Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Kunjungan ke PDM Kota Malang, Mendikdasmen Dorong Muhammadiyah Perkuat Mutu dan Kemandirian Pendidikan

Iklan Landscape Smamda
Kunjungan ke PDM Kota Malang, Mendikdasmen Dorong Muhammadiyah Perkuat Mutu dan Kemandirian Pendidikan
Kunjungan ke PDM Kota Malang, Mendikdasmen Dorong Muhammadiyah Perkuat Mutu dan Kemandirian Pendidikan (Muhammad Salmanudin Hafizh Shobirin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mendorong Muhammadiyah memperkuat mutu, kekhasan, dan kemandirian lembaga pendidikannya. Hal tersebut disampaikan saat silaturahim bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang di Aula Kantor PDM Kota Malang, Sabtu (8/8/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Majelis dan Lembaga PDM Kota Malang, pimpinan organisasi otonom tingkat daerah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Ketua PDM Kota Malang Prof. Dr. Abdul Haris menyampaikan apresiasi atas kehadiran Abdul Mu’ti. Ia mengatakan warga Muhammadiyah Kota Malang telah lama menantikan kesempatan untuk mendapatkan arahan langsung dari Mendikdasmen.

“Kita sudah lama merindukan tausiah dan arahan beliau yang selalu mencerahkan dengan guyonan khasnya,” ujar Abdul Haris.

Pendidikan Muhammadiyah Tunjukkan Perkembangan

Dalam pertemuan tersebut, PDM Kota Malang memaparkan perkembangan sejumlah lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pada jenjang sekolah dasar, empat dari enam SD Muhammadiyah di Kota Malang telah masuk kategori unggulan. Sejumlah sekolah bahkan telah membuka pendaftaran lebih awal untuk memenuhi kebutuhan peserta didik pada tahun berikutnya.

Perkembangan juga terlihat pada jenjang pendidikan menengah. Dua SMK Muhammadiyah di Kota Malang masing-masing menerima lebih dari 100 siswa. Sementara itu, salah satu dari dua MTs Muhammadiyah di Kota Malang juga mencatat penerimaan lebih dari 100 siswa pada tahun ini.

Di tengah perkembangan tersebut, PDM Kota Malang turut menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan madrasah. Salah satunya berkaitan dengan keterbatasan dukungan pendanaan yang dinilai berpengaruh terhadap pengembangan fasilitas dan peningkatan kualitas madrasah.

Muhammadiyah Perlu Punya Distingsi

Menanggapi perkembangan pendidikan tersebut, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pembaruan sistem pendidikan agar mampu menjawab kebutuhan masa depan. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pendidikan tidak hanya dipandang sebagai proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi luas kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Abdul Mu’ti.

Dalam konteks pendidikan Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menilai jumlah lembaga pendidikan yang besar perlu diikuti dengan peningkatan kualitas dan mutu. Muhammadiyah juga perlu memiliki kekhasan yang membedakan lembaga pendidikannya dengan lembaga pendidikan lainnya.

SMPM 5 Pucang SBY

“Sebagai salah satu penyelenggara pendidikan swasta terbesar, Muhammadiyah perlu memiliki distingsi atau kekhasan yang membedakan kualitas dan mutu setiap lembaganya dari lembaga pendidikan lain,” tambahnya.

Menurut Abdul Mu’ti, kekhasan tersebut harus menjawab kebutuhan masyarakat dan harapan orang tua, sekaligus tetap berlandaskan nilai serta idealisme pendidikan Muhammadiyah. Karena itu, pengembangan pendidikan tidak cukup hanya mempertahankan model sekolah atau madrasah yang sudah berjalan.

Ia mendorong adanya diversifikasi model pendidikan dan peningkatan kualitas layanan. Dengan langkah tersebut, lembaga pendidikan Muhammadiyah diharapkan memiliki karakter yang jelas sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan masyarakat.

Dorong Kemandirian Pembiayaan

Selain mutu dan kekhasan lembaga pendidikan, Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya kemandirian pembiayaan. Menurutnya, keberlanjutan lembaga pendidikan Muhammadiyah perlu didukung dengan pengelolaan sumber daya yang produktif.

Pengelolaan wakaf dan dana umat secara produktif dapat menjadi salah satu bagian dari strategi membangun kemandirian pembiayaan pendidikan. Dengan demikian, lembaga pendidikan memiliki ruang yang lebih luas untuk mengembangkan fasilitas, meningkatkan kualitas layanan, dan menjalankan program pendidikan secara berkelanjutan.

Abdul Mu’ti juga menyinggung gagasan pengembangan sekolah yang dikelola pemerintah pusat sebagai salah satu upaya menyiapkan talenta akademik unggul. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia membutuhkan lembaga pendidikan yang tidak hanya kuat dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki dedikasi kepada bangsa.

Pertemuan bersama PDM Kota Malang tersebut menjadi ruang dialog mengenai perkembangan sekaligus tantangan pendidikan Muhammadiyah. Capaian sejumlah sekolah menjadi modal untuk terus dikembangkan, sementara penguatan distingsi, mutu, diversifikasi model pendidikan, dan kemandirian pembiayaan menjadi bagian penting dalam menghadapi kebutuhan pendidikan di masa depan. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu