Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga organisasi otonom Muhammadiyah memeriahkan karnaval yang digelar Perguruan Muhammadiyah Wotan, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Jambore ke-20 Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Wotan. Mengusung tema “Metamorfosis Limbah: Dari Sampah Menjadi Karya Semesta”, para peserta menampilkan beragam kreativitas berbahan daur ulang.
Mulai dari sepeda hias, pakaian adat, hingga kostum tokoh fiksi, berbagai karya dari bahan yang tidak terpakai dipamerkan dalam karnaval tersebut.
Peserta berasal dari jenjang PAUD, MI, hingga MTs. Tidak hanya siswa, kegiatan juga diikuti guru, karyawan, wali murid, serta organisasi otonom Muhammadiyah Ranting Wotan, di antaranya Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Suasana semakin semarak dengan iringan musik Corps Drumband Harmoni Surya Nada (HSN) Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRM) Wotan.
Seluruh peserta berkumpul di halaman Perguruan Muhammadiyah Wotan sebelum mengikuti rute karnaval yang telah ditentukan panitia mengitari Desa Wotan.
Kegiatan dibuka dan dilepas secara resmi pada pukul 13.30 WIB oleh tokoh Muhammadiyah Wotan, KH. Affan Achwan, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Wotan yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut setiap tahun.
“Selamat dan sukses selalu kepada keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Wotan yang setiap tahun konsisten menyelenggarakan lomba karnaval dan rangkaian Pekan Jambore Kepanduan HW ke-20 dalam rangka HUT ke-81 RI ini,” ujarnya.
Koordinator lomba, Achmad Nurozi, S.Pd.I., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kita semua diberi kesehatan dan bisa berkumpul dalam momen yang luar biasa,” ungkap Nurozi.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk berkreasi, tetapi juga memiliki tujuan edukatif dalam mengenalkan pemanfaatan limbah menjadi karya bernilai seni.
“Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah menjadi barang bernilai seni. Selain itu, karnaval ini bertujuan menumbuhkan semangat persatuan dan meningkatkan rasa kebersamaan, khususnya di antara warga persyarikatan Muhammadiyah Desa Wotan,” tambahnya.
Usai pembukaan, para peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan panitia dengan mengitari Desa Wotan.
Selain mengedepankan kreativitas, karnaval tersebut juga menjadi ruang kebersamaan bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan.
Nurozi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat, menjadi inspirasi bagi masyarakat, serta memberikan pengalaman berharga bagi keluarga besar Perguruan Muhammadiyah Wotan,” harapnya.
Kejuaraan lomba karnaval dibagi dalam dua kategori, yakni kategori siswa dan kategori umum. Pemenang kategori umum diumumkan setelah kegiatan usai bersamaan dengan pembagian doorprize.
Sementara itu, pemenang kategori siswa dijadwalkan diumumkan pada acara penutupan Pekan Jambore ke-20 HW Wotan pada Jumat (28/8/2026).
Berikut daftar pemenang lomba karnaval Pekan Jambore ke-20 HW Wotan kategori umum:
- Juara I: PR NA Srikandi
- Juara II: PR NA Jagung
- Juara III: IWAMA Burung Beo
- Harapan I: IKWAL 7 Dayak
- Harapan II: IWAMA A Matahari
- Harapan III: IKWAM 6 Jepang
Melalui tema pemanfaatan limbah, Pekan Jambore ke-20 HW Wotan tidak hanya menghadirkan kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas serta mempererat kebersamaan warga Muhammadiyah di Desa Wotan.





0 Tanggapan
Empty Comments