SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) menggelar Sumatif Tengah Semester (STS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung mulai Senin hingga Senin (5–12/10/2026) tersebut dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi digital melalui komputer dan perangkat Android.
Pelaksanaan STS berlangsung di 11 ruangan yang terdiri atas Laboratorium Komputer dan sejumlah ruang kelas. Dengan sistem berbasis komputer dan Android, para siswa mengerjakan soal secara digital sesuai jadwal dan mata pelajaran yang telah ditentukan.
Sejak hari pertama, siswa tampak antusias mengikuti STS. Mereka datang dengan persiapan masing-masing dan mengikuti proses asesmen dengan tertib. Pemanfaatan perangkat digital juga membuat pelaksanaan sumatif terasa lebih dekat dengan kebiasaan siswa dalam menggunakan teknologi.
Kepala Urusan Kurikulum Spemutu, Tri Wahyuningsih, mengatakan pelaksanaan STS berbasis digital menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan proses asesmen yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin pelaksanaan STS tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengukur capaian belajar siswa, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang melatih mereka untuk terbiasa menggunakan teknologi secara bijak, mandiri, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Memberkan Kemudahan
Menurut Tri, penggunaan komputer dan Android juga memberikan kemudahan dalam pengelolaan pelaksanaan asesmen. Sekolah dapat mengatur pelaksanaan secara lebih terstruktur sekaligus menyesuaikan dengan kesiapan sarana dan kondisi siswa.
Sementara itu, Kepala IT dan Laboratorium Komputer Spemutu, Bustanul Arifin, S.T., menjelaskan bahwa tim IT telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pelaksanaan STS berbasis digital berjalan lancar.
“Kami menyiapkan perangkat, jaringan, server, hingga pendampingan teknis di setiap ruangan. Karena pelaksanaannya menggunakan komputer dan Android, kami memastikan siswa bisa mengakses soal dengan baik sehingga dapat fokus mengerjakan,” jelasnya.
Bustanul menambahkan, pelaksanaan STS di 11 ruangan menjadi pengalaman tersendiri bagi tim IT karena membutuhkan koordinasi dan kesiapan teknis yang matang. Meski demikian, antusiasme siswa menjadi energi positif dalam pelaksanaan asesmen.
“Harapannya, siswa tidak hanya mendapatkan hasil belajar yang baik, tetapi juga semakin terbiasa dengan asesmen berbasis teknologi. Ini bagian dari ikhtiar Spemutu untuk menjadi sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” tambahnya.
Pelaksanaan STS berbasis komputer dan Android tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran digital di Spemutu. Teknologi tidak sekadar digunakan sebagai perangkat pendukung, tetapi mulai menjadi bagian dari budaya belajar siswa sehari-hari. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments