Laga persahabatan mini soccer antara Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berlangsung seru dan penuh keceriaan, Kamis (27/8/2026).
Pertandingan yang digelar di Bay Arena Mini Soccer Field Kenpark, Surabaya, itu bukan sekadar ajang olahraga. Laga tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan keakraban antara pimpinan serta sivitas akademika dua perguruan tinggi Muhammadiyah.
Pertandingan dimulai pukul 16.30 WIB. Kedua tim langsung tampil penuh semangat sejak peluit awal dibunyikan. Meski berstatus laga persahabatan, permainan berlangsung cukup kompetitif.
Tim sepak bola Umsura turun dengan kekuatan penuh. Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir ikut turun ke lapangan bersama dua wakil rektor, Dr. Muhammad Anas dan Dr. Radius Setiawan.

Sementara itu, Rektor Umsida Dr. Hidayatulloh berhalangan hadir karena harus memimpin rapat di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV/1, Surabaya.
Sejak menit awal, kedua tim bermain terbuka. Umpan-umpan pendek dilakukan untuk menjaga penguasaan bola sekaligus membuka ruang di pertahanan lawan.
Pergerakan pemain berlangsung dinamis. Ketika kehilangan bola, para pemain segera melakukan pressing. Sebaliknya, begitu berhasil merebut bola, serangan balik cepat langsung dibangun.
Sesekali terdengar gelak tawa dari pemain maupun pendukung. Suasana pertandingan terasa cair dan akrab. Namun, semangat untuk memenangkan setiap perebutan bola tetap terlihat di lapangan.
Laga tersebut pun menjadi hiburan tersendiri. Para pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah yang biasanya berkutat dengan agenda akademik dan kelembagaan, kali ini bertemu dalam suasana yang lebih santai melalui olahraga.

Penampilan Rektor Umsura Prof. Mundakir menjadi salah satu perhatian dalam pertandingan tersebut. Mengenakan perlengkapan sepak bola, Mundakir tampil antusias dan aktif bergerak mengikuti alur permainan.
Ia tidak hanya ikut membangun serangan, tetapi juga beberapa kali mencari posisi untuk menerima umpan dari rekan setimnya.
Semangat itu akhirnya berbuah gol. Dalam sebuah momentum di depan gawang, Mundakir mendapatkan bola dan langsung melakukan sentuhan cepat. Dengan sebuah sotekan, bola diarahkan melewati penjagaan pemain lawan hingga bersarang di gawang Umsida.
Gol tersebut langsung disambut kegembiraan para pemain Umsura. Mundakir pun terlihat tersenyum dan merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya.

Bagi Mundakir, pengalaman turun langsung ke lapangan menjadi kesempatan yang menyenangkan. Ia mengaku senang karena olahraga dapat menjadi ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarsesama.
“Saya senang sekali bisa olahraga bersama sekaligus bersilaturahmi dengan teman-teman dari Umsida. Pertandingan seperti ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita menjaga kebugaran, membangun keakraban, dan memperkuat silaturahmi,” ujar Prof. Mundakir.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama seperti ini memiliki nilai positif bagi pimpinan maupun sivitas akademika.
Selain membuat tubuh tetap bugar, suasana informal di lapangan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih cair.
Pertandingan persahabatan Umsura dan Umsida pun berlangsung dalam atmosfer penuh kebersamaan. Laga berakhir dengan skor akhir 9-1 untuk kemenangan Umsura.

Laga ini menjadi pengingat bahwa olahraga dapat menjadi medium sederhana untuk merawat silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring antarkampus Muhammadiyah.
Yang penting bukan hanya siapa yang mencetak gol atau memenangkan pertandingan. Ada kebugaran, kegembiraan, dan silaturahmi yang ikut terbangun dari sebuah pertandingan sore itu.





0 Tanggapan
Empty Comments