Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerahan (KKN-P) Kelompok 35 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menghadirkan peta Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Sabtu (29/8/2026).
Program tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa menyediakan media informasi yang dapat membantu masyarakat maupun pemerintah desa mengenali kondisi dan pembagian wilayah Panglungan secara lebih mudah, jelas, dan terstruktur.
Tidak sekadar menunjukkan lokasi, peta tersebut dirancang untuk memberikan gambaran visual mengenai wilayah administratif dan kondisi geografis Desa Panglungan.
Mahasiswa berharap hasil pemetaan dapat dimanfaatkan sebagai media pengenalan wilayah sekaligus mendukung kebutuhan informasi pemerintah desa.
Pengumpulan Data hingga Penyusunan Peta
Pembuatan peta dilakukan melalui beberapa tahapan. Mulai dari identifikasi wilayah, pengumpulan informasi, pengolahan data, hingga penyusunan tampilan peta.
Dalam prosesnya, mahasiswa KKN-P Kelompok 35 Umsida berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Panglungan untuk memperoleh informasi pendukung serta menyesuaikan hasil pemetaan dengan kondisi wilayah sebenarnya.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar informasi yang tercantum dalam peta tidak hanya menarik secara visual. Tetapi juga sesuai dengan data wilayah yang tersedia di pemerintah desa.
Mahasiswa kemudian mengolah berbagai informasi tersebut menjadi peta yang menggambarkan pembagian wilayah Desa Panglungan secara sistematis.
Keberadaan peta desa dinilai memiliki manfaat lebih luas daripada hanya sebagai penunjuk lokasi. Peta dapat menjadi sarana pengenalan wilayah, dokumentasi desa, hingga media pendukung kebutuhan administrasi.
Informasi yang disajikan secara visual juga diharapkan membantu masyarakat maupun pendatang memahami gambaran wilayah Desa Panglungan dan mengenali berbagai bagian penting yang terdapat di desa tersebut.
Harapan Manfaat Jangka Panjang
Ketua KKN-P Kelompok 35 Umsida mengatakan, pembuatan peta Desa Panglungan dipilih dengan mempertimbangkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan pemerintah desa setelah masa KKN berakhir.
“Kami ingin hasil program kerja KKN ini tidak hanya selesai ketika kegiatan KKN berakhir, tetapi bisa terus dimanfaatkan oleh Desa Panglungan” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan peta juga dapat membantu orang yang belum memahami kondisi wilayah Panglungan.
“Melalui peta ini, kami berharap masyarakat maupun pendatang dapat lebih mudah mengenali wilayah Desa Panglungan. Sementara bagi pemerintah desa, peta ini dapat menjadi media informasi yang mendukung kebutuhan administrasi dan pengenalan wilayah” jelasnya.
Program pemetaan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-P Kelompok 35 Umsida dalam membantu desa mendokumentasikan wilayah melalui media visual yang informatif.
Mahasiswa berharap peta Desa Panglungan tidak berhenti menjadi luaran program KKN, tetapi dapat terus digunakan dan dikembangkan sesuai kebutuhan desa pada masa mendatang.





0 Tanggapan
Empty Comments