SD Muhammadiyah 3 Ikrom (SD Ikrom) Sidoarjo membekali wali murid Program Kelas Tahfidz dengan strategi mendampingi hafalan Al-Qur’an melalui kegiatan Motivasi Tahfidz di Masjid Al Ikrom, Diponegoro, Wage, Taman, Sidoarjo, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Keluarga dalam Membentuk Generasi Qur’ani” tersebut diikuti 83 wali murid dari 116 siswa Program Kelas Tahfidz. Kegiatan ini menjadi pelaksanaan kedua yang diselenggarakan SD Ikrom sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan keluarga dalam mendampingi proses hafalan Al-Qur’an siswa.
SD Ikrom menghadirkan Dzunnurin Nahdliyyah, S.Pd., penghafal Al-Qur’an sekaligus pendiri TPQ di Taman, Sidoarjo, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, ia mengajak orang tua menyatukan tujuan dengan anak dalam menjalani proses menghafal Al-Qur’an.
“Bapak Ibu, pertama hal yang harus kita sama-sama lakukan adalah menyatukan mimpi. Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari mimpi yang sama. Terkadang kita memimpikan anak kita menjadi A, namun anak kita sendiri berkehendak B. Maka dengan hal ini, Bapak dan Ibu perlu sama-sama menyamakan mimpi,” ujar perempuan yang akrab disapa Ustadzah Nina tersebut.
Menurutnya, kesamaan tujuan antara orang tua dan anak menjadi salah satu bagian penting dalam mendampingi perjalanan hafalan. Orang tua tidak hanya berperan mengingatkan anak untuk menghafal, tetapi juga perlu menciptakan suasana yang mendukung agar anak dapat menjalani proses tersebut dengan nyaman.
Dalam kegiatan tersebut, Ustadzah Nina memperkenalkan empat pilar yang dapat menjadi dasar untuk membangun hafalan Al-Qur’an yang kokoh. Pilar pertama adalah membaca dengan benar. Siswa perlu memperhatikan makhraj, ketepatan harakat, kata, serta mencermati akhir setiap ayat.
Pilar kedua adalah memperdengarkan hafalan. Menurutnya, memperdengarkan hafalan dapat membantu menemukan kesalahan bacaan sekaligus melatih mental dan kepercayaan diri anak. Proses tersebut juga dapat dilakukan melalui kegiatan mudarasah atau saling memperdengarkan hafalan secara berulang.
Pilar ketiga adalah mengulang hafalan. Pengulangan dilakukan untuk menjaga ayat yang telah dihafalkan agar tetap melekat dan tidak mudah terlupakan. Sementara itu, pilar keempat adalah menggabungkan hafalan sehingga siswa tidak hanya menguasai ayat secara terpisah, tetapi mampu menghubungkannya menjadi rangkaian bacaan yang utuh.
Empat pilar tersebut kemudian dikaitkan dengan pentingnya dukungan keluarga. Proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan konsistensi sehingga pembiasaan yang dilakukan di sekolah dapat dilanjutkan di rumah dengan pendampingan orang tua.
Kegiatan Motivasi Tahfidz diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abdurrahman Al Fatih, siswa kelas IV Tahfidz, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SD Ikrom Nur Suciati, M.Pd. Setelah itu, peserta mengikuti sesi motivasi, tanya jawab, doa, dan penutup.
Kehadiran 83 wali murid menunjukkan keterlibatan keluarga dalam program tahfidz yang dikembangkan sekolah. Melalui kegiatan tersebut, orang tua mendapatkan tambahan wawasan mengenai proses pendampingan hafalan sekaligus ruang untuk membangun kesamaan tujuan dengan anak.
Kegiatan Motivasi Tahfidz yang berlangsung hingga pukul 10.45 WIB tersebut ditutup dengan suasana kebersamaan antara wali murid dan 16 guru SD Ikrom.
Melalui kegiatan ini, SD Ikrom berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat dalam mendampingi siswa menghafal dan mencintai Al-Qur’an. Keterlibatan orang tua diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan agar hafalan siswa tidak hanya bertambah, tetapi juga terjaga dalam keseharian. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments