IMM UNESA bersama PCM Pungging menggelar kegiatan bakti sosial pada Rabu (27/5/2026) di Dusun Saradan, Desa Purworejo, Kecamatan Pungging, Mojokerto. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan semangat pengabdian dan solidaritas sosial yang kuat.
Agenda diawali dengan pembukaan kegiatan yang dihadiri kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), tokoh masyarakat, serta perangkat desa setempat.
Ketua Koordinator Komisariat IMM UNESA, Rifqi Ferdiansyah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat sekaligus penguatan nilai kemanusiaan di kalangan kader IMM.
“Alhamdulillah, kami dipercaya untuk menerima amanah berupa satu ekor sapi dan enam ekor domba dari Ummul Mukminin,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi trilogi gerakan IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas yang harus hadir dalam setiap gerakan kader di tengah masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dusun Saradan, Muhammad Zainal Ma’arif, serta Kepala Desa Purworejo, Sumadi, menyampaikan apresiasi atas kepedulian sosial yang dilakukan IMM UNESA.
Mereka berharap kehadiran mahasiswa melalui kegiatan sosial mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara organisasi mahasiswa dan warga desa.
Dalam sambutannya, perwakilan PC IMM Kota Surabaya, Muhammad Tanwirul Huda, mengutip penggalan lagu:
“Bila diri ingin dikenang, semailah benih di tengah sawah.”
Kutipan tersebut dimaknai sebagai ajakan untuk terus menanam kebaikan dan kebermanfaatan bagi sesama.
Sementara itu, perwakilan PCM Pungging, Iskandar, S.PdI mengutip QS Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh jabatan maupun penampilan, melainkan oleh ketakwaannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas sosial harus dilandasi ketulusan hati, bukan sekadar pencitraan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kajian bertema “Qurban Bukan Sekali Seumur Hidup: Memahami Keutamaan Berqurban Setiap Tahun” yang disampaikan oleh Ustadz Fatkhur Rohman.

Dalam kajiannya, beliau menekankan pentingnya nilai keadilan dan ihsan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia menjelaskan bahwa shalat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga sarana untuk mencegah perbuatan mungkar dalam kehidupan sehari-hari.
Beliau juga mengingatkan bahwa bulan Zulhijah merupakan momentum untuk memperbanyak amal saleh dengan penuh keikhlasan, seperti shalat, sedekah, zakat, membaca Al-Qur’an, hingga puasa Arafah pada 9 Zulhijah.
Selain itu, makna kurban dijelaskan sebagai bentuk pengorbanan cinta kepada Allah SWT dengan meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Menurutnya, kurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan pembelajaran tentang keikhlasan, pengorbanan, dan mendahulukan perintah Allah di atas kepentingan pribadi.
Melalui kegiatan tersebut, IMM UNESA berharap semangat pengabdian, solidaritas sosial, dan nilai keikhlasan terus tumbuh di tengah kader maupun masyarakat.
Semangat itu diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot), mempererat ukhuwah, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.






0 Tanggapan
Empty Comments