Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Makna Kemerdekaan dalam Pandangan Islam

Iklan Landscape Smamda
Makna Kemerdekaan dalam Pandangan Islam
Oleh : Muhammad Wahid, S.Pd.I., M.Pd Mudir Ma'had Al Muttaqin Blimbing
NKRI Harus Bebas dari Campur Tangan dan Pengaruh Asing yang Merugikan

Kemerdekaan lahiriah harus diikuti dengan kemerdekaan jiwa dan sikap bangsa. NKRI harus bebas dari segala bentuk penindasan, penguasaan, dan campur tangan asing yang merugikan kepentingan rakyat.

Kita menjaga hubungan baik dan bertetangga dengan bangsa lain, namun tidak boleh menjadi bangsa yang tunduk, bergantung, kehilangan jati diri, atau mengorbankan kepentingan nasional demi kepentingan pihak luar.

Kemandirian dalam pangan, energi, teknologi, kebijakan, dan penentuan arah pembangunan harus menjadi bagian dari perjuangan tersebut.

Jangan sampai kekayaan alam kita dikuasai oleh pihak asing dengan izin-izin yang merugikan, kebijakan negara kita diatur oleh kepentingan luar, dan rakyat kita menjadi penonton di tanah airnya sendiri.

Kemerdekaan sejati terwujud ketika kita berdiri tegak di atas kaki sendiri, berwibawa di mata dunia, dan tidak takut kepada siapa pun selain kepada Allah SWT.

NKRI Harus Bebas dari Korupsi dan Segala Bentuk Kezaliman

Salah satu musuh terbesar kemerdekaan, kedaulatan, dan kesejahteraan bangsa adalah korupsi. Korupsi adalah perbuatan keji yang merampas hak rakyat, menghambat kemajuan, merusak keadilan, dan melanggar firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil dan janganlah kamu bawa (harta itu) kepada penguasa untuk memakan sebagian harta orang lain dengan jalan berdosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188)

Korupsi adalah penyakit yang membelenggu kemerdekaan. Ketika harta negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat dikorupsi oleh segelintir orang, rakyat tetap miskin, pembangunan terhambat, dan kemerdekaan menjadi tidak berarti bagi mereka.

Oleh karena itu, NKRI harus bebas dari korupsi dan pungutan liar. Bebas dari penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan. Bebas dari kesenjangan sosial yang semakin melebar.

Bebas dari penindasan terhadap rakyat kecil. Bebas dari pelanggaran hukum oleh penguasa. NKRI juga harus bebas dari segala bentuk keburukan, kezaliman, dan penyimpangan yang merugikan kepentingan umum.

Secara keseluruhan, NKRI yang kita perjuangkan adalah negara yang benar-benar merdeka. Bebas dari segala bentuk penjajahan, baik fisik maupun nonfisik. Bebas dari penguasaan asing atas sumber daya alam dan kebijakan negara.

Bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Bebas dari ketidakadilan dan penindasan. Juga bebas dari segala keburukan yang menghambat kemuliaan dan kesejahteraan bangsa.

SMPM 5 Pucang SBY

Singkatnya: NKRI harus bebas dari segala sesuatu yang buruk, dan penuh dengan segala yang baik, adil, dan diridai Allah SWT.

Mengisi Kemerdekaan dengan Perjuangan, Perubahan Diri, dan Persatuan

Cita-cita luhur untuk mewujudkan NKRI yang berdaulat, makmur, sejahtera, bebas dari campur tangan asing, bebas dari korupsi, dan bebas dari segala keburukan tidak akan terwujud hanya dengan mendoakannya semata.

Cita-cita itu harus diperjuangkan dengan kerja nyata, kesungguhan hati, dan pengorbanan yang tulus. Allah SWT telah memberikan petunjuk yang sangat jelas dalam Al-Qur’an:

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri…” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Keinginan menjadikan negeri ini berdaulat harus dimulai dari jiwa yang merdeka, berani, dan tidak takut kepada siapa pun selain Allah. Harapan agar negeri ini makmur dan sejahtera menuntut kita bekerja keras, jujur, hemat, mandiri, serta mengelola kekayaan bangsa dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu, cita-cita membebaskan negeri dari korupsi dan kezaliman mengharuskan kita menjadi pribadi yang amanah dan jujur. Tidak mengambil hak orang lain. Berani menegakkan kebenaran. Berani pula menolak kemungkaran, meskipun berat untuk dilakukan.

Kepada para pemimpin negeri, baik di pusat maupun di daerah, kami mengingatkan: kekuasaan adalah amanah Allah yang dipercayakan oleh rakyat. Pimpinlah dengan adil, jujur, dan bijaksana. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Hapuskan korupsi sampai ke akar-akarnya. Kelolalah kekayaan bangsa untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk kepentingan diri dan golongan. Jadikanlah kedaulatan negara dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama, bukan sekadar janji manis di atas panggung.

Kepada seluruh masyarakat, mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Janganlah perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan menjadikan kita terpecah belah. Ketika bangsa ini bersatu, tidak ada kekuatan asing maupun kekuatan dari dalam yang dapat menindas kita.

Tatkala kita bersatu dalam kebenaran dan takwa kepada Allah, pertolongan-Nya pasti datang, dan cita-cita luhur untuk mewujudkan NKRI yang berdaulat, makmur, sejahtera, bebas dari campur tangan asing, bebas dari korupsi, serta bebas dari segala keburukan pasti akan tercapai.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 09/08/2026 23:02
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu