Kokurikuler Literasi Digital dan Teknologi Remaja (Lentera) SD Muhammadiyah 01 Tanggul mengajak siswa kelas VI International and Qur’anic Class Program (IQCP) mengamati keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tanggul Kulon, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran Lentera yang tidak hanya mengenalkan literasi digital dan teknologi, tetapi juga melatih siswa mengamati lingkungan sekitar, mengumpulkan informasi, serta menyampaikan pendapat secara kritis dan bertanggung jawab.
Usai jam istirahat pertama, para siswa bersama guru menuju lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang berada di Jalan Kenanga, sekitar 200 meter dari Kampus 2 SD Muhammadiyah 01 Tanggul. Koperasi tersebut berada di wilayah Desa Tanggul Kulon.
Setibanya di lokasi, siswa mengamati kondisi bangunan dan lingkungan sekitar koperasi. Suasana di lokasi tampak lengang. Sebuah truk berwarna merah putih terlihat terparkir di halaman, sementara beberapa kios dan pos keamanan berada di sekitar bangunan koperasi.
Siswa belum dapat melakukan wawancara karena tidak menemukan pengelola atau petugas yang dapat ditemui di lokasi. Karena itu, setelah melakukan pengamatan, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menuliskan pendapat mengenai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih dan mengirimkannya melalui WhatsApp.
Salah seorang siswa, Dona Alona Fiorenza, menilai Koperasi Desa Merah Putih di Tanggul Kulon memiliki potensi untuk berkembang menjadi lembaga ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saat ini, pembangunan fisiknya menunjukkan progres yang sangat baik, meskipun belum sepenuhnya selesai. Struktur bangunannya sudah terlihat sangat kokoh dan luas. Desain arsitektur gedung ini tampil memikat dengan balutan warna khas merah putih yang mencerminkan semangat nasionalisme,” kata Dona.
Menurut Dona, lokasi koperasi yang berada di dekat lahan persawahan juga dapat menjadi salah satu potensi pengembangan usaha. Keberadaan lahan pertanian tersebut, menurutnya, membuka peluang bagi koperasi untuk mengembangkan unit usaha di bidang agrobisnis yang berkaitan dengan potensi masyarakat setempat.
Pendapat serupa disampaikan Muhammad Syafi Mahendra. Ia menilai bangunan koperasi terlihat bagus, memiliki sarana olahraga badminton, serta berada di lokasi yang strategis. Pendapat tersebut juga disampaikan sejumlah siswa lainnya, seperti Neysha, Naila, dan Kaysha.
Namun, tidak semua siswa melihat keberadaan koperasi dari sisi fasilitas dan potensi ekonomi. Fariz Athaillah Tarmidzi memberikan pandangan berbeda dengan menyoroti pentingnya kesesuaian program koperasi dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Positifnya adalah bisa membantu warga desa mendapatkan harga yang lebih murah dan mudah. Namun, negatifnya adalah perencanaan yang terlalu cepat dikhawatirkan pendirian Kopdes ini tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat lokal,” tambah Fariz.
Beragam pendapat tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Lentera memberikan ruang kepada siswa untuk melihat sebuah objek dari berbagai sudut pandang. Siswa tidak hanya diminta mengamati kondisi fisik koperasi, tetapi juga diajak memikirkan manfaat, potensi, serta kemungkinan tantangan yang dapat muncul dalam pengelolaannya.
Lentera merupakan salah satu kokurikuler di SD Muhammadiyah 01 Tanggul yang berfokus pada pengembangan literasi digital dan teknologi remaja. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dapat dikembangkan melalui aktivitas pengamatan, diskusi, penyusunan pendapat, hingga penyampaian gagasan berdasarkan informasi yang diperoleh siswa.
Melalui kegiatan observasi Koperasi Desa Merah Putih, siswa mendapatkan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus berlatih menghubungkan pembelajaran dengan persoalan yang berada di lingkungan sekitar. Kemampuan mengamati, menyusun argumen, dan menyampaikan pendapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mereka jalani.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara SD Muhammadiyah 01 Tanggul memberikan pengalaman kepada siswa agar mampu memanfaatkan teknologi dan informasi secara positif. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menerima informasi, tetapi juga sebagai kemampuan mengolah informasi dan membentuk pandangan secara kritis. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments