Tim Panitia Ranting & Masjid Muhammadiyah Award PDM Sidoarjo 2026 melaksanakan visitasi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi, tata kelola, program, dokumentasi, serta perkembangan ranting dan masjid yang menjadi peserta Award 2026, Senin (21/9/2026).
Pada agenda tersebut, tim visitasi mengunjungi PRM Kedungbanteng dan masjid di Kedungbanteng, Tanggulangin; PRM Kalidawir, Tanggulangin; PRM Ngampelsari, Candi; Masjid Al-Amin, Candi; serta Masjid Ikhwanul Muslimin.
Kegiatan visitasi menjadi bagian penting dalam proses penilaian sebelum memasuki tahapan seleksi finalis dan awarding Ranting & Masjid Muhammadiyah Award 2026 yang diselenggarakan oleh LPCR PDM Sidoarjo.
Dalam visitasi tersebut, tim tidak hanya melihat kondisi fisik masjid maupun kantor PRM. Tim juga melakukan dialog serta pemeriksaan terhadap berbagai dokumen dan aktivitas organisasi.
Untuk kategori Ranting Muhammadiyah, sejumlah aspek menjadi perhatian tim visitasi. Di antaranya penyelenggaraan Musyran, keberadaan papan nama PRM, kantor sekretariat, kegiatan pengajian pimpinan, rapat rutin, keberadaan masjid atau mushala sebagai pusat kegiatan, jumlah anggota, layanan masyarakat, keberadaan AUM, pengajian umum, keterlibatan angkatan muda Muhammadiyah, layanan Lazismu, media informasi, mubaligh, kaderisasi, serta penambahan anggota baru.
Sementara itu, pada kategori masjid, visitasi mencakup sejumlah indikator. Di antaranya kualitas dan kebersihan bangunan, tata kelola, pelaksanaan ibadah sesuai putusan Tarjih Muhammadiyah, pengelolaan keuangan yang terintegrasi dengan Lazismu, keberadaan imam, muazin dan marbot, kajian Islam dan Kemuhammadiyahan, kegiatan PHBI, program santunan sosial, pemberdayaan ekonomi, lingkungan masjid, keamanan, ruang terbuka dan parkir, jumlah jamaah shalat, serta jamaah pengajian rutin.
Dengan demikian, visitasi tidak sekadar melihat tampilan fisik. Tim juga menggali sejauh mana ranting dan masjid Muhammadiyah benar-benar hidup, terkelola, memiliki program, terdokumentasi, serta memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat.
Salah satu catatan yang cukup menonjol dalam visitasi kali ini adalah persoalan pendataan anggota.
Ketua LPCR PDM Sidoarjo, Nur Chasan Bashri, yang turut memimpin kegiatan visitasi, menyampaikan bahwa rata-rata ranting maupun masjid masih memiliki kelemahan dalam hal dokumentasi dan pendataan.
“Rata-rata mereka lemah di data. Kalau ditanya berapa jumlah anggota PRM, jawabannya banyak, tetapi tidak ada datanya,” terang Ketua LPCR saat memimpin visitasi kepada PRM maupun takmir masjid.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian karena jumlah anggota, jamaah, aktivitas, dan perkembangan organisasi seharusnya dapat dibuktikan melalui data yang tertata.
“Data bukan hanya diperlukan untuk kepentingan penilaian Award, tetapi juga menjadi basis perencanaan program dan pengembangan organisasi,” imbuh Ketua LPCR PDM Sidoarjo.
Dengan data yang jelas, ranting dapat mengetahui jumlah anggota, perkembangan kader, tingkat keaktifan jamaah, potensi warga Muhammadiyah, hingga kebutuhan program yang harus dikembangkan.
Ketua LPCR menambahkan, persoalan tersebut sekaligus menjadi pembelajaran bagi ranting Muhammadiyah dan takmir masjid agar mulai membangun budaya administrasi yang lebih tertib.
“Pernyataan jamaahnya banyak atau anggotanya banyak perlu didukung dengan daftar nama, dokumentasi kegiatan, daftar hadir, data keanggotaan, serta rekam perkembangan dari tahun ke tahun,” terangnya.
Hal tersebut sejalan dengan indikator penilaian Ranting & Masjid Muhammadiyah Award 2026 yang memberikan perhatian cukup besar terhadap bukti dokumen dan kelengkapan administrasi, bukan hanya pemaparan secara lisan.
“Dokumentasi juga menjadi bukti bahwa sebuah program benar-benar dilaksanakan secara rutin dan memberikan dampak,” ucapnya.
Selain sebagai proses penilaian Award, kegiatan visitasi juga menjadi ruang silaturahmi, evaluasi, dan pembinaan bagi ranting serta takmir masjid.
Tim dapat melihat secara langsung berbagai potensi yang dimiliki masing-masing ranting dan masjid sekaligus memberikan catatan terhadap aspek-aspek yang masih perlu diperkuat.
“Semangat yang dibangun bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi mendorong agar Ranting menjadi pusat gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput dan masjid semakin kuat sebagai pusat ibadah, dakwah, pembinaan jamaah serta pemberdayaan umat,” terang Ketua LPCR PDM Sidoarjo.
Hal tersebut selaras dengan tema Ranting & Masjid Muhammadiyah Award 2026, yaitu “Penguatan Sinergi Ranting dan Masjid sebagai Pusat Dakwah dan Pemberdayaan Umat.”
Visitasi lapangan yang dilakukan secara bertahap menjadi bagian dari rangkaian Ranting & Masjid Muhammadiyah Award Kabupaten Sidoarjo 2026.
Berdasarkan materi Award yang disiapkan panitia, tahapan kegiatan meliputi pengumpulan berkas, seleksi berkas peserta, penentuan nominasi, visitasi finalis, hingga seleksi finalis dan awarding yang dijadwalkan pada 13–16 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Kampus 1).
Melalui rangkaian tersebut, LPCR PDM Sidoarjo berharap Award tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu perbaikan tata kelola, penguatan administrasi, peningkatan kualitas pelayanan jamaah, pengembangan kader, serta penguatan dakwah dan pemberdayaan masyarakat.
Visitasi memberikan pesan penting bahwa ranting dan masjid yang kuat bukan hanya yang ramai aktivitasnya, tetapi juga yang mampu mengelola aktivitas tersebut secara tertib, terdokumentasi, terukur, dan berkelanjutan.
Dari gerakan yang aktif, menuju gerakan yang tertata. Dari data yang tertib, lahir program yang tepat. Dari ranting dan masjid yang kuat, tumbuh dakwah dan pemberdayaan umat.





0 Tanggapan
Empty Comments