Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Fungsi Jari dalam Kebaikan dan Mencegah Keburukan

Iklan Landscape Smamda
Fungsi Jari dalam Kebaikan dan Mencegah Keburukan
Jari jemari bukan saja menjadi pelengkap tubuh manusia. Jari jemari juga dapat berfungsi dalam melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran. Foto: Myriams.

Jari jemari bukan saja menjadi pelengkap tubuh manusia. Jari jemari juga dapat berfungsi dalam melakukan kebaikan dan menegakkan kebenaran.

Jika para penguasa menggunakan jarinya untuk melakukan kezaliman dan kejahatan. Maka para nabi dan Rasulullah menjadikan jarinya untuk melakukan kebaikan dan mencegah keburukan.

Kebaikan dan keburukan yang dilakukan oleh jari jemari tidak bisa diabaikan. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukannya sedemikian bernilai.

Begitu pula dengan keburukan yang dilakukan sekecil apapun, juga akan ada balasannya. (QS. Al Zalzalah:7-8).

Kebaikan Jari Jemari

Kebaikan jari jemari yang pertama kali dapat dilihat langsung adalah saat makan dan minum bagi manusia dalam hidupnya sehari-hari.

Ketika makan, siapapun akan menggunakan jari jemari untuk melakukan beberapa aktivitas yang penting bagi diri seseorang, diantaranya:

Pertama, sebelum makan.

Bagi seorang muslim diajarkan untuk mencuci tangan dan jari jemarinya lebih dahulu agar bersih dari berbagai kotoran, kuman dan virus yang mengandung penyakit. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila… beliau ingin makan atau minum, beliau mencuci kedua tangannya kemudian makan atau minum.” (HR. An-Nasai No. 258, disahihkan oleh Syeikh Al-Albani).

Kedua, mengunakan sarana makan minum.

Saat hendak mengambil sarana makan, minum, piring, gelas, bejana, sendok dan garpu, semua orang kecuali yang difabel, menggunakan jari jemari tangan agar tidak terjatuh.

Baik sarana yang dalam keadaan kosong, maupun berisi. Termasuk saat mereka sedang makan minum. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menggunakan kedua tangannya saat minum dari wadah yang besar (HR. Tirmidzi no. 2477, Bukhari no. 1556, Muslim no. 2027).

Ketiga, saat makan dan minum.

Setiap muslim bagi yang hendak makan minum telah diajarkan agar mereka menggunakan jari jemari tangan yang kanan, dan dilarang dengan yang kiri. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Jika salah seorang di antara kalian makan, makanlah dengan tangan kanannya. Dan jika ia minum, minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020).

Keempat. sehabis makan

Telah diperintahkan kepada setiap muslim untuk membersihkan makanan yang tersisa.

Baik yang masih berada di jari jemari, maupun yang tertinggal pada sarana makan (piring, gelas, sendok dan garpu) setelah selesai makan. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menjilat jari-jemari dan wadah (piring/bejana), beliau bersabda: “Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian makanan mana yang terdapat berkah.” (HR. Muslim no. 2033).

Kelima, disunnahkan makan dengan tiga Jari.

Saat seorang muslim sedang makan telah disunahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, agar mengambil makanan dari bejana (piring) menggunakan jari.

SMPM 5 Pucang SBY

Tiga jari tangan kanan yang digunakan meliputi ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah untuk jenis makanan yang memungkinkan.

Sesuai hadits ini. Dari Ka’b bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam makan dengan tiga jari dan beliau menjilati jari-jari tersebut sebelum dibersihkan.” (HR. Muslim no. 2032).

Keenam, saat memungut makanan yang jatuh.

Jari jemari juga digunakan saat memungut atau mengambil makanan yang jatuh dari sarana makan (bejana atau piring) ke luarnya atau ke tanah. Setelah itu dibersihkan dan dimakan lagi. Sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Apabila sesuap makanan dari salah seorang diantara kalian terjatuh, hendaklah ia mengambilnya lalu membuang kotoran yang ada padanya, kemudian memakannya dan janganlah ia membiarkannya untuk setan.” (HR. Muslim no 2033).

Jari mencegah keburukan

Masih banyak lagi kebaikan jari jemari pada manusia yang bisa diperluas dalam kehidupan sehari-hari di dunia ini.

Namun untuk mencukupi pembahasan perlu dikemukakan pula tentang fungsi jari jemari dalam mencegah keburukan dan hal yang berbahaya. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

Pertama, menyingkirkan ranting pohon di jalan.

Menyingkirkan ranting atau batang pohon yang patah dan tumbang tidak lepas dari peran tangan dan jari jemarinya. Baik saat seseorang memindahkan ranting yang kecil-kecil, maupun kala dia memotong dan menyingkirkan batang pohon yang besar.

Alat yang digunakan tak lepas dari peran tangan dan jari jemarinya yang memegang. Semua itu dilakukan agar ranting yang patah dan batang yang tumbang itu tidak mengganggu dan menimbulkan keburukan lain di jala orang banyak berlalu lintas.

Perbuatan ini sesuai dengan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Ada seorang lelaki melewati sebatang ranting pohon yang menjuntai ke jalan, lalu ia berkata, ‘Demi Allah, saya akan menyingkirkan ranting pohon ini agar tidak mengganggu kaum muslimin.’ Akhirnya orang tersebut dimasukkan ke dalam surga.” (HR. Muslim no. 1914).

Kedua, membuang benda berbahaya di jalan umum.

Benda apapun yang berbahaya sebaiknya tidak dibuang di tempat dan jalan umum. Apakah benda- benda yang tajam dan yang berbahaya lainnya, sebab dapat mencelakakan dan berbagai dampak keburukan lainnya terhadap orang banyak.

Dalam membuang dan memindahkannya ke tempat yang aman dan tidak menggangu atau menimbulkan berbagai keburukan lainnya inipun termasuk menggunakan tangan dan jari jemari. Melakukan ini sesuai hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Iman itu ada tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling tinggi adalah ucapan ‘La ilaha illallah’ (tiada Tuhan selain Allah), dan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” (HR. Al- Bukhari dan Muslim).

Ketiga, memberi minum hewan saat kehausan.

Seorang wanita penzina saat mengambil air di dalam sumur dengan memakai sepatunya untuk keperluan minum dirinya, tiba-tiba melihat seekor anjing mundar mandir tanda kehausan. Iapun kembali mengambil air dengan sepatunya dan memberikan minum kepada anjing tersebut.

Wanita itu saat membuka, memegang dan mengambil air dengan sepatu tentu dia telah menggunakan tangan dan jari jemarinya. Begitu pula saat memberikan minum kepada anjing itu, dia menggunakan jari jemarinya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 04/10/2026 00:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu