Rentetan agenda SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 berlangsung tanpa jeda. Kesibukan ini khususnya dirasakan oleh siswa International Class Program (ICP).
Setelah pekan sebelumnya mengikuti Cambridge Primary Checkpoint (CPC) untuk mengukur standar kemampuan bahasa Inggris serta International Placement Test (IPT) untuk kenaikan level, kini mereka kembali dihadapkan pada agenda tahunan bertajuk Qur’anic, Science, and Art (QSA) 202 pada Senin, (15/06/2026).
Mengusung tema “Inspiring Young Minds with Faith and Creativity in Science”, kegiatan ini menjadi wadah integratif yang memadukan nilai-nilai Al-Qur’an, pendekatan sains, serta ekspresi seni dalam satu karya utuh.
Uji Gagasan dan Tantangan Tanya Jawab Bahasa Inggris
Kegiatan QSA 2026 dilaksanakan selama dua hari. Pada Senin (15/6/2026), sebanyak 60 siswa kelas 1–2 ICP (kelas kecil) mengikuti presentasi karya. Sementara pada Rabu (17/6/2026) esok, giliran 57 siswa kelas 3–5 ICP (kelas besar) yang akan menampilkan hasil kreativitas mereka.
Dalam ajang ini, peserta diminta membuat dan mempresentasikan gagasan yang mengintegrasikan Al-Qur’an sebagai landasan inspirasi, sains sebagai pendekatan ilmiah, serta seni sebagai bentuk visualisasi karya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan melatih kemampuan public speaking siswa dalam bahasa Inggris.
Menariknya, tantangan tidak berhenti pada presentasi saja. Setiap peserta juga harus berhadapan langsung dengan dewan juri untuk menjawab berbagai pertanyaan pendalaman materi menggunakan bahasa Inggris. Sesi tanya jawab interaktif ini menjadi ujian tersendiri yang efektif melatih keberanian, ketepatan berpikir, serta keterampilan komunikasi spontan para siswa.
Miniatur Rumah hingga Aksi ala YouTuber
Beragam kreativitas unik tampak pada hari pertama pelaksanaan. Kinati, siswa kelas 2 ICP, membawa properti miniatur rumah untuk menjelaskan konsep listrik. Rekan sekelasnya, Keenan, menampilkan boneka ayam beserta telurnya saat memaparkan materi siklus hidup hewan tersebut.
Tak kalah menarik, Jannadn membawa bebatuan untuk menjelaskan fungsi batu sebagai penyaring air alami. Sementara Zain, siswa kelas 1 ICP, tampil percaya diri mengenakan kostum matahari saat mempresentasikan energi surya.
Nuansa ruang presentasi semakin hidup ketika beberapa siswa tampil layaknya kreator konten digital. Salah satunya adalah Alman, siswa kelas 1 ICP, yang membuka presentasinya dengan gaya khas YouTuber.
“Don’t forget to like, comment, and subscribe!” ucapnya penuh percaya diri, yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan riuh dari para hadirin.
Melahirkan Generasi Berpikir Global
Kepala SD Musix, Munahar SHI MPd, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membentuk generasi Qur’ani yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan, berpikir ilmiah, dan mengekspresikannya secara kreatif,” ujarnya.
Senada dengan kepala sekolah, Kepala Urusan Kurikulum, Anisa Herawati SPdI MPd, menegaskan bahwa QSA menjadi sarana pembelajaran kontekstual yang menyenangkan sekaligus menantang bagi anak didik.
“QSA ini melatih siswa untuk berpikir kritis, percaya diri, dan berani tampil. Ditambah dengan adanya sesi tanya jawab dengan juri dalam bahasa Inggris, anak-anak benar-benar diuji pemahaman dan mentalnya secara langsung,” jelas Anisa.
Ketua Panitia, Astri Dwi Wulandari SSi, mengungkapkan bahwa persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari agar siswa dapat tampil optimal di hadapan para penguji.
“Kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk berekspresi. Hasilnya luar biasa, mereka tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu mempertahankan gagasannya dengan sangat baik saat sesi tanya jawab dengan juri,” tutur Astri.
Melalui QSA 2026, SD Musix kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik—menggabungkan iman, ilmu, dan kreativitas. Panggung ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan tempat lahirnya generasi muda yang siap berpikir global tanpa kehilangan nilai-nilai Qur’ani sebagai pijakan utama. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments