Prestasi membanggakan kembali ditorehkan peserta didik SD Muhammadiyah 21 Surabaya.
Uniknya, kali ini prestasi tersebut datang dari dua kakak beradik yang sama-sama berhasil meraih medali emas dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (MEA) 2026.
Ajang ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang pada Sabtu (8/8/2026).
Keduanya adalah Chelsea Adzkia Maulidia, yang berhasil meraih medali emas Olimpiade IPA, dan sang adik, M Zidane Al Azka, yang sukses membawa pulang medali emas Olimpiade IPS.
Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Chelsea dan Zidane tidak hanya berbagi keluarga yang sama, tetapi juga berbagi semangat untuk belajar dan berprestasi.
Keduanya mampu menunjukkan bahwa lingkungan keluarga dapat menjadi ruang tumbuh yang positif untuk saling memberikan motivasi dan inspirasi.
Dua Bersaudara, Dua Bidang, Satu Prestasi Membanggakan
Chelsea sebagai kakak tampil dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan persiapan dan pembinaan yang dilakukan sebelum kompetisi, Chelsea mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih medali emas.
Dalam persiapannya, Chelsea mendapatkan bimbingan dari Ustadzah Dian Fajarwati SPd. Pendampingan dilakukan melalui proses belajar dan latihan yang terarah agar Chelsea semakin siap menghadapi kompetisi.
Sementara itu, sang adik, M Zidane Al Azka, berkompetisi dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Zidane juga berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih medali emas.
Zidane mendapatkan bimbingan dari Ustadzah Luthfiyatin MPd. Berkat proses pembinaan, latihan, dan kerja keras yang dilakukan, Zidane mampu tampil optimal hingga membawa pulang prestasi tertinggi di bidang IPS.
Menariknya, meskipun berkompetisi pada bidang yang berbeda, keduanya sama-sama menunjukkan semangat dan ketekunan dalam mempersiapkan diri.
Prestasi Chelsea dan Zidane menjadi bukti bahwa kakak beradik pun dapat tumbuh bersama sebagai partner untuk saling memotivasi dalam meraih prestasi.
Kebanggaan Sekolah dan Keluarga
Keberhasilan Chelsea dan Zidane tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga. Dua medali emas yang mereka raih dalam satu ajang menjadi sebuah pencapaian yang sangat istimewa.
Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Priyo Sasongko MPd mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas prestasi yang diraih kedua peserta didik tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Prestasi Chelsea dan Zidane menjadi sesuatu yang istimewa karena keduanya adalah kakak beradik yang sama-sama berhasil meraih medali emas di ajang yang sama, meskipun dalam bidang yang berbeda” terangnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi peserta didik selama proses persiapan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ustadzah Dian Fajarwati dan Ustadzah Luthfiyatin yang telah memberikan pembinaan dan pendampingan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi antara anak, guru, orang tua, dan sekolah” tambahnya.
Rasa Syukur Ibunda
Kebahagiaan juga dirasakan oleh ibunda Chelsea dan Zidane. Menyaksikan kedua buah hatinya mampu meraih prestasi di ajang yang sama menjadi sebuah momen yang penuh rasa syukur.
Sang ibunda mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian yang diraih Chelsea dan Zidane.
Baginya, medali emas yang diperoleh keduanya bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi juga menjadi buah dari proses belajar, usaha, doa, serta dukungan yang diberikan selama persiapan.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian Adzkia dan Azka. Sebagai orang tua tentu merasa sangat bangga dan bahagia melihat keduanya bisa berjuang dan memberikan yang terbaik” terangnya.
Baginya, bukan hanya soal mendapatkan medali emas, tetapi bagaimana mereka mau belajar, berusaha, disiplin, dan berani mengikuti kompetisi.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mereka untuk terus belajar, tetap rendah hati, dan tidak cepat merasa puas” ungkap sang ibunda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para guru pembimbing yang telah memberikan dukungan serta pendampingan kepada kedua anaknya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 21 Surabaya, khususnya para ustadzah pembimbing yang sudah mendampingi dan membimbing Adzkia dan Azka. Semoga segala ilmu, waktu, dan usaha yang diberikan menjadi amal kebaikan. Kami berharap ke depan anak-anak semakin semangat belajar dan bisa terus memberikan prestasi yang terbaik” lanjutnya.
Inspirasi bagi Teman-Temannya
Raihan dua medali emas dalam MEA 2026 semakin menambah deretan prestasi peserta didik SD Muhammadiyah 21 Surabaya. Lebih dari sekadar penghargaan, pencapaian Adzkia dan Azka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya.
Kisah dua bersaudara ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Chelsea Adzkia mengembangkan kemampuannya di bidang IPA, sementara Zidane Al Azka menorehkan prestasi melalui bidang IPS.
Keduanya membuktikan bahwa prestasi dapat hadir melalui bidang dan cara yang berbeda, selama ada kemauan untuk belajar dan berproses.
Sebagai The Talented School, SD Muhammadiyah 21 Surabaya terus berkomitmen untuk menggali potensi dan melejitkan prestasi setiap peserta didik.
Sekolah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Kini, nama Chelsea Adzkia Maulidia dan M. Zidane Al Azka tidak hanya tercatat sebagai dua peraih medali emas MEA 2026.
Keduanya juga menghadirkan sebuah kisah sederhana namun inspiratif: dua saudara yang tumbuh bersama, belajar bersama, saling menyemangati, dan akhirnya sama-sama berdiri sebagai juara.
Selamat Chelsea dan Zidane!
Teruslah berprestasi, tetap rendah hati, dan jadilah inspirasi bagi generasi berikutnya.





0 Tanggapan
Empty Comments