Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo menekankan pentingnya KSA (Knowledge, Skill, dan Attitude) dalam menghadapi perkembangan jurnalistik dan transformasi digital.
Penekanan tersebut disampaikan dalam Pelatihan dan Workshop Jurnalistik Digital bertema “Membangun Kreativitas Melalui Jurnalistik dan Transformasi Digital” yang diselenggarakan Majelis Pustaka, Informasi dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Probolinggo, Sabtu (8/8/2026).
Ketua PDM Kota Probolinggo, Haji Dawam Iksan, saat membuka kegiatan mengajak peserta agar tidak berhenti pada penguasaan materi. Menurutnya, peserta juga perlu mengembangkan keterampilan sekaligus membangun sikap yang tepat dalam menghadapi transformasi digital.
“Setelah pelatihan ini peserta memiliki 3 hal yang saya singkat menjadi KSA yaitu knowledge, Skill dan Attitude”.
Menurut Dawam Iksan, knowledge menjadi dasar bagi peserta untuk memahami jurnalistik dan perkembangan media digital. Pengetahuan tersebut kemudian perlu dilanjutkan dengan skill agar peserta mampu mempraktikkan pengetahuan jurnalistik secara nyata.
Namun, kedua unsur tersebut dinilai belum cukup tanpa attitude yang baik.
Dawam menjelaskan, aspek attitude penting karena aktivitas jurnalistik berkaitan langsung dengan penyampaian informasi kepada publik. Karena itu, kemampuan mengambil berita, gambar atau foto, memproduksi konten, serta memanfaatkan teknologi digital perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi.
Dalam menjalankan aktivitas jurnalistik dan produksi konten digital, peserta juga perlu memahami ketentuan hukum yang berlaku agar informasi yang disampaikan tidak menimbulkan persoalan, termasuk terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Bagi Dawam, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah Kota Probolinggo dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang jurnalistik dan digital.
Transformasi digital, menurutnya, juga membuka ruang yang semakin luas bagi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Amal Usaha Aisyiyah (AUA), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), serta organisasi otonom (Ortom) untuk menyampaikan berbagai kegiatan dan gagasan Muhammadiyah kepada masyarakat.
Dengan kemampuan jurnalistik dan digital yang baik, berbagai aktivitas Persyarikatan tidak hanya dapat terdokumentasi, tetapi juga dikomunikasikan secara lebih luas kepada publik.
Pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan nyata. Dengan menggabungkan knowledge, skill, dan attitude, kader Muhammadiyah diharapkan mampu memanfaatkan media digital secara kreatif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi Persyarikatan maupun masyarakat.





0 Tanggapan
Empty Comments