Jika anjing itu tidak diberikan minum saat kehausan, tentu dia akan lemas, mati atau hal-hal buruk lainnya. Kisah ini disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
“Ketika ada seorang wanita pezina dari Bani Israil berjalan di suatu jalan, ia melihat seekor anjing berputar-putar di dekat sebuah sumur. Anjing tersebut hampir mati kehausan. Wanita itu lalu melepas sepatunya (khuff), lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya (khimarnya), kemudian mencedok air dari sumur dengannya, lalu ia beri minum anjing tersebut. Allah Ta’ala mengampuni dosanya karena perbuatan itu.” (HR. Bukhari no. 3321, no. 6009 dan HR. Muslim no. 2244, no. 2245).
Keempat, membocorkan perahu
Nabi Khidir alaihi sallam saat memberikan pelajaran kepada Nabi Musa alaihi sallam, telah mengajak berjalan ke tepi pantai. Lalu keduanya naik ke atas perahu-perahu nelayan. Nabi Khidir alaihi sallam lalu membocorkan semua perahu yang ada di tempat tersebut. (QS. Al Kahfi:71).
Nabi Khidir alaihi sallam membocorkan perahu menggunakan alat yang dipegang oleh tangan bersama jari jemarinya.
Tujuannya adalah untuk memberikan perlindungan kepada para nelayan miskin dan menyelamatkan agar perahu perahu mereka tidak dirampas dan diambil paksa oleh raja zalim di kawasan tersebut. Hal ini sesuai firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
Adapun perahu itu adalah milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu secara paksa.” (QS. Al Kahfi:79).
Kelima, menegakkan dinding yang hampir roboh.
Pelajaran yang diberikan Nabi Khidir alaihi sallam kepada Musa alaihi sallam juga adalah, saat mereka berada di suatu negeri.
Di negeri itu Khaidir alaihi sallam melihat ada dinding rumah yang miring dan bila dibiarkan akan membuat rumah itu roboh atau keburukan lainnya. Lalu dia pun menegakkannya. (QS. Al Kahfi:77).
Menegakkan dinding juga mempergunakan jari jemari tangannya sehingga membuat dinding itu tegak kembali. Kenapa itu dilakukannya. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
“Adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan simpanan (harta) bagi mereka berdua, sedang ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Aku tidak melakukannya menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan tentang sesuatu yang engkau tidak sabar terhadapnya.” (QS. Al Kahfi:82).
Demikian unik dan menarik fungsi jari jemari tangan bagi kebaikan dan juga untuk mencegah berbagai keburukan. Bentuknya kecil-kecil dan mungil tapi membantu dan besar maslahatnya. Bersyukurlah orang memiliki jari jemari lengkap dan peliharalah dengan sebaik-baiknya. (QS. At Tahrim:6).





0 Tanggapan
Empty Comments