Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Konjen AS Terpukau Ekosistem UMM, Kolaborasi Riset Dibuka Lebih Lebar

Iklan Landscape Smamda
Konjen AS Terpukau Ekosistem UMM, Kolaborasi Riset Dibuka Lebih Lebar
Konsulat Jenderal AS Surabaya, Courtney J. Woods saat bertemu Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik. Foto: UMM
pwmu.co -

Ekosistem pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat apresiasi dari Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di Surabaya. Kunjungan Public Affairs Officer Konsulat Jenderal AS Surabaya, Courtney J. Woods, ke UMM membuka peluang perluasan kerja sama pendidikan, riset, serta pertukaran akademik antara UMM dan perguruan tinggi di Amerika Serikat.

Courtney J. Woods, yang akrab disapa CJ, menyampaikan apresiasi tersebut saat melakukan kunjungan perdana ke UMM, Senin (10/8/2026).

Dia menilai kekuatan sebuah perguruan tinggi tidak semata-mata terlihat dari fasilitas yang dimiliki, tetapi juga dari investasi kampus terhadap mahasiswa, dosen, serta kontribusinya bagi masyarakat.

Menurut CJ, keterhubungan antara kampus dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan UMM yang berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi di Amerika Serikat.

“Universitas ini tidak hanya memiliki kampus dengan penampilan yang baik, tetapi juga menunjukkan investasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mahasiswa, dan staf pengajar,” ujarnya.

Apresiasi tersebut menjadi modal untuk memperluas hubungan UMM dengan berbagai institusi pendidikan di AS. Kerja sama yang selama ini banyak bergerak pada bidang kebudayaan, kepemudaan, dan literasi digital diarahkan untuk berkembang ke ranah akademik yang lebih luas.

Direktur American Corner UMM, Ria Arista Asih, Ph.D., mengatakan hubungan UMM dengan Amerika Serikat telah terjalin sejak American Corner hadir di kampus tersebut pada 2004.

Menurut Ria, keberadaan American Corner tidak hanya menjadi ruang pertukaran informasi mengenai Amerika Serikat, tetapi juga berkembang menjadi pintu masuk bagi berbagai aktivitas akademik dan pengembangan jejaring internasional.

“Ke depannya pastinya akan lebih banyak academic exchange. Jadi mungkin lebih banyak mahasiswa dari Amerika Serikat yang ke sini atau anak UMM yang ke Amerika, begitupun dengan dosen-dosen dan karyawannya,” katanya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ruang kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan riset bersama serta keterlibatan akademisi dari Amerika Serikat sebagai adjunct lecturer, adjunct professor, maupun guest lecturer di UMM.

Ria menambahkan, posisi American Corner UMM yang menjadi salah satu dari dua American Corner di Jawa Timur turut memperkuat peluang tersebut.

Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., melihat jejaring alumni UMM yang pernah mengikuti program pendidikan di Amerika Serikat sebagai aset penting untuk memperluas kerja sama.

Menurut Nazaruddin, pengalaman dan jaringan para alumni dapat menjadi penghubung antara UMM dan perguruan tinggi maupun institusi akademik di AS. Karena itu, UMM akan mendorong pemanfaatan jejaring tersebut agar kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi menghasilkan program akademik yang lebih spesifik.

“Kami akan memfasilitasi jejaring alumni tersebut dengan Konjen AS sehingga peluang kolaborasi akademik dapat dibangun secara lebih spesifik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, hubungan UMM dengan Amerika Serikat diharapkan tidak hanya berkembang dalam pertukaran budaya dan informasi, tetapi juga menghasilkan kolaborasi yang berdampak langsung pada penguatan kapasitas mahasiswa, dosen, dan pengembangan riset.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UMM memperluas ekosistem akademiknya ke tingkat global. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 11/08/2026 18:12
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu