suasana semakin semarak ketika peserta memasuki Pos 4 dengan tugas “Senandung Ortom”.
Melalui senandung, peserta diajak mengenal dan mengekspresikan semangat organisasi otonom Muhammadiyah secara kreatif. Tutor Pos 4 adalah Vivin Ummu Salma, S.Pd.
Pos 5: Mencari Jodoh
Tantangan terakhir berada di Pos 5 dengan permainan “Mencari Jodoh”. Peserta dituntut untuk berkomunikasi, mencermati petunjuk, dan bekerja sama dengan anggota kelompok agar dapat menyelesaikan tantangan. Pos 5 ditutor oleh Ari Setyowati, S.Pd. dan Zakiah Darojah, S.Pd.
Kaderisasi Tidak Harus Selalu di Ruang Kelas
Rangkaian jelajah edukatif tersebut memperlihatkan bahwa kaderisasi dapat dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan tanpa kehilangan substansinya. Peserta belajar berkomunikasi, bekerja dalam tim, berani tampil, mengingat tokoh, mengenal organisasi otonom, sekaligus menyelesaikan tantangan bersama.
Setiap permainan menjadi ruang belajar. Setiap pos menjadi kesempatan untuk saling mendengar dan saling menguatkan.
Inilah salah satu pesan penting dari kegiatan tersebut: kader tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga membutuhkan kekompakan, kreativitas, keberanian, kemampuan bekerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.
Lima Kelompok, Lima Predikat Terbaik
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan rangkaian jelajah edukatif, panitia melakukan penilaian terhadap berbagai tugas yang diberikan.
Hasilnya, predikat kelompok terbaik diraih:
Terbaik I: Kelompok Siti Bariyah
Terbaik II: Kelompok Siti Ummiyah
Terbaik III: Kelompok Aisyah Hilal
Terbaik IV: Kelompok Siti Dalalah
Terbaik V: Kelompok Siti Badilah
Lima nama tersebut kembali mengingatkan peserta bahwa perjalanan Aisyiyah dibangun oleh jejak panjang para tokoh perempuan yang mengabdikan diri bagi dakwah, pendidikan, dan kemajuan masyarakat.
Karena itu, kemenangan dalam jelajah edukatif bukan semata tentang menjadi kelompok terbaik. Ada proses yang jauh lebih penting, yakni bagaimana peserta belajar bergerak bersama, menyelesaikan tantangan bersama, dan saling menguatkan.
Bagi peserta Baitul Arqam Camp, jelajah edukatif menjadi pengalaman kaderisasi yang menghadirkan pembelajaran dalam suasana yang ringan, akrab, dan menggembirakan. Dari lima pos, peserta membawa pulang lebih dari sekadar hasil penilaian: pengalaman bekerja sama, keberanian berkreasi, dan semangat untuk terus belajar menjadi kader yang berkemajuan. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments