Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendukung talenta berprestasi melalui pembinaan berkelanjutan hingga ke ajang internasional.
Dukungan tersebut diberikan melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bersama berbagai mitra, termasuk kepada para peraih prestasi dalam ajang yang difasilitasi Puspresnas seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi dan pembinaan bagi para peraih prestasi tidak berhenti pada pemberian hadiah atau dana pembinaan. Puspresnas secara berkelanjutan membina talenta berprestasi agar memperoleh kesempatan mengikuti ajang internasional.
“Prestasi di tingkat nasional bukanlah akhir dari proses pembinaan. Kami terus mendampingi para talenta berprestasi agar dapat berkembang dan memiliki kesempatan lebih luas lagi,” ucap Irene.
Pada 2026, sebanyak 420 juara ajang nasional dibina Puspresnas bersama mitra sebagai persiapan mengikuti ajang internasional.
Sebanyak 79 murid menjadi delegasi Indonesia dalam berbagai ajang internasional. Hingga September 2026, para delegasi yang telah berkompetisi meraih 47 penghargaan internasional, terdiri atas tujuh medali emas, 17 medali perak, 23 medali perunggu, dan lima honorable mention.
Dukungan jangka panjang juga diberikan melalui kesempatan melanjutkan pendidikan. Melalui Beasiswa Talenta Indonesia yang merupakan kolaborasi Puspresnas dan LPDP, para talenta berprestasi mendapatkan pendanaan pendidikan program S1/D4 di dalam maupun luar negeri.
Pada 2026, telah diumumkan 174 calon penerima beasiswa tersebut, terdiri atas 171 penerima beasiswa dalam negeri dan tiga penerima beasiswa luar negeri. Di antara mereka terdapat pemenang ajang atau kompetisi yang difasilitasi Puspresnas, termasuk OSN.
Bagi Dazle David Toalu, siswa SMP Kristen IPEKA BSD, Provinsi Banten, peraih medali perak OSN Tingkat Nasional cabang Matematika Jenjang Pendidikan Dasar 2026, prestasi yang diraih bukan sekadar tentang medali.
Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga untuk terus belajar, berproses, dan mengembangkan talenta lebih lanjut.
“Jadi peraih medali OSN merupakan penghargaan yang sangat besar dan perasaan saya sangat bangga sekali. Hasil OSN bukan hanya tentang medali tetapi belajar untuk tidak mudah menyerah, selalu mencoba, dan ingat kembali semakin banyak peluang sebagai medalis OSN di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, ibu Dazle David Toalu, Gaby, mengatakan capaian putranya menjadi bukti bahwa kerja keras dan proses yang dijalaninya dapat membuka lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
Ia melihat prestasi OSN bukan sebagai akhir, melainkan langkah awal menuju berbagai peluang di masa depan.
“Prestasinya akan membuka peluang yang lebih besar di masa depan. Saya percaya lewat prestasinya di OSN, Dazle mendapatkan kesempatan meraih beasiswa hingga mengikuti ajang internasional mewakili Indonesia. Merupakan peluang yang sangat besar bagi medalis OSN,” tutur Gaby.
Irene menegaskan bahwa kompetisi bukan hanya tentang hasil akhir. Menurutnya, proses yang dijalani murid selama mengikuti kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter.
“OSN bukan semata-mata tentang medali atau menjadi juara. Proses mengikuti kompetisi menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, sportivitas, daya juang, dan mental sebagai generasi unggul Indonesia,” tutur Irene.
Kemendikdasmen berkomitmen memastikan setiap murid memiliki kesempatan mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui proses yang adil, transparan, dan berintegritas.
Pembinaan talenta diarahkan agar prestasi yang diraih saat ini dapat membuka kesempatan pengembangan diri dan pendidikan pada jenjang berikutnya.
“Kami mengapresiasi perhatian dan masukan yang disampaikan masyarakat. Partisipasi publik merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan ajang talenta yang berpihak pada murid, sejalan dengan semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua,” pungkas Irene.





0 Tanggapan
Empty Comments