Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PSHW) Ponorogo U-17 menghadapi ujian berat di babak 16 besar Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026. Tim muda asal Ponorogo itu akan menantang Arema FC U-17 di Stadion Soeprijadi, Kota Blitar, Kamis (3/9/2026) besok.
Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan penting bagi PSHW Ponorogo untuk melangkah lebih jauh dalam kompetisi sepak bola usia muda Jawa Timur.
Arema FC U-17 bukan lawan sembarangan. Klub berjuluk Singo Edan itu memiliki tradisi kuat dalam pembinaan pemain muda. Karena itu, pertandingan ini menjadi ujian tersendiri bagi para pemain PSHW, baik dari sisi teknik maupun mental.
Pelatih PSHW Ponorogo U-17, Aris Budi Prasetyo, memilih bersikap realistis menghadapi pertandingan tersebut. Dia tidak ingin membebani pemain dengan target yang berlebihan.
Menurut mantan pemain Timnas era Kurniawan Dwi Julianto itu, Arema FC merupakan tim yang memiliki kualitas dan pengalaman dalam pembinaan usia muda.
“Karena itu, PSHW lebih memilih berkonsentrasi pada persiapan tim dan menjalankan pertandingan sebaik mungkin,” tegasnya.
Aris menegaskan, anak asuhnya akan berjuang maksimal di lapangan. Ia meminta para pemain menikmati pertandingan, tetap disiplin, serta menjalankan instruksi yang sudah disiapkan tim pelatih.
“Yang jelas kami akan berusaha maksimal. Anak-anak harus berani, disiplin, dan menikmati pertandingan. Soal hasil, kami serahkan kepada Allah,” ujar Aris, merendah.
Presiden PSHW Ponorogo, Dr. H. Suli Da’im, MM, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan capaian tim PSHW Ponorogo U-17 hingga mampu menembus babak 16 besar.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kerja keras pemain, pelatih, dan seluruh tim selama mengikuti kompetisi.
Suli mengatakan manajemen akan terus memberikan dukungan kepada tim agar para pemain dapat tampil maksimal.
Dia juga memastikan akan hadir langsung menyaksikan pertandingan PSHW Ponorogo U-17 menghadapi Arema FC U-17 di Stadion Soeprijadi, Blitar.
“Kami mengapresiasi perjuangan anak-anak sampai sejauh ini. Tentu kami akan memberikan dukungan penuh. Insya Allah saya akan hadir langsung dan memberikan semangat kepada tim. Semoga anak-anak bisa bermain maksimal dan mendapatkan hasil terbaik,” ujarnya.
Babak 16 besar menggunakan sistem gugur. Artinya, tidak ada ruang untuk memperbaiki kesalahan pada pertandingan berikutnya.
Jika PSHW Ponorogo mampu mengalahkan Arema FC U-17, mereka otomatis melaju ke babak 8 besar atau perempat final.
Kemenangan itu akan menjadi pencapaian penting bagi PSHW karena berhasil menyingkirkan salah satu tim dengan tradisi kuat dalam pembinaan sepak bola usia muda Jawa Timur.
Sebaliknya, jika Arema FC menang, langkah PSHW Ponorogo terhenti di babak 16 besar. Arema berhak melanjutkan perjuangan menuju perempat final.
Apabila pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal, pemenang akan ditentukan melalui adu penalti sesuai mekanisme pertandingan yang berlaku.
Dengan format sekali pertandingan, laga ini dipastikan berlangsung dalam tekanan tinggi. Kesalahan kecil bisa berujung fatal.
Sebaliknya, kemenangan akan membuka jalan PSHW Ponorogo menuju persaingan delapan besar Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026.
Bagi para pemain muda PSHW, pertandingan di Stadion Soeprijadi bukan sekadar soal menang dan kalah.
Ini juga menjadi kesempatan menunjukkan bahwa pembinaan sepak bola dari Ponorogo mampu bersaing dengan tim-tim muda dari klub besar Jawa Timur.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments