Semangat dan antusiasme tinggi mewarnai pelaksanaan Tes Penalaran Skolastik dalam rangka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Tahun Pelajaran 2026/2027, Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak 94 calon siswa baru dari berbagai SMP dan MTs di Jawa Timur memadati lingkungan sekolah sejak pagi. Mereka mengikuti salah satu tahapan seleksi yang menjadi pintu gerbang menuju sekolah unggulan Muhammadiyah tersebut.
Sejak pukul 06.00 WIB, peserta bersama orang tua mulai berdatangan ke Smamita Tower. Dengan penuh optimisme, mereka menjalani proses registrasi sebelum memasuki ruang ujian yang telah disiapkan panitia secara tertib, nyaman, dan kondusif.
Tes Penalaran Skolastik dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir logis dan analitis, pemahaman verbal, numerasi, serta kemampuan pemecahan masalah. Model tes ini dinilai mampu memetakan potensi akademik peserta didik secara lebih komprehensif.
Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan Smamita.
“Alhamdulillah, animo masyarakat tahun ini sangat luar biasa. Puluhan calon siswa baru pada tahap pertama ini mengikuti Tes Penalaran Skolastik dengan penuh semangat. Hal ini menunjukkan bahwa Smamita semakin dipercaya sebagai sekolah yang mampu mengantarkan siswa meraih prestasi akademik maupun nonakademik,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator BK Smamita, Tsania Nurrafida, S.Sos., menjelaskan bahwa tes psikologi dilakukan untuk mengetahui kondisi awal siswa, mulai dari tingkat kecerdasan, daya juang, pemahaman, kepribadian, hingga kesiapan menerima pembelajaran di kelas.
“Hasil tes ini akan sangat membantu proses kegiatan belajar mengajar ke depan karena akan disosialisasikan kepada seluruh guru. Dengan begitu, guru dapat memberikan pendampingan dan perlakuan yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing siswa,” jelasnya.
Pelaksanaan tes dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pada Sabtu, 6 Juni 2026, dan sesi kedua pada Sabtu, 4 Juli 2026. Selama kurang lebih empat jam, calon siswa mengikuti rangkaian tes bersama tim dari Creativa yang bekerja sama dengan Smamita.
Hasil tes ini menjadi landasan sekolah dalam memetakan potensi siswa sekaligus menentukan pendekatan pembelajaran yang sesuai, sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka dan pembelajaran berdiferensiasi.
Tes ini juga diharapkan mampu memberikan gambaran mengenai kondisi akademik dan psikologis setiap peserta didik. Selama kegiatan berlangsung, suasana ujian berjalan lancar dan kondusif. Para peserta tampak fokus mengerjakan soal, sementara wali siswa mendapatkan informasi terkait program unggulan sekolah, mulai dari Program Internasional, Tahfidz, Excellent Class, hingga pengembangan karakter dan kepemimpinan.
Ketua Panitia SPMB Smamita, Fanani Efendi, S.I.Kom., menegaskan bahwa tes ini bukan sekadar proses seleksi, tetapi juga langkah awal untuk mengenali potensi terbaik calon peserta didik.
“Kami ingin menjaring generasi unggul yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, Tes Penalaran Skolastik menjadi salah satu instrumen penting dalam proses seleksi,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments