Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sekretaris PWM Jatim Tegaskan Tiga Karakter Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Sekretaris PWM Jatim Tegaskan Tiga Karakter Muhammadiyah
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr Biyanto, dalam Pengajian Umum PRM Blimbing di Aula MIM 04 Blimbing, Ahad (6/9/2026). (Muhammad Wahid/PWMU.CO).
Oleh : Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd Ketua Yayasan Ma’had Al Muttaqin Blimbing
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Blimbing menggelar Pengajian Umum yang diikuti ratusan warga Muhammadiyah, pengelola, serta pegawai amal usaha Muhammadiyah di lingkungan Blimbing, Kabupaten Lamongan.

Kegiatan berlangsung pada Ahad (6/9/2026) itu bertempat di Aula Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 04 Blimbing.

Hadir sebagai pemateri utama, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Prof Dr Biyanto. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua PRM Blimbing, Ahmad Fu’ad Walid MPdI.

Teguhkan Kembali Komitmen Bermuhammadiyah

Dalam sambutannya, Ahmad Fu’ad Walid menyampaikan bahwa pengajian umum ini diselenggarakan dengan satu harapan utama.

Yakni meneguhkan kembali seluruh warga Muhammadiyah, terkhusus warga amal usaha, untuk semakin kokoh dan mantap dalam bermuhammadiyah.

Ia menggunakan analogi tim sepak bola untuk menggambarkan pentingnya sinergi di seluruh elemen organisasi.

“Amal usaha Muhammadiyah ibarat sebuah tim sepak bola. Dalam satu tim, ada yang menjadi kiper, bek, gelandang, penyerang —masing-masing memegang tugas dan fungsinya masing-masing” terangnya.

Fu’ad berujar, tidak ada peran yang lebih tinggi atau lebih rendah. Semua harus bekerja sama dan bersinergi agar tujuan bersama tercapai.

“Artinya, semua warga Muhammadiyah adalah pilar pokok kemajuan organisasi. Bagi yang berada di luar amal usaha pun, tetap bisa dan diharapkan memberikan kontribusi bagi kemajuan ‘tim’ kita bersama” jelas Fu’ad.

Tiga Karakter Utama Muhammadiyah

Lebih lanjut, Prof Dr Biyanto dalam pemaparannya menegaskan tiga karakter utama Muhammadiyah yang harus selalu dipegang teguh oleh seluruh warganya.

Pertama, Muhammadiyah adalah Islamic Movement — gerakan berkemajuan. Bukan sekadar organisasi ibadah ritual, melainkan gerakan yang bergerak aktif memajukan umat melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Kedua, lanjutnya, Muhammadiyah adalah Islam yang suka memberi, tidak suka meminta. Kemandirian adalah prinsip dasar. Muhammadiyah tidak terbiasa meminta bantuan kepada pihak lain, melainkan berusaha memberikan manfaat dan pertolongan kepada yang membutuhkan.

Lalu ketiga, Muhammadiyah adalah organisasi yang suka beramal, tidak suka mengeluh. Keteladanan ini diambil langsung dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk amal-amal nyata, bukan sekadar keluhan dan pembicaraan yang tidak berujung pada tindakan.

“Kyai Dahlan mengajarkan kita: amal yang kongkret. Bekerja lebih banyak, bicara secukupnya. Itulah wajah Muhammadiyah yang sesungguhnya” tegas Prof Biyanto dengan tegas namun hangat.

Jantung Pendidikan adalah Guru

Menyentuh sektor pendidikan yang menjadi salah satu pilar utama Muhammadiyah, Prof Biyanto menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak lepas dari kualitas guru.

“Jantung dari pendidikan yang baik adalah guru. Oleh karena itu, kami terus merancang sistem agar guru-guru yang mengabdi di amal usaha Muhammadiyah benar-benar berasal dari fakultas keguruan yang kompeten dan berkualitas” ungkapnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Ia kemudian memaparkan tiga prinsip dasar bagi seluruh pegawai dan pengelola yang bekerja di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah:

Pertama, menata niat. Bekerja di amal usaha bukan sekadar mencari penghasilan duniawi, melainkan ibadah sekaligus investasi akhirat. Dengan niat yang benar, setiap pekerjaan akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.

Kedua, semangat meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Jangan pernah merasa cukup. Selalu belajar dan berkembang, karena kemajuan organisasi dimulai dari kemajuan individu di dalamnya.

Ketiga, menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Di mana pun ditempatkan, berikan kontribusi positif. Jangan menambah beban organisasi, melainkan bantu meringankan dan memajukannya.

Pesan Inspirasi: Diaspora dan Hijrah dalam Surat Yusuf

Selanjutnya, Prof Biyanto menyampaikan pesan mendalam yang diambil dari Surat Yusuf ayat 67, di mana Nabi Ya’qub berpesan kepada anak-anaknya:

“Wahai anak-anakku, janganlah kamu masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda-beda. Namun aku tidak dapat mencegah takdir Allah dari kamu sedikit pun. Penetapan hukum itu hanyalah hak Allah. Kepada-Nyalah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal.”

Menurut Prof Biyanto, inilah makna diaspora dan hijrah yang sesungguhnya. “Bertebaranlah ke berbagai tempat, berkarya di mana pun berada, dan berikan manfaat seluas-luasnya kepada sesama” pesannya.

Namun ingat, segala sesuatu kembali kepada ketetapan Allah SWT. Kepada-Nya kita bertawakal, dan kepada-Nya pula kita kembali” terang Prof Biyanto.

Milad ke-114 Muhammadiyah

Di penghujung acara, Prof Biyanto mengumumkan peristiwa bersejarah yang akan segera tiba. Pada November 2026 mendatang, Muhammadiyah akan genap berusia 114 tahun, melampaui satu abad perjuangan.

Puncak peringatan Milad ke-114 sekaligus Sidang Tanwir Muhammadiyah akan dilaksanakan di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kita memilih Palu bukan tanpa alasan. Di daerah yang merupakan minoritas muslim ini, Muhammadiyah justru tumbuh luar biasa pesat dan kuat” katanya.

Semangat berkemajuan di tanah perantauan itulah yang ingin kita rayakan bersama saudara-saudara kita di sana” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Kegiatan pengajian umum ini berjalan lancar, tertib, dan penuh hikmah. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh setempat, memohon agar Muhammadiyah senantiasa menjadi gerakan yang berkah, bermanfaat, dan diridhoi oleh Allah SWT.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 07/09/2026 14:09
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu