Kehadiran ribuan santri Muhammadiyah dari berbagai penjuru Indonesia di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., hadir memberikan sambutan dalam pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) ke-2, Senin (21/9/2026).
Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai wilayah.
“Selamat datang di Jawa Timur, di bumi Majapahit,” ucap Ramliyanto menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Malang sebagai tuan rumah KSMN ke-2. Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan potensi Jawa Timur dalam pengembangan sumber daya manusia.
“Penyelenggaraan ini menjadi simbol kuat bahwa Jawa Timur, sebagai bumi Majapahit sekaligus bagian dari bumi Indonesia, siap menjadi pusat penguasaan ilmu pengetahuan serta motor penggerak perekonomian bangsa,” ungkapnya.
Pesantren Punya Potensi Besar
Dalam sambutannya, Ramliyanto menyoroti besarnya potensi pesantren Muhammadiyah sebagai bagian dari kekuatan pendidikan sekaligus pembangunan sumber daya manusia.
Ia menyebut perkembangan lembaga pendidikan Islam di Jawa Timur menunjukkan angka yang besar. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat perbedaan antara data Kementerian Agama dengan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Keberadaan 450 pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai kekuatan yang sangat luar biasa dalam membangun peradaban umat,” katanya.
Menurut Ramliyanto, kekuatan pesantren tidak hanya terletak pada pendidikan keagamaan. Pesantren juga memiliki peluang besar untuk mengembangkan kemandirian ekonomi dan memberdayakan masyarakat.
Karena itu, ia mendorong pengembangan konsep pesantren berbasis kemandirian ekonomi. Melalui model tersebut, santri diharapkan memiliki bekal yang lebih lengkap: kuat secara spiritual, unggul dalam ilmu pengetahuan, sekaligus memiliki kemampuan untuk mandiri dan berkontribusi terhadap perekonomian umat.
Pada kesempatan tersebut, Ramliyanto juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.
Emil sedianya dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut untuk mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun, pada waktu yang bersamaan, ia harus mengikuti agenda sidang paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan KSMN ke-2 yang mempertemukan santri Muhammadiyah dari berbagai daerah.
Ramliyanto berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perhelatan perkemahan, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan kapasitas generasi muda. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments