Setiap kali kita mendengar kata “kemerdekaan”, sering kali yang terbayang hanyalah bebasnya bangsa ini dari penjajahan fisik, bebasnya wilayah kita dari kekuasaan bangsa asing, dan bebasnya kita menentukan pemerintahan sendiri.
Namun, jika kita menelaah lebih dalam dengan pandangan agama yang kita yakini, kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas, lebih dalam, dan lebih menyentuh hakikat kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajahan luar, melainkan bebas dari segala bentuk penjajahan, baik yang datang dari luar maupun yang lahir dari dalam negeri sendiri.
Kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan jalan panjang, amanah luhur, dan perjuangan tiada henti untuk mewujudkan kehidupan yang diridai Allah SWT.
Tulisan ini mengajak segenap anak bangsa untuk merenungkan makna kemerdekaan menurut pandangan Islam.
Selain itu, kita harus terus memperjuangkan cita-cita luhur bersama: mewujudkan NKRI yang berdaulat, makmur, dan sejahtera bagi seluruh rakyat.
Indonesia harus bebas dari campur tangan dan kepentingan asing yang merugikan. Sekaligus harus bebas dari korupsi, ketidakadilan, penindasan, dan segala bentuk keburukan yang merugikan kepentingan umum.
Makna Kemerdekaan dalam Pandangan Islam
Islam memandang kemerdekaan bukan sekadar status politik atau kebebasan lahiriah semata. Kemerdekaan adalah hak asasi yang dianugerahkan Allah kepada setiap manusia sejak lahir, sebagai bagian dari kemuliaan yang telah Allah tetapkan bagi anak-anak Adam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam; dan Kami berikan kepada mereka alat-alat keperluan, di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas sebagian makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS. Al-Isra: 70)
Ayat ini menjadi dasar bahwa setiap manusia, tanpa memandang suku, bangsa, warna kulit, atau kedudukannya, pada hakikatnya adalah makhluk yang dimuliakan Allah dan diciptakan dalam keadaan merdeka.
Tidak ada seorang pun yang berhak memperbudak, menindas, merampas hak, atau merampas kemerdekaan orang lain, kecuali atas dasar kebenaran dan menurut ketentuan syariat Allah.
Kemerdekaan dalam pandangan Islam memiliki makna yang sangat luas, yang dapat kami uraikan sebagai berikut.
Pertama, kemerdekaan jiwa: bebas dari Penghambaan kepada Selain Allah.
Kemerdekaan yang paling hakiki dan paling utama adalah kemerdekaan jiwa. Artinya, hati kita hanya tunduk, takut, dan berharap kepada Allah SWT semata.
Kita tidak boleh memperbudak diri kepada siapa pun, kepada kekuasaan apa pun, kepada kekayaan apa pun, atau kepada kepentingan golongan mana pun jika hal itu bertentangan dengan perintah Allah.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam perbuatan bermaksiat kepada Allah.”
Ketika seseorang berani menolak perintah penguasa yang zalim karena takut kepada Allah, maka itulah tanda kemerdekaan jiwa yang sesungguhnya. Kemerdekaan jiwa menjadikan kita tidak takut kehilangan jabatan, harta, atau kedudukan selama kita berada di jalan kebenaran.
Inilah kemerdekaan yang menjadi pangkal dari segala kemerdekaan lainnya.
Kedua, kemerdekaan berpikir dan beramal dalam kebenaran.
Islam memberikan kebebasan kepada manusia untuk berpikir, mencari ilmu, bekerja, berkreasi, dan mengelola bumi sesuai dengan tuntunan syariat. Kemerdekaan bukan berarti bebas tanpa aturan, bebas berbuat sesuka hati, atau bebas melanggar hak orang lain.
Kemerdekaan dalam Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab—bebas untuk melaksanakan kebaikan, menegakkan keadilan, mencegah kemungkaran, membangun peradaban yang mulia, dan memanfaatkan karunia Allah demi kemaslahatan bersama.
Kemerdekaan yang tidak dibatasi oleh kebenaran dan keadilan bukanlah kemerdekaan, melainkan kebebasan yang menjerumuskan kepada kerusakan dan kehancuran.
Ketiga, kemerdekaan sebagai amanah suci yang harus dipertanggungjawabkan.
Kemerdekaan bangsa Indonesia tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan diraih dengan keringat, air mata, bahkan darah para pendahulu kita.
Mereka berjuang bukan hanya untuk kebebasan politik, tetapi juga demi terwujudnya kehidupan yang adil dan makmur sesuai cita-cita luhur bangsa.
Di atas semua ikhtiar manusia itu, kemerdekaan Indonesia terjadi atas izin dan pertolongan Allah SWT.
Oleh karena itu, kemerdekaan adalah amanah titipan Allah kepada seluruh generasi bangsa. Amanah ini harus dijaga, diisi dengan amal saleh, dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah pada hari akhir nanti.
Kita tidak berhak menyia-nyiakan kemerdekaan, tidak berhak merusaknya, dan tidak berhak menyerahkannya kepada kepentingan pihak asing maupun pihak yang tidak bertanggung jawab.
Keempat, kemerdekaan bertujuan mewujudkan kesejahteraan bersama.
Kemerdekaan dalam Islam tidak diperjuangkan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau golongan tertentu saja.
Perjuangan tersebut diarahkan agar seluruh rakyat dapat hidup layak, aman, tenteram, sejahtera, dan dapat menjalankan ibadah kepada Allah dengan tenang dan damai. Kesejahteraan lahir dan batin adalah tujuan utama kemerdekaan dalam pandangan Islam.
Jika kemerdekaan hanya dinikmati oleh segelintir orang, sementara mayoritas rakyat masih menderita, miskin, tertindas, dan terabaikan hak-haknya, maka kemerdekaan itu belumlah sempurna dan belum mencapai tujuannya.
NKRI yang Kita Perjuangkan: Berdaulat, Makmur, dan Sejahtera
Menyadari makna kemerdekaan yang sedalam itu, wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus senantiasa kita perjuangkan bersama adalah sebagai berikut.
NKRI Harus Berdaulat Penuh
Kedaulatan adalah napas kemerdekaan. Tanpa kedaulatan yang utuh dan nyata, kemerdekaan hanyalah nama dan tulisan semata. NKRI harus berdaulat sepenuhnya di atas seluruh wilayah tanah air, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote.
Kita harus berdaulat menentukan nasib sendiri, menyusun kebijakan sendiri, mengelola kekayaan alam sendiri, dan menegakkan hukum sendiri, tanpa campur tangan, tekanan, atau perintah dari pihak mana pun yang bukan untuk kepentingan rakyat sendiri.
Kedaulatan haruslah kedaulatan yang sesungguhnya. Bukan sekadar tertulis di atas kertas. Bukan pula kedaulatan yang masih tunduk pada kepentingan asing atau kekuatan luar.
Kedaulatan juga tidak boleh dikuasai pihak yang mengutamakan kepentingan golongan di atas kepentingan negara dan rakyat.
Kedaulatan NKRI harus dijunjung tinggi, dijaga dengan kesetiaan, dan dipertahankan dengan pengorbanan. Sebab, merosotnya kedaulatan berarti merosot pula kemerdekaan itu sendiri.
NKRI Harus Makmur dan Sejahtera
Kemerdekaan belumlah bermakna jika rakyat masih hidup dalam kemiskinan, kelaparan, kebodohan, dan penderitaan. Allah SWT telah menciptakan tanah air ini dengan kekayaan yang melimpah ruah—di darat, di laut, dan di angkasa.
Kekayaan itu adalah titipan Allah untuk kemaslahatan seluruh rakyat, bukan untuk dinikmati oleh segelintir orang saja.
Maka, NKRI yang kita cita-citakan adalah negara yang makmur dan sejahtera. Negara yang mampu menyediakan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan secara layak dan merata kepada seluruh rakyatnya.
Negara yang mampu mengelola kekayaan alam dengan bijaksana, jujur, dan adil, sehingga kemajuan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat—baik di kota maupun di desa, baik di pulau besar maupun di pulau-pulau terluar.
Kemakmuran dan kesejahteraan adalah bukti nyata bahwa kita telah mengisi kemerdekaan dengan benar, dan bahwa Allah telah meridai perjuangan kita membangun negeri.





0 Tanggapan
Empty Comments