Langit kawasan Paralayang Gunung Banyak, Kota Batu, tampak berbeda pada Sabtu (8/8/2026). Sebuah bendera raksasa bertuliskan SMP Muhammadiyah 8 Kota Batu berkibar di udara. Bendera tersebut dibawa atlet muda Muhammad Al Fatih, siswa kelas 7A SMP Muhammadiyah 8 Batu (Mudeba).
Al Fatih dikenal sebagai salah satu atlet paralayang termuda di Kota Batu. Dalam penerbangan tersebut, ia mengemban misi khusus, yakni mengibarkan giant flag almamaternya dari ketinggian.
Bendera berwarna putih tersebut berukuran besar, lengkap dengan logo dan slogan SMP Muhammadiyah 8 Batu.
Dengan keberanian dan keterampilan yang dimilikinya, Al Fatih membumbung dari kawasan Gunung Banyak. Bendera almamaternya kemudian terbentang dan berkibar di tengah langit, dengan latar panorama pegunungan dan Kota Batu yang terlihat dari udara.
Bagi Al Fatih, penerbangan tersebut memiliki arti tersendiri. Sebab, mengibarkan giant flag saat melakukan penerbangan paralayang merupakan pengalaman pertama yang ia lakukan selama menekuni olahraga tersebut.
Aksi tersebut tidak lepas dari dukungan dan pendampingan orang tuanya, Ismoyo, yang juga merupakan pelatih paralayang berpengalaman.
Sang ayah memberikan pembinaan sekaligus memastikan kesiapan Al Fatih sebelum melakukan penerbangan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam proses Al Fatih mengembangkan kemampuan sekaligus keberaniannya sebagai atlet muda.
Di usia yang masih belia, ia telah menunjukkan bahwa prestasi dapat dibangun melalui keberanian mencoba, latihan, disiplin, dan dukungan lingkungan.
Setelah berhasil mendarat dengan selamat, Al Fatih menyampaikan rasa bangga menjadi bagian dari Mudeba. Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi motivasi bagi teman-temannya untuk terus berprestasi.
“Bersama Mudeba, kita terbang tinggi, meraih prestasi,” tutur Al Fatih penuh semangat.
Aksi tersebut bukan sekadar penerbangan dengan membawa bendera sekolah. Bagi keluarga besar Mudeba, keberanian Al Fatih menjadi simbol semangat untuk berani bermimpi, mengembangkan potensi, dan mengukir prestasi setinggi mungkin.
Melalui prestasi Al Fatih, Mudeba menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan bakat dan potensi peserta didik, termasuk di bidang olahraga serta kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.
Kisah Al Fatih menjadi gambaran bahwa lingkungan pendidikan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar kelas. Dengan latihan, keberanian, pendampingan, dan dukungan sekolah maupun keluarga, bakat yang dimiliki siswa dapat diarahkan menjadi prestasi yang membanggakan.





0 Tanggapan
Empty Comments