Semangat perempuan berkemajuan terus digaungkan melalui gerakan literasi dan jurnalistik. Hal itu terlihat dalam Pelatihan Jurnalistik bertajuk “Suara Perempuan Berkemajuan: Mengemas Gerakan Aisyiyah Lewat Tulisan” yang diselenggarakan Lembaga Budaya, Seni, dan Olahraga (LBSO) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Mojokerto di Mojosari, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis untuk meningkatkan kemampuan kader dan anggota Aisyiyah dalam mengolah berbagai aktivitas organisasi menjadi informasi yang menarik, edukatif, dan inspiratif melalui tulisan jurnalistik.
Pelatihan menghadirkan Muhammad Tanwirul Huda, S.Sos, reporter PWMU.CO, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, peserta diajak mengenal dasar-dasar jurnalistik, mulai dari menemukan ide berita, menentukan sudut pandang (angle), menyusun judul yang menarik, menulis berita sesuai kaidah jurnalistik, hingga pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum tulisan dipublikasikan.
Menurut Tanwirul Huda, setiap kegiatan organisasi sesungguhnya memiliki nilai berita yang dapat dikemas menjadi tulisan. Karena itu, kader Aisyiyah perlu memiliki kemampuan menangkap momentum, menggali informasi, serta menyajikannya dalam tulisan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Gerakan Aisyiyah tidak cukup hanya dilaksanakan, tetapi juga perlu didokumentasikan dan dikabarkan. Tulisan menjadi salah satu cara untuk menyebarluaskan gagasan, program, dan kiprah perempuan berkemajuan kepada masyarakat,” tuturnya.
Peserta Belajar Praktik Menulis Berita
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoretis, tetapi juga diajak memahami praktik penulisan berita. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan tulisan yang faktual, komunikatif, dan memiliki nilai informasi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan Aisyiyah Kabupaten Mojokerto. Kemampuan jurnalistik diharapkan dapat melahirkan lebih banyak kader penulis yang mampu mengabadikan berbagai gerakan perempuan berkemajuan, baik di tingkat daerah, cabang, maupun ranting.
Melalui tulisan, berbagai kiprah Aisyiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, ekonomi, keagamaan, hingga pemberdayaan perempuan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjangkau khalayak yang lebih luas.
“Suara Perempuan Berkemajuan” bukan sekadar slogan, tetapi menjadi ajakan agar setiap kader berani bersuara, berkarya, dan berbagi inspirasi melalui tulisan. Sebab, gerakan yang ditulis akan menjadi jejak yang dapat dibaca, dikenang, dan menginspirasi generasi berikutnya.
Pelatihan jurnalistik ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem literasi yang semakin kuat di lingkungan PDA Kabupaten Mojokerto. Dari Mojosari, suara perempuan berkemajuan terus dirangkai menjadi tulisan. Dari tulisan itulah gerakan Aisyiyah semakin dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments