Sebanyak 125 kepala dan pengelola TK-KB Aisyiyah se-Kota Surabaya mengikuti kegiatan Pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) TK-KB Aisyiyah Kota Surabaya yang diselenggarakan Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Paud Dasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya di Hotel Selecta, Batu.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengesahan dokumen anggaran, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, penguatan kapasitas kepemimpinan, transformasi tata kelola, dan pengembangan budaya sekolah berkemajuan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya, Ibunda Hj. Alifah Hikmawati, S.Th. dan Ibunda Umi Sarofah, M.Pd., serta Ketua Majelis Paud Dasmen PDA Kota Surabaya, Bunda Dra. Nurul Kartika, bersama jajaran pengurus.
Rangkaian kegiatan hari pertama diawali dengan tadabbur alam sebagai sarana penyegaran, membangun kebersamaan, sekaligus memperkuat soliditas antarpengelola lembaga.
Kegiatan inti kemudian dibuka pukul 18.00 WIB di ruang pertemuan Hotel Selecta.
Dalam sambutannya, Ketua PDA Kota Surabaya memberikan motivasi kepada para kepala sekolah agar terus menghadirkan semangat inovasi dan budaya peningkatan mutu di satuan pendidikan.
Kepala sekolah tidak hanya dituntut mampu mengelola lembaga secara administratif, tetapi juga menjadi role model, pemimpin pembelajaran, dan agen perubahan di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus terus bergerak dan berkembang. Kepala sekolah harus menjadi teladan sekaligus penggerak perubahan agar lembaga pendidikan Aisyiyah semakin maju, berkualitas, dan berkemajuan,” demikian pesan yang disampaikan.
Sementara itu, Ketua Majelis Paud Dasmen PDA Kota Surabaya menegaskan bahwa tata kelola keuangan merupakan bagian penting dari profesionalitas lembaga pendidikan.
Pengelolaan keuangan harus dilakukan secara transparan, akuntabel, tertib, efektif, efisien, dan berorientasi pada mutu layanan pendidikan.
RAPB diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen perencanaan strategis yang menghubungkan kebutuhan sekolah, program prioritas, ketersediaan anggaran, serta target peningkatan mutu layanan kepada peserta didik.
Kegiatan pengesahan RAPB juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkenalkan lebih dekat berbagai program dalam ekosistem Persyarikatan.
Peserta mendapatkan penguatan informasi mengenai program Majelis Wakaf dan Kehartabendaan serta Baitul Maal wat Tamwil (BMT).
Pengenalan tersebut diharapkan dapat memperluas literasi warga Aisyiyah terhadap berbagai layanan dan potensi ekonomi Persyarikatan sekaligus mendorong terbangunnya ekosistem pendidikan yang saling mendukung.
Sebelum peserta beristirahat, Tim K3S SD/MI Muhammadiyah Kota Surabaya turut memberikan penguatan mengenai keberlanjutan jenjang pendidikan.
Tim yang diwakili Ustaz Amang Muazam, M.Pd.I., menyampaikan informasi mengenai serapan lulusan TK Aisyiyah Surabaya ke SD/MI Muhammadiyah sekaligus memperkenalkan berbagai profil, karakteristik, dan program unggulan SD/MI Muhammadiyah di Kota Surabaya.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan Muhammadiyah-Aisyiyah yang berkelanjutan, sejak pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Salah satu momentum istimewa dalam kegiatan ini adalah pemberian Apresiasi TK-KB Aisyiyah Berprestasi.
Untuk pertama kalinya, Majelis Paud Dasmen PDA Kota Surabaya memberikan penghargaan kepada lembaga-lembaga yang menunjukkan kinerja dan kontribusi terbaik.
Apresiasi diberikan dalam tiga kategori utama.
Pertama, Pengelolaan Administrasi Keuangan Terbaik, meliputi Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1, 2, dan 3.
Kedua, Wilayah Kerja Terbaik, meliputi Juara 1, 2, 3 serta Harapan 1 dan 2.
Ketiga, Taat Persyarikatan, yang diberikan kepada 41 TK-KB Aisyiyah.
Pemberian apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan atas kinerja lembaga sekaligus strategi untuk membangun budaya berprestasi.
Penghargaan tersebut diharapkan mampu memantik semangat seluruh TK-KB Aisyiyah untuk meningkatkan kualitas tata kelola, administrasi, pelayanan pendidikan, inovasi program, serta kontribusi terhadap Persyarikatan.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan materi Hizbul Wathan (HW) yang disampaikan Sekretaris Kwarda, Ramanda Amang Muazam, M.Pd.I., yang juga Kepala SD Muhammadiyah 13 Surabaya, bersama Bendahara Kwarda, Ramanda Salim Bahrelsy, S.K.M., Kepala SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.
Materi kemudian diarahkan pada penguatan literasi dan tata kelola keuangan satuan pendidikan.
Para kepala dan pengelola TK-KB mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya melakukan klasifikasi sumber pendapatan sekolah, antara lain SPP, DPP, dan dana kegiatan peserta didik.
Peserta juga mendapatkan penguatan mengenai perhitungan UIM, UIG, dan UP sebagai bagian dari proses penyusunan RAPB yang lebih akurat, realistis, terukur, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan riil masing-masing lembaga.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pengelolaan anggaran sekolah bukan hanya persoalan administrasi, melainkan bagian dari school governance dan strategi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Majelis Paud Dasmen PDA Kota Surabaya mendorong seluruh TK-KB Aisyiyah untuk terus meningkatkan profesionalitas dalam mengelola lembaga.
Setiap rupiah yang direncanakan dalam RAPB diharapkan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan dan perkembangan anak.
RAPB bukan sekadar angka dan dokumen. RAPB adalah peta jalan program sekolah yang memastikan setiap perencanaan memiliki prioritas, setiap anggaran memiliki tujuan, dan setiap program dapat dipertanggungjawabkan.
Pada akhirnya, pengesahan RAPB menjadi momentum strategis untuk memperkuat silaturahmi, konsolidasi, kolaborasi, peningkatan kapasitas, dan transformasi tata kelola antara PDA, Majelis Paud Dasmen, kepala sekolah, pengelola, serta seluruh TK-KB Aisyiyah se-Kota Surabaya.
Dengan semangat tersebut, Aisyiyah Surabaya terus bergerak menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul, profesional, berintegritas, adaptif, berkemajuan, dan berdaya saing, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Persyarikatan.





0 Tanggapan
Empty Comments