Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Bina Keluarga Islami: Membangun Keluarga, Menumbuhkan Anak Berkarakter

Iklan Landscape Smamda
Bina Keluarga Islami: Membangun Keluarga, Menumbuhkan Anak Berkarakter
Wail Ketua PDA Kota Probolinggo saat menyampaikan materi dalam Bina Keluarga Islami TK ABA III Ade Irma Suryani, Minggu (6/9/2026). (Hendriani Okvinasari/PWMU.CO).
pwmu.co -

Minggu (6/9/2026) merupakan waktu bagi salah satu program unggulan bulanan dari TK ABA III Ade Irma Suryani, Bina Keluarga Islami.

Kegiatan dimulai jam 09.30 WIB di Jl Walikota Gatot Gg 13 kota Probolinggo. Hadirin yang datang adalah bergilir yaitu kesempatan saat ini gabungan dari kelompok A1 dan A2.

Pembukaan dipimpin oleh MC Mardianti Agustin SPd yang merupakan wali kelas A2. Dan dilanjutkan dengan murojaah yang dipimpin oleh Vivin Ummu Salma, AMa. berupa review hafalan materi surat-surat pendek kelompok A selama 1 semester.

Cara Menumbuhkan Anak Berkarakter

Menuju agenda selanjutnya adalah materi oleh Wakil Ketua PDA kota Probolinggo, Djuwariyah MPd. Pada kesempatan itu, Djuwariyah menyampaikan materi tentang Bagaimana cara menumbuhkan anak Berkarakter.

Sebagai permulaan, Djuwariyah menekankan pentingnya menumbuhkan kebiasaan anak Berkarakter. Salah satunya pembiasaan baik seperti membuang sampah pada tempatnya.

“Kebijakan menggunakan hp yaitu lebih baik diberi akses hp saat umur 13 tahun. Fenomena di Indonesia kebanyakan anak balita sudah dipegangi hp” terangnya.

Menurutnya, karakter juga terbentuk dari pengaruh gadget, namun keluarga adalah tempat awal untuk belajar dan pembentukan pribadi. Pesan tersebut sebagaimana tertuang dalam QS At Tahrim: 6.

Kedua, Djuwariyah menyampaikan bahwa anak meniru perilaku dari orang terdekat, yaitu orangtuanya,

“Salah satunya juga pembiasaan kata ajaib seperti tolong, maaf, permisi, terimakasih. Jika hal ini menjadi salah satu rutinitas, maka adab anak juga terbentuk” tegasnya.

Rukun Iman tak Sekadar Dihafal

Yang Ketiga, ia berpesan agar para orang tua mengajak anak mengimani dan bertaqwa kepada Allah, lebih dari sekadar dihafal seperti rukun.

“Iman ada 6 dan rukun Islam ada 5, tapi mengimplementasikannya dan dijalankan untuk membentuk keluarga islami. Menyuruh sholat ke anak tapi orangtua juga harus memberi contoh” tuturnya.

SMPM 5 Pucang SBY

Salah satunya termasuk pembekalan ilmu wudhu ke anak. Menurut Djuwariyah, wudhu adalah salah satu syarat sahnya sholat kesempurnaan sholat dimulai dari kesempurnaan wudhu.

“Sempatkan waktu untuk melatih solat” ungkap Djuwariyah. “Sholat itu penting bukan yang penting solat” tegasnya lagi menambahkan.

Menurutnya momen yang tepat saat ramadhan menempa karakter Islam pada keluarga terutama anak. Yaitu jika laki-laki berjamaah di masjid supaya tertanam cinta masjid, dan perempuan boleh ke masjid namun yang utama beribadah didalam rumah.

“Saat sholat jika anak kecil masih naik di tubuh orangtua maka boleh dipegangi supaya tidak jatuh, asal posisi sholat menghadap kiblat dan tidak berbicara tetap melakukan ucapan sholat” tambahnya.

Adapun yang terakhir, Djuwariyah mengingatkan peran orangtua, sekolah, dan masyarakat yg dapat membentuk karakter anak.

Di antara hal yang dapat orangtua lakukan yakni mendoakan anak di waktu yang mustajab, di waktu tertentu meminta yg terbaik untuk masa depan anaknya.

“Yakinlah tiap-tiap anak pasti Allah berikan kemampuan dan kelebihan berbeda-beda. Jangan sekali-kali membandingkan anak satu dan yang lain, ajarkan mereka untuk menyayangi diri sendiri sebelum dia paham menyayangi oranglain” pesannya.

“Ada 3 kiat untuk menegur anak dengan damai” tutur Djuwariyah lagi. “Yaitu anak diminta wudhu, anak dalam keadaan kenyang, baru anak diajak sharing dengan orangtua” pungkasnya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 07/09/2026 14:55
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu