Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sebulan Mengabdi, Selamanya Bermakna: Jejak KKN Umsura di Wonorejo

Iklan Landscape Smamda
Sebulan Mengabdi, Selamanya Bermakna: Jejak KKN Umsura di Wonorejo
Sulton Dedi Wijaya, S.Pd., M.Pd., DPL bersama Mahasiswa KKN UMSURA Photo Jannahtul / PWMU.CO
pwmu.co -

Setelah kurang lebih satu bulan melaksanakan pengabdian di Desa Wonorejo, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 16 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan melalui acara penutupan pada Rabu (5/8/2026) di Balai Desa Wonorejo, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Acara tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, tetapi juga momentum refleksi atas berbagai proses, kolaborasi, dan dampak positif yang telah terbangun bersama masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Kegiatan dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 16, Sulton Dedi Wijaya, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Wonorejo, para kepala dusun, perangkat desa, perwakilan kader, tokoh masyarakat, serta 18 mahasiswa KKN Kelompok 16.

Sekitar 24 tamu undangan turut hadir sebagai bentuk dukungan dan apresiasi terhadap berbagai program pengabdian yang telah dilaksanakan mahasiswa selama satu bulan di Desa Wonorejo.

Dalam kesempatan tersebut, DPL KKN Kelompok 16, Sulton Dedi Wijaya, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Wonorejo serta seluruh masyarakat yang telah menerima dan mendukung mahasiswa selama menjalankan program KKN.

Ia menyampaikan bahwa kesempatan belajar dan mengabdi di tengah masyarakat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Selain mengimplementasikan ilmu akademik, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan memahami dinamika sosial secara langsung.

Sulton juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pengabdian terdapat sikap, tindakan, maupun pelaksanaan program yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat.

“Berbagai pengalaman, interaksi, dan kebersamaan yang terjalin selama KKN menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik maupun sosial di masa mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo Hari Irawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Kelompok 16 atas dedikasi serta kontribusi yang diberikan selama menjalankan pengabdian.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa KKN tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

“Mahasiswa KKN tidak hanya datang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan warga,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa salah satu program yang paling berkesan selama pelaksanaan KKN adalah kegiatan bimbingan belajar (bimbel) yang rutin dilaksanakan setiap sore di posko KKN.

Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar tambahan bagi anak-anak sekaligus mendapat respons positif dari para orang tua.

Selain bimbingan belajar, Kepala Desa juga mengapresiasi sosialisasi Teknologi Tepat Guna (TTG) PISANGCHOP yang dinilai sebagai inovasi dalam mendukung pengolahan hasil pertanian masyarakat.

SMPM 5 Pucang SBY

Program tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan potensi lokal melalui teknologi sederhana yang aplikatif.

Berbagai program lain yang dijalankan mahasiswa juga mendapat apresiasi. Di antaranya partisipasi dalam kegiatan panen pisang, penanaman bibit semangka bersama petani, pendampingan UMKM Sermiyer melalui pembuatan titik lokasi Google Maps dan desain logo usaha, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah, serta pendampingan pembelajaran di TPQ.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja, tetapi juga berupaya menghadirkan kontribusi nyata sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ketua KKN Kelompok 16, M. Yahya Al Farabi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Wonorejo dan seluruh masyarakat atas sambutan, dukungan, serta kebersamaan yang diberikan selama pelaksanaan KKN.

Menurutnya, pengalaman selama satu bulan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi seluruh mahasiswa. Ia berharap hubungan silaturahmi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus terjaga meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

Suasana haru kemudian menyelimuti penghujung acara ketika mahasiswa bersama masyarakat menyaksikan video aftermovie yang merangkum perjalanan kegiatan selama satu bulan.

Momen perpisahan tersebut semakin bermakna karena kebersamaan yang terjalin selama masa pengabdian telah melahirkan ikatan kekeluargaan yang erat.

KKN pun tidak lagi sekadar menjadi agenda akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran kehidupan yang mempertemukan sivitas akademika dengan masyarakat dalam semangat kolaborasi, kepedulian, dan saling menguatkan.

Satu bulan pengabdian menjadi bukti bahwa KKN bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, tetapi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Pemerintah Desa Wonorejo diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat semangat pemberdayaan yang berkelanjutan.

Dengan demikian, jejak pengabdian mahasiswa tidak berhenti pada laporan kegiatan, tetapi terus hidup melalui keberlanjutan program, nilai-nilai kebersamaan, serta kenangan baik yang tercipta bersama masyarakat Desa Wonorejo.

Revisi Oleh:
  • Satria - 08/08/2026 16:40
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu