Baitul Arqam Camp Majelis Pembinaan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Probolinggo memasuki puncak kegiatan pada Ahad (20/9/2026).
Setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari, peserta akhirnya menanti pengumuman hasil rekapitulasi penilaian yang dihimpun sejak hari pertama hingga hari kedua. Suasana penutupan pun berubah menjadi semakin semarak ketika pembawa acara mulai membacakan nama-nama kelompok terbaik.
Acara penutupan dipandu Aryzana Maharany, M.Pd., Ketua Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Kota Probolinggo sekaligus Kepala PAUD Aisyiyah 1 Kota Probolinggo.
Tegang Menanti, Meriah Saat Nama Pemenang Disebut
Detik-detik pengumuman berlangsung penuh antusias. Peserta yang sejak awal mengikuti berbagai tantangan, permainan, materi, jelajah edukatif, hingga pentas seni tampak menunggu dengan rasa penasaran.
Ketika nama kelompok disebut satu per satu, suasana langsung pecah oleh sorak-sorai dan tepuk tangan. Kegembiraan semakin terasa saat penghargaan diserahkan kepada kelompok yang memperoleh predikat terbaik berdasarkan kompilasi penilaian selama dua hari.
Hasil akhir predikat kelompok terbaik adalah:
1. Terbaik I: Kelompok Siti Bariyah
2. Terbaik II: Kelompok Siti Umniyah
3. Terbaik III: Kelompok Aisyah Hilal
4. Terbaik IV: Kelompok Siti Dalalah
5. Terbaik V: Kelompok Siti Badilah Zubair
Pembagian hadiah berlangsung dalam suasana penuh keceriaan. Sorak-sorai peserta mengiringi setiap pengumuman, menciptakan suasana penutupan yang hangat sekaligus meninggalkan kesan mendalam setelah dua hari mereka belajar, bermain, bekerja sama, dan berproses bersama.
Bagi peserta, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh predikat terbaik. Di baliknya terdapat pengalaman membangun kekompakan, keberanian tampil, komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan tanggung jawab dalam kelompok.
Pinna Nur Latifah, SPd : Tidur di Tenda Mengajarkan Empati
Setelah pengumuman penghargaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan kesan yang diwakili Pinna Nur Latifah, S.Pd., tenaga kependidikan PAUD Aisyiyah I Kota Probolinggo.
Pinna menyampaikan rasa bangga dan bahagia dapat menjadi bagian dari Baitul Arqam Camp. Menurutnya, banyak pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama dua hari, bukan hanya berupa materi, tetapi juga pengalaman langsung yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Salah satunya adalah pengalaman tidur di tenda dengan alas sederhana. Pengalaman tersebut membuat peserta belajar merasakan kondisi saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan, termasuk mereka yang harus tinggal di pengungsian akibat bencana atau bahkan tidur di tempat-tempat yang jauh dari kenyamanan.
Pengalaman sederhana itu, menurut Pinna, menjadi pengingat bahwa rasa tidak nyaman selama mengikuti kegiatan sebenarnya tidak seberapa dibandingkan dengan kondisi sebagian saudara yang harus menghadapi keterbatasan setiap hari.
Selain pengalaman tersebut, ia juga merasakan banyak ilmu yang diperoleh selama kegiatan, mulai dari Al-Islam, qiyamul lail dan tausiyah, hingga wawasan keorganisasian dan kemasyarakatan.
Pengalaman berproses dalam kelompok juga memberikan pelajaran tersendiri. Memimpin sebuah kelompok kecil ternyata tidak semudah yang terlihat.
Dari pengalaman tersebut peserta semakin memahami bahwa memimpin membutuhkan pengorbanan, kemampuan berkomunikasi, menyusun gagasan, dan membangun kerja sama. Hal yang terlihat sederhana dari luar ternyata membutuhkan proses ketika dijalani secara langsung.
Pinna berharap proses kaderisasi tidak berhenti setelah Baitul Arqam Camp berakhir. Pengalaman selama dua hari, menurutnya, justru menjadi bekal untuk mengikuti proses kaderisasi berikutnya.
Ketua PDA: Ilmu Harus Menjadi Amal
Sementara itu, Ketua PDA Kota Probolinggo, Dra. Endang Dewi Fatimah, dalam sambutan penutupan mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Ia berharap seluruh ilmu yang telah diberikan para pemateri tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diserap dan diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan.
“Ilmu yang telah dicurahkan kepada Ibu-ibu sekalian betul-betul diserap dan diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan,” pesannya.
Menurutnya, berbagai materi yang telah diberikan selama Baitul Arqam Camp hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas sebagai guru, dalam keluarga, maupun ketika berada di tengah masyarakat.
Endang juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap Muhammadiyah dan Aisyiyah setelah mengikuti proses kaderisasi. Peserta diharapkan semakin mengenal Muhammadiyah, tujuan Persyarikatan, Aisyiyah, serta berbagai organisasi otonom yang ada di dalamnya.
Ia mengajak peserta meninggalkan sikap sinis yang muncul karena ketidakpahaman terhadap Persyarikatan. Sebaliknya, kader diharapkan mampu memahami dan menghargai berbagai aktivitas Muhammadiyah dan Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan dakwah dan kaderisasi.
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, Endang juga mengingatkan peserta agar menjadikan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) sebagai salah satu pedoman dalam menjalankan kehidupan sesuai tuntunan Islam dan paham Muhammadiyah.
“Siap menjadi muslimah yang sejati?” tanya Endang kepada peserta.
“Siap!” jawab peserta serempak.
Ia pun mengakhiri pesannya dengan harapan agar seluruh peserta pulang membawa semangat baru dan mampu melaksanakan tugas dengan hati riang, tulus, ikhlas dan bahagia.
Setelah sambutan tersebut, Dra. Endang Dewi Fatimah secara resmi menutup Baitul Arqam Camp MPK PDA Kota Probolinggo Tahun 2026.
Dua hari Baitul Arqam Camp akhirnya sampai pada penghujung. Namun, penutupan kegiatan bukanlah akhir dari proses kaderisasi.
Pengalaman, ilmu, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi para peserta untuk kembali ke tempat tugas masing-masing sebagai pendidik dan tenaga kependidikan Aisyiyah yang semakin memahami amanah, semakin peduli, serta siap melanjutkan estafet perjuangan Persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments