Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Jangan Tunggu Tua untuk Beramal Saleh

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Jangan Tunggu Tua untuk Beramal Saleh
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Di era digital saat ini, manusia dikelilingi oleh informasi dan hiburan tanpa batas yang sering kali melalaikan. Nabi Muhammad saw pernah mengingatkan dalam sebuah hadis bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam yang gelap, di mana seseorang beriman di pagi hari dan menjadi kafir di sore hari.

Dalam konteks modern, jika kita menunda amal sholeh, fokus kita akan sangat mudah teralihkan oleh tren, media sosial, atau kesibukan duniawi yang membuat kita lupa pada esensi ibadah.

Gaya hidup modern yang penuh stres dan pola makan yang kurang sehat membuat penyakit kritis kini banyak menyerang usia muda.

Menunda amal dengan alasan “tunggu tua” atau “tunggu sukses” menjadi sangat tidak relevan. Kondisi fisik yang sehat dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering menipu manusia, sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal saat ini juga.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّمَا  تُوْعَدُوْنَ  لَوَا قِعٌ ۗ

“Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.” (QS. Al-Mursalat 77: Ayat 7)

Janji Allah tentang hari akhir bukan sekadar berita, melainkan kenyataan yang menuntut tanggung jawab. Umur, ilmu, harta, dan tubuh akan dimintai pertanggungjawaban.

Kita tidak mengetahui kapan ajal tiba. Karena itu, jangan menunggu tua untuk bertobat dan jangan menunda salat atau kebaikan.

Perkataan, perbuatan, dan amanah yang kita jalankan hendaknya sesuai dengan petunjuk Allah. Jangan meremehkan dosa kecil atau kebaikan sekecil apa pun.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia”. (HR. Muslim no. 118).

Kita tidak tahu kapan kesempatan itu dicabut oleh Allah Subhanahu wata’ala dan ini senada dengan hadist Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallah ‘alaihi wasallam pernah menasehati seseorang:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, Hidupmu sebelum datang matimu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya 4: 341. Al Hakim mengatakan bahwa hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari Muslim).

Kesempatan yang seperti ini hendaknya dipergunakan dengan sebaik – baiknya karena ada masanya akan dicabut oleh Allah Subhanahu wata’ala, jadi Rasulullah mengatakan:”Bersegerahlah kalian untuk mengerjakan amalan – amalan sholeh”, jangan zuhud dengan kebaikan sekecil apapun, kebaikan yang bisa kita lakukan maka segera lakukan dan kerjakan, jika misalkan kita melihat ada peluang untuk mengerjakan kebaikan sampai ketika kita bersendirian maka kerjakan yang bisa menghasilkan pahala yang begitu besar dan diantara ibadah dan amalan yang bisa kita kerjakan kapan pun dan dimanapun kita berada yang tidak memakan biaya, tidak memakan tempat dan tidak menguras tenaga adalah dzikrullah (berzikir kepada Allah), sebagaimana sahabat pernah datang kepada Rasulullah dan berkata:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ بُسْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ أَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّ شَرَائِعَ الْإسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ ، فَأَنْبِئْنِيْ مِنْهَا بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ ؟ قَالَ : لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللهِ

Dari ‘Abdullah bin Busr Radhiyallahu anhu berkata:”Seorang Badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata:”Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya?”, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Hendaklah lidahmu senantiasa berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla”. (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (IV/188, 190); at-Tirmidzi (no. 3375). (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 15/10/2026 01:31
SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu