Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Uswah Wanita Cantik dan Salehah sebagai Penghuni Surga

Iklan Landscape Smamda
Uswah Wanita Cantik dan Salehah sebagai Penghuni Surga
Islam mengajarkan kepada umatnya dalam mencari wanita, selain perlu melihat kecantikannya, juga keimanan dan kesalehannya. (Muhsin MK/PWMU.CO).

Pada hakekatnya wanita itu cantik. Karena cantik itu dia disukai dan dicintai oleh kaum laki-laki.

Kecantikan kaum wanita tentulah berbeda-beda kualitasnya. Kecantikan wanita Afrika berbeda dengan orang-orang Barat dan Asia.

Namun Islam mengajarkan kepada umatnya dalam mencari wanita, selain perlu melihat kecantikannya, juga keimanan dan kesalehannya. Sebab wanita yang beriman dan saleh selain patuh dan taat pada suami, juga menjadi calon penghuni surga.

Ada beberapa wanita cantik yang beriman dan salehah dalam Al Qur’an dan Hadist, yang berada di lingkungan para Rasul atau Nabi. Bahkan juga istri dari raja zalim, yang menjadi penghuni surga. Mereka adalah sebagai berikut:

Hawa

Hawa adalah istri Nabi Adam alaihi sallam, ibunda manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Iaah yang melahirkan anak-anak manusia yang kemudian berkembang biak, laki-laki dan perempuan, dalam jumlah yang banyak. Lalu manusia menjadi bersuku- suku, berbangsa-bangsa dan menduduki bumi ini. (QS. An Nisa:1, Al Hujurat:13).

Bersama Adam, bunda Hawa awalnya berada di surga. Namun karena keduanya melanggar larangan Allah, mereka dikeluarkan dari surga ke bumi.

Namun keduanya menyatakan bertaubat. Karena itu mereka kelak akan dikembalikan masuk surga oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (QS. Al Baqarah :37-38).

Dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dipertegas tentang jaminan bahwa Hawa sebagai penghuni surga.

“(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang-orang yang saleh dari nenek moyang mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka…” (QS. Ar-Ra’d: 23).

Sarah

Sarah adalah wanita cantik istri pertama Nabi Ibrahim alaihi sallam. Pernah ditaksir dan diminta raja Mesir, namun Nabi Ibrahim pandai mengelak, sehingga tidak diambil paksa oleh raja tersebut.

Bunda Sarah yang mendorong Nabi Ibrahim alaihi sallam menikahi Hajar, wanita cantik keturunan raja dari negeri Mesir. Nabi Ibrahim alaihi sallam lalu menikahinya.

Namun setelah bunda Hajar memiliki anak, membuat Sarah cemburu, karena belum dikaruniai anak.

Namun qadarallah Sarah dikabarkan oleh Malaikat akan memiliki anak walau usianya sudah lansia. Dia pun bersyukur dan bahagia.

SMPM 5 Pucang SBY

Dari Sarah lahir Nabi Ishaq alaihi sallam, anak kedua Nabi Ibrahim alaihi sallam yang kelak menurunkan Nabi-nabi sesudahnya, hingga Nabi Isa alaihi sallam.

Sarah termasuk wanita cantik, beriman dan saleh. Ia yang telah dijamin sebagai penghuni surga. Sebagai mana disebutkan dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Anak-anak orang mukmin berada di sebuah gunung di surga. Mereka diasuh oleh Ibrahim dan Sarah sampai mereka dikembalikan kepada ayah-ayah mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad, dinilai sahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 1023).

Hajar

Hajar adalah istri kedua nabi Ibrahim alaihi sallam. Dari bunda Hajar, lahirlah nabi Ismail alaihi sallam, anak pertama nabi Ibrahim alaihi sallam.

Bunda Hajar dan anaknya di waktu bayi, diantar dan ditinggal di lembah gurun pasir yang tandus. Keduanya tidak di sediakan bekal dan persediaan makanan minuman. (QS. Ibrahim:37).

Namun bunda Hajar dengan kesabaran dan ketabahannya, setelah berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah mencari air untuk memberi minum anak bayinya, ternyata dia mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Di dekat kaki Ismail alaihi sallam memancar air yang kemudian dikenal dengan nama zam- zam. Air yang diberkahi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana disebutkan dalam hadits,

“Sesungguhnya air Zam-zam adalah air yang diberkahi, air tersebut adalah makanan yang mengenyangkan dan penawar penyakit.” (HR. Muslim No. 2473).

Peristiwa bunda Hajar dan Nabi Ismail alaihi sallam ini telah menjadi bagian dari ritual ibadah haji dan umrah berkaitan dengan minum air zam-zam dan sai. Ibadah sai waktu haji dan umrah dilakukan dengan berlari-lari kecil dari bukit Safa ke bukit Marwah. (QS. Al Baqarah:158).

Bunda Hajar termasuk wanita shalihah yang taat pada Allâh Subhanahu Wa Ta’ala dan juga taat pada suami. (QS. An Nisa:34).

Karena itu ia termasuk sebagai penghuni surga. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 07/09/2026 14:26
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu