Iklan SDM 4 Mudipat 2026

Sinergi Ekosistem Pendidikan Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM yang Mudah dan Sederhana

Iklan Smamda Sidoarjo 2026
Sinergi Ekosistem Pendidikan Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM yang Mudah dan Sederhana
pwmu.co -

Pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif pada peserta didik.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengenalkan penerapan STEM dengan cara sederhana melalui prinsip 5M, yakni Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Pendekatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan pembelajaran di sekolah.

Penerapan Program STEM di sekolah perlu didukung dengan peningkatan kompetensi guru agar mampu menerapkan pembelajaran STEM sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam dan 5M.

Melalui pembekalan tersebut, guru diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi murid.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengatakan komitmen penguatan STEM diwujudkan melalui berbagai program prioritas.

Salah satunya melalui peningkatan kompetensi guru, termasuk menargetkan 3.272 guru yang menjadi sasaran pengimbasan oleh fasilitator daerah.

“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tambah Dirjen Nunuk.

Kemendikdasmen juga telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bermitra dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education.

Program penguatan kompetensi tersebut mencakup pelatihan teknis, micro-credential, dan lokakarya lintas jenjang. Melalui program ini, para pendidik diharapkan dapat mengajarkan STEM kepada anak-anak dengan cara yang tidak rumit dan mahal.

“Sebagai wujud partisipasi semesta, dukungan Bupati Kudus beserta seluruh jajaran pemerintahan, para kepala dinas pendidikan, dan tentunya seluruh mitra pembangunan, termasuk Pusat Belajar Guru menjadi kunci Program STEM ini dapat berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan Indonesia,” tutur Nunuk Suryani.

Salah satu guru yang hadir dalam acara peluncuran, Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, menyampaikan pesan agar para pendidik terus meningkatkan kompetensi.

“Mari kita terus semangat belajar mengasah kemampuan dan saling menginspirasi bertukar pengalaman mengajar untuk memperkaya wawasan dan mencetak generasi unggul,” pesannya.

Senada dengan itu, guru TKIT Umar bin Khatab, Annisa, berharap peluncuran Program STEM Nasional dapat mendorong guru-guru di Indonesia menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif.

Iklan SMPM 5 Surabaya 2026

Menurutnya, pembelajaran tersebut penting untuk menumbuhkembangkan pola pikir kritis anak sejak usia dini.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional.

Ia menyebut program tersebut menjadi bukti kepedulian Kemendikdasmen terhadap tumbuh kembang anak-anak di sekolah.

“Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada piloting satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus. Kami juga siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bekal kepada anak-anak kita untuk menerapkan STEM,” tambah Anggun.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Adi Hananto, juga menyatakan apresiasinya atas peluncuran Program STEM Nasional.

Ia berharap Program STEM dapat diterapkan secara menyeluruh di Kabupaten Jepara agar peserta didik dapat mempelajari dasar-dasar STEM dengan lebih baik.

“Kami akan mendukung program ini melalui komunitas belajar (kombel) guru. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan STEM ini kepada semua guru yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Adi.

Pendekatan STEM diarahkan untuk mengajarkan anak berpikir melalui masalah nyata, bukan sekadar menghafal rumus tanpa memahami penggunaannya.

Dengan prinsip 5M, pembelajaran STEM dapat dimulai dari benda dan kondisi yang ada di sekitar, serta diterapkan oleh guru dan sekolah dengan berbagai kondisi.

Semangat tersebut sejalan dengan slogan STEM, yaitu Berani Mencoba, Kreatif Mencipta.

SD Kreatif
Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu