Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN MAS Kelompok 21 dan 22 Ajak Warga Desa Pait Olah Kulit Kopi Jadi Masker Wajah

Iklan Landscape Smamda
KKN MAS Kelompok 21 dan 22 Ajak Warga Desa Pait Olah Kulit Kopi Jadi Masker Wajah
Mahasiswa KKN MAS Kelompok 21 dan 22 di Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, berinovasi mengolah kulit kopi dan tepung beras menjadi masker wajah berbahan lokal (Isfanji Qolbi Al Anshori/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 21 dan 22 menghadirkan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi bersama ibu-ibu warga Desa Pait.

Dalam kegiatan tersebut, peserta KKN mengajak warga memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di sekitar, yaitu kulit kopi dan beras, untuk diolah menjadi masker wajah berbahan lokal.

Kegiatan ini berawal dari potensi Desa Pait yang memiliki hasil pertanian dan perkebunan, khususnya kopi. Kulit kopi yang selama ini lebih sering dianggap sebagai sisa pengolahan diperkenalkan kembali sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan.

Dicampur dengan tepung beras, kulit kopi tersebut diolah menjadi produk masker wajah yang sederhana dan mudah dibuat.

Adellya Renita, anggota KKN MAS Kelompok 21, dan Aisah Nasahah dari Kelompok 22, merupakan penggagas utama program tersebut.

Keduanya menyampaikan bahwa pemanfaatan kulit kopi dan tepung beras sebagai masker wajah alami berbasis potensi lokal merupakan salah satu upaya memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan, aman di kulit, dan ramah di kantong.

Bagi peserta KKN MAS, kegiatan tersebut bukan sekadar mengajarkan cara membuat masker, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar dan bertukar pengetahuan bersama masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kami datang bukan sebagai pihak yang paling tahu, melainkan sebagai teman belajar yang mencoba menggali dan mengembangkan potensi yang sudah dimiliki warga Desa Pait,” demikian semangat yang dibawa dalam kegiatan tersebut.

Dari kegiatan ini, peserta KKN MAS belajar bahwa pemberdayaan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Hal-hal sederhana yang tersedia di sekitar masyarakat dapat menjadi peluang apabila dikelola dengan kreativitas dan pengetahuan.

Melalui kegiatan tersebut, KKN MAS Kelompok 21 dan 22 berharap masyarakat semakin melihat bahwa potensi lokal Desa Pait dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna, bahkan berpeluang memiliki nilai ekonomi.

Bagi peserta KKN MAS, pelaksanaan KKN bukan hanya tentang meninggalkan sebuah program, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, pengalaman, dan semangat yang dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat setelah mereka kembali.

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 09/08/2026 22:32
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu